Archive for September, 2014


Ujian Anatomi

Ini kejadian nyata nyaris sepuluh tahun lalu..
Betapa bel ujian praktikum anatomi itu memberikan efek merontokkan hafalan..

View on Path

Advertisements

(Cinta) Realitas VS Impian

Cinta adalah satu kata paling absurd di dunia. Nyaris tanpa definisi. Meski para pujangga tak pernah berhenti berusaha memaknainya.

Bagi saya, cinta adalah kontrak hubungan satu arah. Tidak berlaku hubungan timbal balik. Pun membutuhkan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, cinta di dunia ini hanya ada dua bentuk utama.

Pertama. Cinta kepada Tuhan, maupun esensi pencipta yang dipercayainya. Lihat saja betapa kita memohon, menumpahkan curahan hati, kadang berkeluh kesah dalam sisipan doa kita. Cinta yang tanpa syarat dan tak meminta balasan.

Kedua. Cinta berdasarkan darah. Cinta kepada orang tua dan anak. Lihat saja, tanpa menuntut apapun, kita telah jatuh cinta pada anak kita bahkan di detik pertamanya menghirup udara. Lagi-lagi cinta tanpa syarat. Tak menuntut kembali cinta.

Lantas bagaimana bentuk cinta yang lain?

Entahlah. Kadang, cinta yang lain itu tidak pernah berhenti dihiasi keinginan, tuntutan, dan nuansa manusiawi lainnya.

Kadang, itu membuatnya begitu berwarna dan tampak berharga.

Kadang, itu membuat perih dan kepahitan sempurna. Ketika impian tak menemui realitas. Atau realitas yang menghantam. Telak.

Maka, cinta itu seharusnya tak bersyarat.

Tapi, kita akan selalu mementingkan cinta. Begitulah manusia. Begitulah juga saya.

Dicky, 2014

Kenangan Ajaib

Dalam lembar-lembar kisah hidup kita, akan ada kenangan yang tak terhitung jumlahnya.

Sebagian kenangan itu tercerna dengan indah dan membentuk lapisan aksara yang mengalir ringan. 

Sebagian kenangan, bercerita tentang orang terkasih yang menghiasi sebagian besar kisah hidup kita. Bab demi bab bercerita tentang mereka.

Sebagian kenangan menyakitkan, yang selalu berakhir dengan tanya tak terjawab. Kadang pula bertumpu pada penyesalan.

Sebagian kenangan memiliki elemen mengejutkan. Degup dan debar mewarnai kenangan ini, awal tak terencana dan akhir tak terkira.

Namun di antara semua bagian itu.. ada kenangan yang tak kasat mata berbisik lirih. Hanya tersirat pada beberapa kata tak jelas di sebagian kisah. Kadang terukir jelas dari barisan diksi, meski hanya sebagai cerita pendamping. Kadang nyaris terlewat dari ingatan karena berupa catatan kaki yang mungil di ujung halaman. Di atas semua itu, ia adalah anomali, karena konsisten dari awal sampai akhir.

Kenangan ajaib yang memporak-porandakan akal.

Dicky, 2014

%d bloggers like this: