Beberapa hari yang lalu, saat saya sedang duduk di laboratorium analisis sperma poli Andrologi RSU dr. Soetomo, tetiba ditanya senior PPDS saya.

Dick, kamu pilih PKS ya?

Saya terhenyak sejenak. Maklum, saya selama ini memang berada dalam lingkungan yang nyaris tidak pernah membicarakan politik. Sangat berbeda dengan pengalaman kuliah dimana sebagai aktivis tentu saja tiap hari bergulat dengan aktivitas yang mirip aktivitas politik, entah sama atau tidak. Bukan politisi sih. Hehe…

Lantas apa jawaban saya?

Iya Mbak… Hehehe… Saya menjawab sambil tersenyum

PKS itu banyak yang istrinya banyak. Suka sebel lihatnya. Sahut senior saya yang satu lagi.

Hehe… Yah memang oknum kan berbeda Mbak. Kalau menurut saya pembinaan kader PKS yang menurut saya sangat menjaga integritas dan sopan santun. Ada kualitas yang harus dicapai dan dijaga.

Begitulah jawaban saya. Saya tidak pernah bisa membahasakan dengan baik kenapa saya memilih PKS. Pun ini adalah pertama kalinya saya memilih PKS. Perjalanan panjang sebagai aktivis di kampus tercinta FK Universitas Brawijaya memberikan banyak pengalaman bersentuhan dengan banyak personal. Dan kebetulan banyak informasi tentang lingkar kajian PKS.

Tapi tetap saja sulit bagi saya mengungkapkan ‘kenapa saya memilih PKS’. Lantas saya membaca kultwit ustadz Salim A. Fillah. Dan sontak saya tersentuh dengan cara beliau mengungkapkan apa yang persis saya pernah alami dan saya rasakan.

Kultwit Ustadz @salimafillah

1) Para kanda mahasiswa itu hadir ke sekolah kami; dalam acara kerohanian bagi murid baru. Para alumni ini; shalih, rapi, & berprestasi. #ks

Continue reading

Advertisements