Tag Archive: 2005


Dunia ini sudah kuincar sejak dulu.
Menjadi dokter.
Bukan sekedar ucapan ringan anak SD yang bila ditanya ‘kalau sudah besar, mau jadi apa?’

Dokter adalah cita-citaku. Benar.

Tetapi kian hari, dunia menulis menawarkan sesuatu. Sesuatu yang berbeda. Menulis adalah merangkai benak pikir. Ibarat sketsa, dari sekedar titik menjadi garis. Dan menawarkan keliaran intuisi penikmatnya.

Menulis adalah kontemplasi. Ketajaman rasa pada warna sekitar. Meredap tingkah polah manusia. Cukup? Tidak. Menarilah tangan jaras saraf kita. Meliuk membahana dengan tiap adegan bergemerincing suasana. Kata demi kata. Adegan demi adegan. Dan lahirlah karya.

Hari ini, lahirlah satu karya. Karya pertama saudara kami.
Sandra Olivia Frans
Dengan karya:
Hawa

Semoga 2005 bisa besar dengan setiap karyanya. Begitu pula Hawa. Menjadi awal perjuangan setiap pribadi 2005 untuk berkarya.

Semangat!
Malang. 280212.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Bibirku kelu.

Tidak. Mataku panas.

Tidak. Bulu kudukku meremang.

Tidak. Tubuh lemas.

Tidak. Tidak. Semua organ tubuhku berhenti berfungsi.

Aku menangis.

* – *

2003.
Sosokmu sejuk. Meretak semua angin. Aku yang bukan siapa-siapa di sana. Dan kau mengulurkan tanganmu. Merangkulku. Siapa nyana, engkau sahabatku yang pertama di sekolah itu.

Cowok dekil hitam kurus (saat itu). Ya aku lebih kurus darimu Achan, saat itu. Wajahku penuh jerawat. Ah, siapa nyana, engkau mau bersahabat denganku.

Tahukah?
Engkau lah temanku pertama yang kuajak ke persinggahanku. Rumah tanteku. Ingat ndak, saat aku memboncengmu di sepeda motorku, dan aku ngebut. “Nasi goreng masih enak.” Itu katamu. Aku terbahak. Kencang. Dan perlahan memelankan laju motorku.

Engkau membalasnya. Mengajak bertemu dengan ibumu. Aku tahu rumahmu. Bau rumahmu pun masih dapat kusesap.

* – *

La tahzan, Achan.
Bersabarlah.

Kami keluargamu. 2005. Dan semua sahabatmu.
Tentu tidak akan menggantikan ibu.
Tetapi raga kami… tidak, hati kami turut sakit.

La tahzan, Achan.
Aku tidak bisa menemani kesedihanmu.
Tapi Allah tahu, doaku tidak berhenti.

La tahzan, Achan.
Sahabatku. Keluargaku.

Udanawu.
23 Feb 2012. -00.23
Mengenang Ibunda Farchan.

Posted from WordPress for Android

Retaker Menggugat!!

Bagi kami, calon penyandang gelar keprofesian, ada dua hal yang hukumnya wajib kami jalani.

Yang pertama adalah pendidikan profesi.
Yang kedua adalah uji kompetensi.

Di Bulan Dirgahayu Indonesia kemarin, kami melaksanakan sebuah uji kompetensi. Hasilnya: di luar dugaan. Sebagian dari kami tidak lulus.

Tidak Lulus. Continue reading

%d bloggers like this: