Hehe..
Judulnya maksa!!
Awalnya pengen bikin judul seperti ini:
Saya ini gadget-freak!!

Tapi setelah jadi postingan-nya, lha lebih tepat gadget-ography. Jadi semacam perkembangangadget saya dari awal dulu sampai sekarang.

Tapi penekanannya tetap pada sebuah tema bahwa saya ini gadget-freak. Saya tidak bisa hidup tanpa gadget. Yang mengisi di tiap sesapan hidup ini, ya gadget.

Ah, cerita ini bermula dari.. dari awal kepindahan saya ke Blitar. Ya, kota kecil. Kota patria. Dimana para pensiunan (mayoritas dari kalangan militer) menikmati hari tuanya.

Kala itu, saya masih 13 tahun. Awal masuk SMP. Sungguh tak tertahankan ingin punya komputer. Saat itu komputer adalah barang mewah. Belum lagi menjadi tulang punggung aktivitas pembelajaran. Sekarang mah, jangankan SMP, SD aja tugasnya buat powerpoint. Hehe..

Saat itu, kok ya ndilalah tetangga saya, adalah programmer. Waduw. Makin menjadi. Akhirnya papa membelikan saya dan adik-adik komputer. Dan saat itu, sekitar tahun 2000-an, saya memiliki flashdisk pertama saya. Kapasitas 256 MB. Wow!! Bangga bukan main. Saat itu yang umum adalah disket kecil. Haha.. kebayang saya petentang-petenteng bawa flashdisk pas pelajaran komputer saat itu.

Saat itu juga papa mewariskan HP pertama beliau kepada saya. Kata papa, HP ini merek kasio. HP kasi o -rang. Alias HP pemberian kolega papa dari Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara. HP ini merek nokia. Tipe 5110. Segede ulek-ulekan. Hehe.. nomor HP saya jaman itu, 081555**887. Mentari. Cantik, kan?

image

Selanjutnya, tidak sampai setahun, papa ganti lagi HP. Ah, saya mah senang-senang saja. Karena saya dapat lungsuran!! Hehe.. kali ini Nokia 3310.

image

Tidak berapa lama, papa bosan dan (lagi-lagi) dapat warisan HP berturut-turut nokia 8250, 6510 (kata teman, HP terkecil di dunia, jelas lebay) dan 7650. Sampai saat itu, HP ini hanya untuk pegangan saja. Game sesekali. Lha mau sms atau telpon siapa, karena sangat jarang yang bawa HP saat itu. Nokia 7650 itulah HP highend pertama saya. Bisa moto, cing!! Hehe.. dan saya ganti nomor telkomsel. 08125261687. Nomor mentari digunakan mama saya.

image

image

image

Lantas terjadilah insiden. HP saya dicuri. Hehe.. aduh sedih sekali. Padahal ya ndak manfaat-manfaat banget. Tapi akhirnya saya punya HP pilihan saya sendiri untuk pertama kalinya. Bukan lungsuran. Pilihan saya jatuh pada si Gempal, nokia 6600.

image

Dan setelah pindah ke Malang pun, HP saya selalu berganti-ganti. Tidak masalah. Karena kontak pun tidak terlalu banyak meski pemakai HP kian banyak, apalagi di Malang, SMA 3 pula. Hehe..

Berganti-ganti ini sebenarnya karena hobi papa. Suka ganti HP. Saya deh jadi korbannya. (Korban? Kok sambil senyum-senyum? Hehe..)

Semasa SMA saya setia dengan si Gempal. Saya pun berganti nomor AS. 08523*08523*. Cantik kan? Nomor ini menikah dengan si Gempal sampai akhirnya papa memutuskan upgrade. Dan jatuhlah si communicator 9210 ke pangkuan saya. Eleuh. Ni HP buat ngelempar maling. Gedhe buanget. Berat pula. Tapi apa mau dikata. Yang punya uang (papa) sudah bertitah.

image

Selanjutnya, communicator 9500 dan E90 menemani masa kuliah. Lagi-lagi karena papa orangnya bosenan. Hehe..

image

image

Di di awal koass, saya kepincut blackberry. Awalnya apatis. Lha BB itu kan harus dihidupi. Pulsa tiap bulan minimal 180rb. Jaman dulu. Telkomsel unlimited. Uang dari mana. Hehe.. tapi pas jaga UGD sama kaka kelas, terbukalah hati saya. Padhang jingglang menerima BB dalam sanubari saya. (Oeekk!!)

image

Dan, ter-lungsur lah javelin papa untuk saya. Javelin yang dilabel kasio juga. Hehe.. saya adalah satu di antara sedikit 2005 yang lain, yang mengoprak-oprak teman-teman lain buat ber-BB. Haha.. kian lama kian ramai ber-BB ria. Apalagi harga BB kian terjangkau.

Di penghujung masa koass. Papa berbaik hati membelikan saya HP kedua saya yang tidak berupa lungsuran. Hibah. Saya dibelikan Delta a.k.a onyx 2. Dan satu lagi gadget yang menemani saya sampai saat ini, GTab.

image

image

Delta sakit parah karena keteledoran saya. Kena air laut. Auch!! Dan sampai sekarang belum sembuh. Kepada GTab yang saya kasih nama GTick inilah saya bersandar.

Kini. GTick menjadi primary gadget saya. Dan saya bisa bilang, inilah gadget pilihan saya yang kompatibel dengan gaya hidup saya.

Sudah saya bilang, saya gadget-freak. Maka saya akan memanfaatkan seluas mungkin fasilitas di dalamnya. Dan gadget si robot hijau ini luar biasa. Bahkan melebihi ekspektasi saya terhadap BB. Dengan GTick ini saya bisa menyatukan semua aktifitas saya.

Facebook. Twitter. Browsing. SMS. Telpon. Email. Download dan upload. Translator. RSSfeed. Game. Musik. Fotografi. Dan blogging. Medical software untuk rujukan saya praktek.

Well. Apalagi yang saya cari. Saya gadget-freak. Dan bahkan saya lupa kapan terakhir saya online via laptop ataupun PC. Dan saya lupa saya punya BB.

GTick, Ik hou van je.