Tag Archive: trik


Persiapan IELTS

Ah, sudah lama tidak menulis. Pikiran rasanya buntu karena tidak pernah diasah (bukan buntu, Dok, tapi tumpul. Hehehe…)

Kali ini saya mau sharing dengan rekan pembaca semua tentang IELTS. Wuih, makanan apa itu Dok? Huehehehehe… ini bukan sembarang makanan. Makanan yang satu ini ndak akan bikin perut kita kenyang. Malah lapar membahana ditambah mules. Hehehe… kenapa? Karena memang susah sekali. Eits, jangan khawatir. Posting kita kali ini akan membahas tips dan trik agar tes IELTS kita bisa lebih baik.

Oke, mari kita kembali ke laptop!!

IELTS adalah sebuah ujian untuk menakar kemampuan bahasa Inggris kita.

Lho, kan ada TOEFL, Dok?

Weits, jangan disela dong. Hehehe… Nah, itulah bedanya. TOEFL (The Test of English as a Foreign Language) ini meskipun diakui oleh dunia, namun memiliki keterbatasan, terutama bila kita ingin melanjutkan studi atau pindah ke Negara-Negara Persemakmuran Inggris. Negara-negara Commonwealth ini biasanya lebih suka menggunakan standar IELTS atau kepanjangannya International English Language Testing System. Kenapa? Karena IELTS memang lebih komprehensif. Tidak seperti TOEFL yang hanya terdiri dari tiga sesi, Reading, Listening, dan structure, IELTS memiliki empat sesi, selain reading dan listening, IELTS meleburkan penilaian structure dalam sesi ‘pengamalan’ langsung melalui sesi writing dan speaking. Harapannya, kalau structure oke, seharusnya writing dan speaking juga oke. Tapi… yah, harapan tinggallah harapan (putus asa saking susahnya speaking dan writing. Hehehe…).

Continue reading

Advertisements

Selamat pagi semua…
Hehe… Ini adalah hari pertama buka lapak sendiri. Pagi-pagi begini biasanya masih males-malesan di sofa sekarang duduk di ruang praktik, rapi.

Nah sembari menunggu pasien, saya mau berbagi tulisan. Mau? Maauu? Alhamdu… lillaaah. Eh, salah. Misfokus. Hehe…

Teman-teman pembaca sekalian, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi akun (at)triomacan2000 men-jlentreh-kan dosa para dokter. Dalam twitnya, dokter, secara tersirat adalah sosok yang tidak profesional, menghisap uang pasien (macam vampir saja), malas visite, kalau visite tak ditengok pula itu pasien. Hemmm… berat. Sungguh berat. Bahasa kerennya nih, Bedside manner yang sangat buruk. Bahkan ada yang bilang dehumanisesyen (dehumanization kali ya. Hehe…)

Seperti apa sih Dok, yang kita bilang bedside manner yang buruk atau dehumanisesyen itu?

Continue reading

Menghadapi pasien anak adalah salah satu hal yang unik sekaligus menantang. Bahkan kadang lebih terasa menyebalkan. Hehe… nah kali ini saya sudah lama tidak posting. Sembari menunggu teman sejawat saya PPDS Psikiatri menyelesaikan visite-nya, saya akan berbagi tips dan trik.

Ketika kita memeriksa pasien anak, yang dibutuhkan adalah kesabaran. Mereka bukan pasien dewasa yang bisa menerangkan jenis dan tipe nyeri. Mereka juga bukan menangis karena sakit, mungkin lebih ke arah takut dengan kita sebagai dokter. Bagi bayi, mungkin sensasi sentuhan tangan yang berbeda dengan ibundanya akan bisa membuat mereka menangis sepanjang waktu.

Maka tugas kita mengumpulkan data yang adekuat untuk menetapkan diagnosis, dengan kondisi pasien yang jelas sulit memberikan informasi. Bila kita buru-buru, bukan tidak mungkin kita hanya akan mendapati misdiagnosis dan misterapi.

Lalu bagaimana dong, Dok?

Begitu pasien bayi datang, gunakan kesempatan untuk berinteraksi dengan pasien anak. Bermain cilukba dengan pasien bayi. Memegang tangan sambil memeriksa reflek-reflek bayi. Usahakan dapatkan perhatian bayi dengan respon positif, tandanya: dia tidak menangis dengan kehadiran kita.

Continue reading

%d bloggers like this: