Archive for October, 2012


Dok… Saya baru tahu hari ini hari Dokter Indonesia. Selamat ya Dok… Semoga Dokter bisa terus menjadi dokter yang baik dan mengabdi ke masyarakat.

Dokter yang baik…
Saya tahu saya bukan siapa-siapa. Hanya salah seorang masyarakat biasa. Perantau yang setelah bekerja keras bertahun-tahun, akhirnya bisa punya toko sendiri, jual alat olahraga. Toko kecil, Dok. Alhamdulillah berkah.

Tinggal di perantauan dengan berkecukupan tidak membuat saya bahagia. Justru bertahun-tahun saya resah pada orang tua saya di desa terpencil di Jawa. Ayah saya sudah sepuh. 90 tahun, Dok. Ibu saya juga. 78 tahun.

Continue reading

Advertisements

Saya sedang menanti pesawat. Hehe… Seperti biasa, diam begini ya mencoba menulis sesuatu. Tapi memang lagi kering ide. Hehe…

Setelah browsing, saya membaca blog seorang mahasiswa baru FK di USA. Lucu juga. Hampir sama dengan masa-masa adaptasi saya dulu ketika jadi maba. Nah saya akan share di sini. Mari kita baca…

10 Things I Learned This Month
Alexa Mieses, Other, 12:48AM Sep 22, 2012

Today marks the end of my first month of medical school! I’m still alive! Keeping in trend with my fellow bloggers, I thought it would be fun to write a list of my own. Here is a list of 10 things I’ve learned during the first month of medical school:

1. If one person in my class gets a sinus infection, we all get sinus infections.

2. The trapezius muscle is innervated by the spinal accessory cranial nerve XI.

Continue reading

A 32-year-old woman with alcoholism and cocaine use dating back at least 10 years comes to the emergency room after 48 h of recurrent vomiting and hematemesis. She reports abdominal discomfort that preceded the vomiting by a few days. For at least 36 h, she has been unable to keep ethanol in her stomach. Intravenous fluid replacement is started while she is being transported to the emergency room, and while in the emergency room she describes progressive blurring of vision. Over the course of 1 h, she becomes increasingly disoriented, ataxic, and dysarthric. Which of the following is the most likely explanation for her rapid deterioration?

a. Dehydration

b. Hypomagnesemia

c. Wernicke’s encephalopathy

d. Hypoglycemia

e. Cocaine overdose

the answer is below…

Continue reading

Saya menghadiri wisuda pascasarjana ITB di Sabuga. Awalnya saya akan menyangka bahwa acara ini akan sangat-sangat membosankan. Dan awalnya memang iya. Bahkan saya tertidur. Hehe…

Tetapi ada satu atau dua atau tiga catatan saya yang membuat hati saya sangat terkesan. Apa itu?

Pertama. Dua sayap di podium ini sangat khas. Sayap kiri dihadiri Lingkung Seni Sunda didampingi para pimpinan program studi. Di tengah adalah Majelis Wali amanat, senat akademik, dan Majelis Guru Besar. Sayap kanan adalah Paduan Suara Mahasiswa didampingi Keluarga Paduan Angklung.

Continue reading

A 20-year-old ataxic woman with a family history of Friedreich’s disease develops polyuria and excessive thirst over the course of a few weeks. She notices that she becomes fatigued easily and has intermittently blurred vision. Which of the following is the most likely explanation for her symptoms?

a. Inappropriate antidiuretic hormone

b. Diabetes mellitus

c. Panhypopituitarism

d. Progressive adrenal insufficiency

e. Hypothyroidism

the answer is below…

Continue reading

Ah menanti pesawat. Pesawat saya masih satu jam lagi. Jadi mari kita menulis sesuatu. Hehe… Ini adalah naskah yang sudah lama mengendap dalam draft. Terinspirasi oleh tulisan salah satu sejawat dari Amerika Serikat, saya berusaha menyajikan tulisan ini seringan mungkin.

Teman sejawat semua yang saya banggakan. Ingatkah kita akan tugas pertama kita menangani pasien sebagai dokter? Sebagai dokter yang baru saja disumpah?

Sumpah dokter menjadi momen titik balik dalam hidup kita. Kenapa? Karena itulah masa dimana tanggung jawab dokter resmi diletakkan di pundak kita. Berupa jas putih dengan segala konsekuensinya. Sumpah dokter adalah titik dimana kita tidak bisa balik badan dan menyerah menjadi dokter.

Dan yang terlintas di benak saya saat menangani pasien pertama saya adalah: “Hemm… Betapa sudah cukupkah anmnesis saya? Lengkapkah pemeriksaan saya? Benarkah diagnosis saya? Perlu ditambah obatnya? Atau malah kurang? Bagaimana kalau pasien tidak puas dengan performa saya?”

Continue reading

A 45-year-old man has noticed over the past 6 months that his sense of smell is not as sensitive as it used to be. On examination he has unilateral anosmia, ipsilateral optic atrophy, and contralateral papilledema. Which of the following is the most likely diagnosis?

a. Pseudotumor cerebri

b. Multiple sclerosis (MS)

c. Olfactory groove meningioma

d. Craniopharyngioma

e. Nasopharyngeal carcinoma

the answer is below…

Continue reading

Yup!
Setelah beberapa saat lalu saya membahas tentang bagaimana bekerja sama dengan residen, kini saya akan bahas dari sudut pandang berbeda.

Koass. Kelompok orang yang selalu salah. Ada yang menafsirkan begitu. Hehe… benarkah Dok?

Sudah bukan rahasia lagi, koass merupakan kasta terbawah dalam piramida tim dokter di Rumah Sakit. Maka kita memang selalu dituntut untuk melakukan segalanya dengan benar. Kita dianggap siap untuk melakukan banyak hal mulai tindakan medis sampai administratif. Dan juga bukan rahasia bahwa sulit menghindari kesalahan dalam hari-hari kerja koass. Dengan tugas ilmiah, stase, jaga, yang tidak pernah berhenti ada kalanya konsentrasi kita berada pada kadar terendah, dan terjadilah kesalahan.

Itu wajar. Manusiawi. Asalkan kita telah melakukan langkah-langkah prevensi terhadap terjadinya kesalahan. Tetapi kadang yang sulit adalah mendapatkan penilaian negatif, entah dari residen maupun supervisor. Bagaimana tips dan trik menghadapi penilaian buruk ini?

Continue reading

During a physical examination for participation in a sport, a 16-year old girl is noted to have a late apical systolic murmur, which is preceded by a click. The rest of the cardiac examination is normal. She states that her mother also has some type of heart “murmur” but knows nothing else about it. Which of the following is the most likely diagnosis?

a. Atrial septal defect

b. Aortic stenosis

c. Tricuspid regurgitation

d. Mitral valve prolapse

e. Ventricular septal defect

the answer is below…

Continue reading

Wah…
Saya sudah cukup lama absen posting tulisan. Hehe… Maklum masih sangat sibuk. Hehe… Aktifitas menjadi tutor dalam pendidikan mahasiswa FKUB menyita sebagian besar waktu saya. Karena apa? Karena setiap tutorial saya harus belajar lagi untuk memastikan saya menguasai materi dan bisa memperkaya pengetahuan mahasiswa dengan pengalaman di dunia klinik.

Ini adalah weekend pertama saya yang saya habiskan dengan berbaring di sofa bermalas-malasan. Dan kini saya tergelitik untuk membuat tulisan ini. Kenapa dengan residen atau PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)? Hehe… Semua diawali dengan keikutsertaan saya di pertemuan ilmiah dua tahunan Asosiasi Seksolog Indonesia (ASI) di Solo. Saya menumpang tidur semalam di kos kakak kelas saya, mas Dearisa. Mas Dea kini menjadi residen psikiatri di UNS.

Di sana, saya banyak bertukar pikiran dengan mas Dea. Dan Voila! muncullah tulisan ini di benak saya. Dalam karir kependidikan profesi dokter, terdapat jenjang-jenjang yang harus dijalani. Yang pasti adalah dokter muda atau koass. Inilah strata terbawah dalam sistem perkastaan di Rumah Sakit. Baru di atasnya ada residen dan akhirnya supervisor (dokter spesialis).

Dan inilah sebuah kunci utama dalam melalui masa koass. Bagaimana bekerja sama dengan residen? Bekerja sama untuk apa? Tentu bukan hanya sekedar lewat. Melainkan benar-benar mendapat ilmu untuk kepentingan praktik kita nanti. Kenapa menjadi pertanyaan? Karena residen tidak seharusnya mempercayai koass dan harus mengecek semuanya sendiri. Lantas maukah kita hanya menjadi sekedar lewat?

Apakah saya berlebihan? Kok bisa Dok, residen tidak percaya koass?

Continue reading

%d bloggers like this: