Tag Archive: tips


Nyeri Punggung Dan Nyeri Leher

Nyeri Punggung dan Nyeri Leher

Back Pain dan Neck Pain.

Back pain atau nyeri punggung maupun neck pain atau nyeri leher merupakan masalah tulang belakang yang biasa dialami oleh manusia. Keluhan nyeri punggung dan leher biasanya muncul pada saat aktivitas, seperti berdiri lama, atau duduk lama (mengemudi kendaraan atau posisi kerja). Spektrum keluhan mulai dari nyeri tajam, tumpul, sampai hanya yang terasa kemeng. Statistik menyebutkan bahwa lebih dari 80% orang menderita nyeri punggung atau leher setidaknya sekali seumur hidup.

Nyeri punggung atau leher itu kenapa sih, Dok?

Yang perlu diingat adalah nyeri punggung dan leher merupakan gejala. Mayoritas nyeri punggung dan leher disebabkan oleh salah otot (keseleo) dan masalah degeneratif (proses penuaan). Hal ini biasanya dikarenakan postur tubuh kita yang buruk, otot penyangga tulang belakang yang lemah, atau kondisi overweight. Kondisi ini tidak serius dan merupakan kondisi yang dapat ditangani. Penanganan bergantung pada masalah yang muncul. Sebagian besar bisa membaik dengan sendirinya dalam enam minggu. Operasi jarang dilakukan (statistik menyebutkan hanya 1% masalah tulang belakang yang membutuhkan operasi pada penanganan pertama), tapi diperlukan pada beberapa kasus dimana penanganan konservatif tidak memperbaiki kesehatan tulang belakang.

Lantas kapan kita perlu datang ke dokter, Dok?

Continue reading

Advertisements
image

Determinasi

Sudah lama tidak menulis. Mau menulis apa ya sembari menanti mobil yang sedang dicuci. Ah bagaimana kalau kita bicara tentang salah satu ability yang berharga dalam menjalani hidup. Cieeee… Dokter gaya thok.

Hehe… ini benar lho. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Sering juga setelah kita memutuskan, ternyata hasilnya tidak sesuai harapan kita. Lantas kita berkeluh kesah. Banyak pertanyaan yang muncul, seperti: kenapa ini terjadi pada saya? Saya tidak pantas mengalami ini. Kalau dalam dunia profesi kita: dia lebih bodoh dari saya kok bisa diterima spesialis saya tidak.

Hehe… saya kali ini mau bercerita tentang pengalaman mendaftar PPDS. Ya pengalaman saya. Ya pengalaman teman-teman saya. Dan ternyata setelah saya renungi, ternyata missing puzzle-nya adalah determinasi.

Determinasi sangat sulit dicari makna dalam bahasa Indonesia. Definisi menurut KBBI adalah hal menentukan. Definisi kedua adalah ketetapan hati. Bingung kan? Hehe… Menurut saya, gambar diatas, sepertinya bisa menggambarkan determinasi. Apa yang membuat laki-laki itu mampu mendorong batu? Kekuatan. Ya. Tetapi dalam sebuah setting cerita yang utuh, mungkin dia mendorong batu awalnya di tanah datar. Suatu ketika dia sampai pada tanjakan, apa yang membuat dia tetap berusaha mendorong batu? Itulah determinasi. Selesaikan sampai tujuan.

Continue reading

Persiapan IELTS

Ah, sudah lama tidak menulis. Pikiran rasanya buntu karena tidak pernah diasah (bukan buntu, Dok, tapi tumpul. Hehehe…)

Kali ini saya mau sharing dengan rekan pembaca semua tentang IELTS. Wuih, makanan apa itu Dok? Huehehehehe… ini bukan sembarang makanan. Makanan yang satu ini ndak akan bikin perut kita kenyang. Malah lapar membahana ditambah mules. Hehehe… kenapa? Karena memang susah sekali. Eits, jangan khawatir. Posting kita kali ini akan membahas tips dan trik agar tes IELTS kita bisa lebih baik.

Oke, mari kita kembali ke laptop!!

IELTS adalah sebuah ujian untuk menakar kemampuan bahasa Inggris kita.

Lho, kan ada TOEFL, Dok?

Weits, jangan disela dong. Hehehe… Nah, itulah bedanya. TOEFL (The Test of English as a Foreign Language) ini meskipun diakui oleh dunia, namun memiliki keterbatasan, terutama bila kita ingin melanjutkan studi atau pindah ke Negara-Negara Persemakmuran Inggris. Negara-negara Commonwealth ini biasanya lebih suka menggunakan standar IELTS atau kepanjangannya International English Language Testing System. Kenapa? Karena IELTS memang lebih komprehensif. Tidak seperti TOEFL yang hanya terdiri dari tiga sesi, Reading, Listening, dan structure, IELTS memiliki empat sesi, selain reading dan listening, IELTS meleburkan penilaian structure dalam sesi ‘pengamalan’ langsung melalui sesi writing dan speaking. Harapannya, kalau structure oke, seharusnya writing dan speaking juga oke. Tapi… yah, harapan tinggallah harapan (putus asa saking susahnya speaking dan writing. Hehehe…).

Continue reading

Selamat pagi semua…
Hehe… Ini adalah hari pertama buka lapak sendiri. Pagi-pagi begini biasanya masih males-malesan di sofa sekarang duduk di ruang praktik, rapi.

Nah sembari menunggu pasien, saya mau berbagi tulisan. Mau? Maauu? Alhamdu… lillaaah. Eh, salah. Misfokus. Hehe…

Teman-teman pembaca sekalian, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi akun (at)triomacan2000 men-jlentreh-kan dosa para dokter. Dalam twitnya, dokter, secara tersirat adalah sosok yang tidak profesional, menghisap uang pasien (macam vampir saja), malas visite, kalau visite tak ditengok pula itu pasien. Hemmm… berat. Sungguh berat. Bahasa kerennya nih, Bedside manner yang sangat buruk. Bahkan ada yang bilang dehumanisesyen (dehumanization kali ya. Hehe…)

Seperti apa sih Dok, yang kita bilang bedside manner yang buruk atau dehumanisesyen itu?

Continue reading

Dokter Itu Karakter

Beberapa pekan sebelumnya, saya berkesempatan menjadi tutor modul skill. Kali ini tentang history taking. Karena materi ini diberikan kepada mahasiswa semester satu, maka di awal, saya mengawali tutorial kali itu dengan sebuah pesan, bahwa menghafal checklist itu perlu. Wajib bahkan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana keluwesan kita dalam “menanya-nanyai” pasien. Bagaimana pasien tidak merasa di-‘interogasi’ oleh dokternya.

Seperti biasa, saya me-review secara keseluruhan dan men-‘coba’ beberapa mahasiswa untuk role play dengan saya sebagai pasien. Terlihat beberapa canggung bahkan sambil tersenyum bingung. Setelah mahasiswa saya lepas untuk mandiri role play, semakin terlihat kebingungan dan kecanggungan. Kalimat-kalimat bernada diktasi, seperti membaca urutan checklist, banyak jeda untuk recall –pertanyaan apa lagi yang belum saya tanyakan, apa pertanyaan saya sudah cukup, apakah pasien nyaman.

Setelah kami diskusi, muncul sebuah keluhan. Betapa sulitnya memposisikan diri sebagai dokter. Saya tersenyum.

“Dok, menanyakan pertanyaan standar saja begitu susah. Bagaimana kalau pasien dengan penyakit seksual yang mungkin semakin tidak mau terang-terangan menjelaskan kondisi sakitnya?”

Continue reading

Menghadapi pasien anak adalah salah satu hal yang unik sekaligus menantang. Bahkan kadang lebih terasa menyebalkan. Hehe… nah kali ini saya sudah lama tidak posting. Sembari menunggu teman sejawat saya PPDS Psikiatri menyelesaikan visite-nya, saya akan berbagi tips dan trik.

Ketika kita memeriksa pasien anak, yang dibutuhkan adalah kesabaran. Mereka bukan pasien dewasa yang bisa menerangkan jenis dan tipe nyeri. Mereka juga bukan menangis karena sakit, mungkin lebih ke arah takut dengan kita sebagai dokter. Bagi bayi, mungkin sensasi sentuhan tangan yang berbeda dengan ibundanya akan bisa membuat mereka menangis sepanjang waktu.

Maka tugas kita mengumpulkan data yang adekuat untuk menetapkan diagnosis, dengan kondisi pasien yang jelas sulit memberikan informasi. Bila kita buru-buru, bukan tidak mungkin kita hanya akan mendapati misdiagnosis dan misterapi.

Lalu bagaimana dong, Dok?

Begitu pasien bayi datang, gunakan kesempatan untuk berinteraksi dengan pasien anak. Bermain cilukba dengan pasien bayi. Memegang tangan sambil memeriksa reflek-reflek bayi. Usahakan dapatkan perhatian bayi dengan respon positif, tandanya: dia tidak menangis dengan kehadiran kita.

Continue reading

Nah. Beberapa saat yang lalu kita sudah memulai tips untuk teman-teman yang diterima kuliah di Fakultas Kedokteran (FK). Yaitu: menikmati hari-hari terakhir kita sebelum memulai kuliah kedokteran.

Maka ketika kita sudah melalui fase menikmati waktu bebas, kita memasuki dunia baru. Kuliah kedokteran. Wow! Bayangkan teman-teman yang dulu harus pakai seragam ke sekolah. Pelajarannya itu-itu saja. Kini kuliah! Kedokteran lagi. Gairah itu akan muncul. Membayangkan belajar tubuh manusia, anatomi dan fungsi-fungsinya. Lantas apa tips berikutnya?

Continue reading

Ha!
Ini dia yang menjadi momok bagi sebagian koass a.k.a dokter muda. Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hampir setiap koass malas melakukannya. Sebagian karena lelah. Sebagian karena bosan karena terlalu sering. Sebagian merasa itu tidak penting karena jarang diakui hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik kita. Sebagian merasa canggung karena merasa menginterogasi pasien. Sebagian lagi merasa kita tidak membantu pasien dengan hanya menanyai dan memeriksa fisik pasien.

Pernah di suatu klinik. Saya praktek dan pasien antri panjang. Karena sangat terburu-buru kuatir pasien tidak nyaman, maka saya mengalokasikan waktu lebih banyak di anamnesis dan KIE obat. Hingga satu waktu, salah seorang pasien, jelas dari anamnesis ini adalah pasien myalgia. Saya pun segera memberi resep lantas terkejut dengan pertanyaan pasien, “saya ndak diperiksa, Dok?”

Begitulah. Pasien ternyata sangat menghargai usaha kita dalam bertanya dan memeriksa, sesederhana apapun metodenya. Apalagi bila peran kita sebagai dokter muda. Jangan salah. Kita justru punya banyak kelebihan dibandingkan supervisor ataupun PPDS. Apa itu?

Continue reading

%d bloggers like this: