Archive for March, 2011


A 64-year-old woman slips and falls on an icy sidewalk. She hits the side of her head on the curb. After a momentary loss of consciousness she recovers, but is in some pain. Fifteen minutes later her level of consciousness begins to fluctuate and she is brought to the emergency room comatose. Magnetic resonance imaging (MRI) of the patient’s head within the first few hours of injury should reveal which of the following?

a. A normal brain

b. Intracerebral hematoma

c. Temporal lobe contusion

d. Subarachnoid hemorrhage

e. Epidural hematoma

the answer is below… Continue reading

Advertisements

A 37-year-old alcoholic man awakes with clumsiness of his right hand. Neurologic examination reveals poor extension of the hand at the wrist. He most likely has injured which one of the following nerves?

a. Median nerve

b. Brachioradialis nerve

c. Musculocutaneous nerve

d. Radial nerve

e. Ulnar nerve

the answer is below… Continue reading

An 18-year-old boy is brought into the emergency room after a diving accident. He is awake and alert, has intact cranial nerves, and is able to move his shoulders, but he cannot move his arms or legs. He is flaccid and has a sensory level at C5. Appropriate management includes which of the following?

a. Naloxone hydrochloride

b. Intravenous methylprednisolone

c. Oral dexamethasone

d. Phenytoin 100 mg tid

e. Hyperbaric oxygen therapy

the answer is below… Continue reading

Mau lihat data teknis…? Continue reading

Pernah kah kita selama menjalani praktik kedokteran, entah itu sebagai koass, atau bagi yang sudah dapat STR—sebagai dokter, menyembunyikan satu atau beberapa informasi dari pasien terutama terkait dengan kesalahan medis?

Hemm… pasti pernah!!

Saya yakin, sebagian besar dokter pernah melakukan hal tersebut, sengaja maupun tidak sengaja. Dan bahkan menyembunyikannya dari pasien… minimal melakukannya atas perintah seseorang yang lebih tinggi dalam hierarki kasta di RS.

Tentu saja, semua orang tidak ingin dianggap salah, atau disalahkan. Karena kita tahu, masyarakat sekarang semakin pragmatis. Setiap kesalahan yang terekspos akan divonis sebagai malpraktik, tanpa ada dasar yang kuat. Setiap pengacara bagaikan hiu yang siap mengendus bau darah dari bisikan-bisikan keluarga pasien. Setiap pengacara merapatkan barisan, siap menangguk keuntungan besar dalam setiap kasus malpraktik yang didapatkan. Sekali lagi, kadang tanpa dasar medis yang jelas.

Medscape Medical Ethics rupanya menangkap ini sebagai fenomena. Dan melakukan penelitian kecil dengan judul: ‘Some Worms Are Best Left in the Can’ — Should You Hide Medical Errors?

Dari sudut pandang etik, muncul sebuah pertanyaan, bila keluarga pasien tidak mengetahui kesalahan yang dibuat oleh dokter, haruskah dokter mengaku? Dan sejauh apa dokter menjaga kepercayaan dalam konteks hubungan dokter-pasien?

Dalam penelitian kecil ini, lebih dari 1000 responden yang merupakan dokter memberikan tanggapan yang bervariasi terhaap empat pertanyaan. Continue reading

”Lingkungan? Apa yang akan kita bicarakan tentang lingkungan? Lihat apa yang tersisa dari seonggok manifestasi dari kata lingkungan!!” sahut salah seorang sahabat saya ketika saya mintai pendapat tentang lingkungan.

***

saya adalah saksi mata betapa pembangunan yang bersifat ekonomis–menghasilkan uang–menjadi raja.

Kota Malang yang dulu punya semangat “Malang Ijo Royo-Royo”, kini diplesetkan menjadi “Malang Ijo Ruko-Ruko”. Semua Lahan Hijau dibabat habis, menjadi Ruko. Semua diukur berdasarkan produktivitasnya.

Universitas Brawijaya pun tidak ingin tertinggal. Semua pohon dibabat diganti pohon palem. Dengan alasan yang terkadang membuat alis saya terangkat.

***

Indonesia, baru saja menjadi tuan rumah sebuah konferensi internasional. United Nations Framework Convention on Climate Change 2007 (UNFCCC 2007) yang dilaksanakan di Nusa Dua, Bali, merupakan sebuah konferensi untuk menetapkan kerangka kerja PBB untuk perubahan iklim global. Continue reading

A 27-year-old has just had an ectopic pregnancy. Which of the following events would be most likely to predispose to ectopic pregnancy?

a. Previous cervical conization

b. Pelvic inflammatory disease (PID)

c. Use of a contraceptive uterine device (IUD)

d. Induction of ovulation

the answer is below… Continue reading

A 26-year-old G1 at 37 weeks presents to the hospital in active labor. She has no medical problems and has a normal prenatal course except for fetal growth restriction. She undergoes an uncomplicated vaginal delivery of a female infant weighing 1950 g. The infant is at risk for which of the following complications?

a. Hyperglycemia

b. Fever

c. Fever

d. Anemia

e. Hypoxia

the answer is below… Continue reading

A 20-year-old gravida 1 at 32 weeks presents for her routine OB visit. She has no medical problems. She is noted to have a blood pressure of 150/96, and her urine dip shows 1+ protein. She complains of a constant headache and vision changes that are not relieved with rest or a pain reliever. The patient is sent to the hospital for further management. At the hospital her blood pressure is 158/98 and she is noted to have tonic-clonic seizure. Which of the following is indicated in the management of this patient?

a. Low-dose aspirin

b. Dilantin (phenytoin)

c. Antihypertensive therapy

d. Magnesium sulfate

e. Cesarean delivery

the answer is below… Continue reading

Teman-teman semua, sering kita merasa bosan dengan rutinitas kita. Sering kita merasa jenuh belajar. Kenapa? Karena kita memang jenuh. Kita telah lama berada di zona nyaman, kursi yang empuk, rumah yang nyaman, kendaraan yang siap sedia, dan orang tua yang baik nan perhatian.  Semua kenyamanan membuat kita malah membuat kita malas belajar.

Kali ini, kita akan belajar sebuah pelajaran hidup, Teman. Pelajaran dari seorang sahabat saya. Pelajaran tentang sebuah keadaan yang teman-teman mungkin akan pelajari di kampus, tapi kali ini dari sebuah sudut pandang yang berbeda. Pelajaran dari seseorang yang membenci mahasiswa yang justru bermalas-malasan padahal hidup mereka nyaman. Pelajaran yang akan mengingatkan kita bahwa dunia ini tidak hanya berisi kenyamanan, tapi sebuah perjuangan.

Hari itu, hari perjanjian kami, udara cukup menyenangkan. Tidak panas namun juga tidak hujan. Saya memang bersahabat dengan sumber kita kali ini. Kita sebut saja Stroberi. Saya bersahabat dengan Stroberi mulai SMP hingga SMA. Lalu mulai semester kedua kelas satu SMA, saya meneruskan studi di Malang. Hingga kini, kami sama-sama kuliah di Universitas Brawijaya meskipun berbeda fakultas, kami beberapa kali meluangkan waktu untuk saling bertemu. Continue reading

%d bloggers like this: