Archive for December, 2011


Hadiah Dokter

Posting kali ini tidak terlalu panjang.
Karena memang hanya akan cerita singkat tentang sebuah hadiah. Oleh-oleh.

Saya memiliki pasien yang memang rutin saya rawat. Bedanya karena kondisi pasien yang tidak memungkinkan datang ke klinik, maka saya melakukan kunjungan rumah untuk pasien ini.

Dan hari ini, tepat satu bulan saya merawat beliau. Continue reading

Advertisements

Retaker Menggugat!!

Bagi kami, calon penyandang gelar keprofesian, ada dua hal yang hukumnya wajib kami jalani.

Yang pertama adalah pendidikan profesi.
Yang kedua adalah uji kompetensi.

Di Bulan Dirgahayu Indonesia kemarin, kami melaksanakan sebuah uji kompetensi. Hasilnya: di luar dugaan. Sebagian dari kami tidak lulus.

Tidak Lulus. Continue reading

Beberapa hari terakhir, kerap kita membaca mendengar dan memperhatikan sebuah kisah. Kisah ini diklaim heroik. Dalam olahan lambung media, kisah ini menjadi besar dan lebih besar lagi. Kisah apa gerangan?

Kisah tentang Sondang. Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno ini menyita perhatian jutaan manusia Indonesia. Semua merasa trenyuh atas pengorbanan mahasiswa ini dalam memperjuangkan perubahan bangsa. Aksinya membakar diri sendiri yang lantas berujung pada kematian dirinya dianggap sebagai sebuah aksi patriotisme.

Membaca berita ini, saya tercenung lama. Benarkah aksi ini sebuah aksi patriotisme? Benarkah caranya membakar diri itu untuk memperjuangkan perubahan bangsa? Continue reading

Saya kutip artikel kesehatan ini dari Medscape.

Semoga bermanfaat!!

Top Medical News Stories of 2011

Laird Harrison

November 28, 2011 — Concerns about simvastatin, linezolid, methylene blue dye, and “bath salts” all made headlines during 2011. The possibility of cancer from cell phones came into the spotlight as well.

That’s not to say that the news was all bad. The US Food and Drug Administration (FDA) approved a new drug for diabetes, linagliptin.

1. FDA Calls for Simvastatin Limits

The FDA played a role in most of this year’s top news stories, starting with a June 8 recommendation that physicians restrict prescribing high doses of the cholesterol medication simvastatin (Zocor, Merck) because of a risk for muscle damage. The FDA drug safety communication states that physicians should limit using the 80-mg dose of simvastatin unless the patient has already been taking the drug for 12 months and there is no evidence of myopathy.

In addition, the FDA required that the label include the new dosing recommendations, as well as warnings not to use the drug with various medications, including itraconazole (Sporanox, Janssen Pharmaceuticals), ketoconazole (Nizoral, Ortho-McNeil Pharmaceutical), posaconazole (Noxafil, Merck), erythromycin, clarithromycin, telithromycin (Ketek, sanofi-aventis), HIV protease inhibitors, nefazodone, gemfibrozil, cyclosporine, and danazol.

In addition, the 10-mg dose should not be exceeded in patients taking amiodarone, verapamil, and diltiazem, and the 20-mg dose should not be exceeded when taken with amlodipine (Norvasc, Pfizer) and ranolazine (Ranexa, Gilead).

2. FDA Warns of Methylene Blue and Linezolid Serotonin Interactions

Then, on July 26, the FDA warned against the use of methylene blue or linezolid with serotonergic drugs. In particular, the FDA said in an October 21 update that clinicians should watch out for interactions with serotonin reuptake inhibitors and serotonin norepinephrine reuptake inhibitors. Continue reading

Gadget-ography

Hehe..
Judulnya maksa!!
Awalnya pengen bikin judul seperti ini:
Saya ini gadget-freak!!

Tapi setelah jadi postingan-nya, lha lebih tepat gadget-ography. Jadi semacam perkembangangadget saya dari awal dulu sampai sekarang.

Tapi penekanannya tetap pada sebuah tema bahwa saya ini gadget-freak. Saya tidak bisa hidup tanpa gadget. Yang mengisi di tiap sesapan hidup ini, ya gadget.

Ah, cerita ini bermula dari.. dari awal kepindahan saya ke Blitar. Ya, kota kecil. Kota patria. Dimana para pensiunan (mayoritas dari kalangan militer) menikmati hari tuanya.

Kala itu, saya masih 13 tahun. Awal masuk SMP. Sungguh tak tertahankan ingin punya komputer. Saat itu komputer adalah barang mewah. Belum lagi menjadi tulang punggung aktivitas pembelajaran. Sekarang mah, jangankan SMP, SD aja tugasnya buat powerpoint. Hehe..

Saat itu, kok ya ndilalah tetangga saya, adalah programmer. Waduw. Makin menjadi. Akhirnya papa membelikan saya dan adik-adik komputer. Dan saat itu, sekitar tahun 2000-an, saya memiliki flashdisk pertama saya. Kapasitas 256 MB. Wow!! Bangga bukan main. Saat itu yang umum adalah disket kecil. Haha.. kebayang saya petentang-petenteng bawa flashdisk pas pelajaran komputer saat itu.

Saat itu juga papa mewariskan HP pertama beliau kepada saya. Kata papa, HP ini merek kasio. HP kasi o -rang. Alias HP pemberian kolega papa dari Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara. HP ini merek nokia. Tipe 5110. Segede ulek-ulekan. Hehe.. nomor HP saya jaman itu, 081555**887. Mentari. Cantik, kan?

image

Selanjutnya, tidak sampai setahun, papa ganti lagi HP. Ah, saya mah senang-senang saja. Karena saya dapat lungsuran!! Hehe.. kali ini Nokia 3310. Continue reading

%d bloggers like this: