Category: Related Story


Beberapa hari yang lalu, saat saya sedang duduk di laboratorium analisis sperma poli Andrologi RSU dr. Soetomo, tetiba ditanya senior PPDS saya.

Dick, kamu pilih PKS ya?

Saya terhenyak sejenak. Maklum, saya selama ini memang berada dalam lingkungan yang nyaris tidak pernah membicarakan politik. Sangat berbeda dengan pengalaman kuliah dimana sebagai aktivis tentu saja tiap hari bergulat dengan aktivitas yang mirip aktivitas politik, entah sama atau tidak. Bukan politisi sih. Hehe…

Lantas apa jawaban saya?

Iya Mbak… Hehehe… Saya menjawab sambil tersenyum

PKS itu banyak yang istrinya banyak. Suka sebel lihatnya. Sahut senior saya yang satu lagi.

Hehe… Yah memang oknum kan berbeda Mbak. Kalau menurut saya pembinaan kader PKS yang menurut saya sangat menjaga integritas dan sopan santun. Ada kualitas yang harus dicapai dan dijaga.

Begitulah jawaban saya. Saya tidak pernah bisa membahasakan dengan baik kenapa saya memilih PKS. Pun ini adalah pertama kalinya saya memilih PKS. Perjalanan panjang sebagai aktivis di kampus tercinta FK Universitas Brawijaya memberikan banyak pengalaman bersentuhan dengan banyak personal. Dan kebetulan banyak informasi tentang lingkar kajian PKS.

Tapi tetap saja sulit bagi saya mengungkapkan ‘kenapa saya memilih PKS’. Lantas saya membaca kultwit ustadz Salim A. Fillah. Dan sontak saya tersentuh dengan cara beliau mengungkapkan apa yang persis saya pernah alami dan saya rasakan.

Kultwit Ustadz @salimafillah

1) Para kanda mahasiswa itu hadir ke sekolah kami; dalam acara kerohanian bagi murid baru. Para alumni ini; shalih, rapi, & berprestasi. #ks

Continue reading

Advertisements

Ah saya tetiba ingin bercerita tentang kematian. Salah satu saudara saya, saat ini tengah berbaring di ICU dalam kondisi tidak mampu bergerak, tidak mampu makan minum, tidak mampu merespon rangsang, maupun aktifitas hidup lain. Hidup beliau kini bergantung infus dan alat bantu napas mekanik. Belum. Belum mati batang otak, saya rasa.

“Tante Sina (tentu bukan nama sebenarnya) kemarin dioperasi lagi.” Kata mama.

Ini adalah operasi kelima mungkin, saya sendiri tidak terlalu hafal. Tapi sistem perawatan yang dependen perawat di ICU dan tidak memungkinkan didampingi selama 24 jam oleh keluarga membuat putra-putrinya semakin cemas. Sampai kapan usaha medis dilakukan? Kondisi keuangan semakin menipis? Harus terus diusahakan? Sampai kapan? Apakah bisa hidup sempurna setelah sembuh?

Saya sebagai bagian keluarga besar yang juga dokter hanya bisa termenung. Saya teringat materi euthanasia pada saat kuliah kewarganegaraan maupun agama Islam jaman saya kuliah preklinik dulu. Tidak terlalu ingat bagaimana perdebatan kami dulu, namun poin yang saya ingat, euthanasia itu salah.

“Euthanasia adalah langkah yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan, pun bertindak selayak Tuhan dengan kuasa kita sebagai dokter untuk menghentikan kehidupan.” Sekilas ingatan saya akan materi euthanasia.

Continue reading

Persiapan IELTS

Ah, sudah lama tidak menulis. Pikiran rasanya buntu karena tidak pernah diasah (bukan buntu, Dok, tapi tumpul. Hehehe…)

Kali ini saya mau sharing dengan rekan pembaca semua tentang IELTS. Wuih, makanan apa itu Dok? Huehehehehe… ini bukan sembarang makanan. Makanan yang satu ini ndak akan bikin perut kita kenyang. Malah lapar membahana ditambah mules. Hehehe… kenapa? Karena memang susah sekali. Eits, jangan khawatir. Posting kita kali ini akan membahas tips dan trik agar tes IELTS kita bisa lebih baik.

Oke, mari kita kembali ke laptop!!

IELTS adalah sebuah ujian untuk menakar kemampuan bahasa Inggris kita.

Lho, kan ada TOEFL, Dok?

Weits, jangan disela dong. Hehehe… Nah, itulah bedanya. TOEFL (The Test of English as a Foreign Language) ini meskipun diakui oleh dunia, namun memiliki keterbatasan, terutama bila kita ingin melanjutkan studi atau pindah ke Negara-Negara Persemakmuran Inggris. Negara-negara Commonwealth ini biasanya lebih suka menggunakan standar IELTS atau kepanjangannya International English Language Testing System. Kenapa? Karena IELTS memang lebih komprehensif. Tidak seperti TOEFL yang hanya terdiri dari tiga sesi, Reading, Listening, dan structure, IELTS memiliki empat sesi, selain reading dan listening, IELTS meleburkan penilaian structure dalam sesi ‘pengamalan’ langsung melalui sesi writing dan speaking. Harapannya, kalau structure oke, seharusnya writing dan speaking juga oke. Tapi… yah, harapan tinggallah harapan (putus asa saking susahnya speaking dan writing. Hehehe…).

Continue reading

Sekilas Tentang Andrologi

Ah, sembari menunggu pasien, saya ingin cerita-cerita sedikit tentang passion medis saya. Cita-cita saya ingin menjadi dokter spesialis apa. Dan tentang apa spesialis itu.

Tapi sebelum mulai, saya mau bercerita tentang serial film CSI. Dalam sebuah episode, CSI ini bercerita tentang pembunuhan seorang dokter, dan yang menarik adalah, pelakunya merupakan kembar identik, tidak satu tetapi empat! Bagaimana kisahnya? Simak yaa…

Alkisah terjadi pembunuhan terhadap seorang dokter di sebuah Casino. Dari pemeriksaan tim CSI (Crime Scene Investigation) ternyata pelakunya adalah seorang laki-laki dengan baju jingga. Maka segera dilakukan pencarian dan ternyata ditemukan laki-laki berbaju jingga yang tampak di CCTV, tidak hanya satu, tetapi ada tiga laki-laki pria dengan wajah sama, mengenakan baju jingga di lokasi kejadian.

Tiga orang laki-laki dengan wajah sama, memiliki DNA yang sama, namun lahir di waktu yang berbeda, dan lokasi yang berbeda pula. Disinilah twist-nya. Ternyata mereka adalah embrio-embrio bayi tabung yang ditanam ke rahim pasangan lain tanpa ijin sang empunya embrio. Ternyata ketika sang empunya embrio melakukan proses IVF (In Vitro Fertilization), tercipta empat embrio. Satu embrio diberikan kepada sang empunya. Tiga lainnya yang seharusnya disimpan, oleh sang dokter di’jual’ kepada dua pasangan lain. Satu lagi? Diberikan kepada istrinya dan lahirlah menjadi anak sang dokter.

Continue reading

“What profession would you pursue if you couldn’t do anything related to medicine?”

Nah!
Pernah mikir seperti ini?

Saya? Sering. Bahkan dulu ketika saya belum masuk FK pun, meski bercita-cita menjadi dokter, saya harus siap kalau-kalau saya tidak diterima di FK. Pilihan saya saat itu, menjadi psikolog!!

Hehe… sama dengan dokter kan? Sama-sama menghadapi manusia. Saya mengenal diri saya sepenuhnya bahwa saya suka berhadapan dengan manusia. Sebagai rekan tim, rekan kerja, bahkan pasien.

Setelah menjalani pendidikan di FK, saya menyadari satu lagi gairah yang membakar semangat saya. Passion saya adalah menjadi seorang speaker alias pembicara. Berdiri di depan banyak orang, menyampaikan banyak hal, mengubah pola pikir banyak orang dengan kekuatan kata-kata kita, menyaksikan para pendengar kita tersenyum, tertawa, menangis mendengar lontaran kata kita.

Berawal dari aktif di banyak kegiatan mahasiswa, beberapa kali diminta adik kelas mengisi materi motivational training ataupun materi-materi kemahasiswaan, saya begitu mencintai kesempatan untuk berbicara di depan banyak orang. Sayang kesibukan koass sempat membuat saya kesulitan menerima tawaran mengisi materi.

Continue reading

Cado Cado Series

Haha… Ayo, siapa yang berani menjawab ajakan saya di judul postingan ini dengan jawaban: YUK!!

Hehe… Apa kaitannya tho Dok? Wong mau nge-review kok malah diajak koass lagi.

Tapi begitulah kesan saya setelah membaca Cado-Cado (Catatan Dodol Calon Dokter) karya Bang Ferdiriva. Saya seolah diajak mengenang, tersenyum, bahkan juga ikut trenyuh dengan membaca pengalaman-pengalaman beliau sebagai koass bertahun-tahun yang lalu. Lantas, yang terbersit, mau koass lagi ndak  yaa… jawabannya: Nggak.

Koass memang selalu manis untuk dikenang. Tapi tidak untuk diulang.

Continue reading

Inilah catatan jaga saya yang kedua. Selama koass 18 bulan hanya dua catatan jaga yang saya hasilkan. Keduanya saat stase obgyn. Ada apa dengan obgyn? Hehe…

Sesungguhnya banyak sekali kisah selama koass. Sayang kemalasan saat itu begitu membahana sehingga kini sejumput (ya. Hanya sejumput kok.) penyesalan menyeruak. Tapi tidak apa. Sekarang kan produktif. Hehe…

Selamat menikmati…

Ahh, Kawan,,
Tidaklah saya meniatkan untuk menceriterakan dua kali dalam sekali jaga saya ini,,
Tapi sungguh kali ini adalah cerita yang sangat penting kita ambil hikmahnya,,

Continue reading

Rhenald Kasali

Ini adalah tulisan re-post dari Rhenald Kasali. Rhenald Kasali adalah salah satu penulis favorit saya. Selalu saya nanti tulisan beliau di harian Jawa Pos. Tulisan berjudul Encouragement ini pertama kali saya baca di milis resonansi beberapa tahun lalu. Lantas muncul kembali di Jawa Pos beberapa saat lalu. Dan kali ini saya muat di blog saya.

Inilah refleksi dunia kependidikan kita.

—-

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Continue reading

Bayangkan seandainya kita begitu menginginkan es krim,, tiap hari kita idam-idamkan,, tiap hari kita melewati toko yang memajang poster es krim yg amboi begitu menggiurkan,,

Tetapi kita punya keterbatasan,, uang misalnya,, sehingga tak mampu lah kita untuk langsung membelinya,, ahh bayangkan bagaimana frustasinya,,

Lalu,menabunglah kita,, rupiah demi rupiah,, tiap teleguk ludah kita terasa manis karena kita tahu,kita menabung untuk membeli es krim,, dan bukan sembarang es krim, kawan, kata hati,, ini es krim impian kita!!

Lalu kita beli es krim,, kita buka bungkusnya,, aw aw aw, bak judul lagu saja,,gemuruh gembira,,

Bayangkan,rasanya,,
Dan itu terjadi pada seorang ibu,yang begitu menginginkan anak,,
Setelah berusaha,dapatlah ia,, hamil kata tetangga,,
Aah,aq harus yakin,, katanya,,
Maka berangkatlah ia mencari sebungkus test pack kehamilan,, dan hatinya bersyukur melihat garis merah ganda di alat tersebut,,

Lalu,ia turuti nasihat orang-orang dekatnya,,ia pijatkan perutnya pada tukang pijat,, biar sehat katanya,,

Lalu,hari ini,,
Ibu itu terbaring d UGD dengan abortus incomplete,,
Bayangkan,, anak yg didamba-damba,, lenyap sudah,,

Sediiih,,

-Catatan Jaga Obgyn-
Sengaja tidak saya ubah apapun karena menjadi kenangan bahwa inilah gaya kepenulisan saya (dulu)… hehe…

Beberapa saat yang lalu, saya harus berkunjung ke kota Bandung. Karena saya terlambat memesan hotel, akhirnya saya meminta bantuan dengan beberapa kenalan orang tua. Dan muncullah nama Grha Ciumbuleuit. Lokasinya lumayan agak jauh. Sempat khawatir, hotel seperti apa yang akan saya temukan.

Dan jeng jeng!! Syukurlah hotel ini sangat sangat bagus. Ini tampak luar.

image

Continue reading

%d bloggers like this: