Tag Archive: surabaya


Osteoarthritis lutut

Osteoarthritis lutut (OA lutut) adalah penyebab paling umum dari nyeri lutut pada orang lanjut usia (lansia). Sebagian besar OA lutut disebabkan karena penggunaan sendi lutut yang terus-menerus dan akhirnya sendi lutut sampai pada kondisi aus, terutama mereka yang memiliki berat badan ekstra. Pada beberapa kasus, OA lutut dapat disebabkan karena trauma dan infeksi pada sendi lutut bahkan bagi beberapa penderita, OA lutut adalah kondisi yang bersifat genetik (diturunkan).

Wah, sampai genetik juga ya, Dok. Apa gejalanya, Dok?

Penderita OA lutut memiliki keluhan nyeri pada lutut, terutama ketika jongkok dan naik turun tangga. Pada beberapa kasus yang berat bahkan berjalan biasa juga menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini berlangsung beberapa lama hingga akhirnya akan memberikan keterbatasan. Sendi lutut sering kaku dan sulit digerakkan. Berjalan jarak jauh atau dengan durasi yang lama yang biasanya tanpa masalah, mulai menjadi masalah. Nyeri lutut ini biasanya mereda dengan istirahat.

Begitu ya, Dok. Bagaimana kok bisa OA lutut menjadi rasa nyeri, Dok?

Oke. Sendi lutut adalah sendi terbesar di tubuh kita. Dan sangat kompleks. Sendi lutut ini harus kuat untuk menopang tubuh kita (dengan berat badan kita) sehingga kita bisa berdiri tegak, sekaligus berfungsi sebagai engsel agar kita bisa berjalan, dan fungsi ekstra sebagai peredam kejut bagi tubuh kita kita bisa melakukan aktifitas lainnya, seperti olah raga.

Pada OA lutut, proses yang terjadi adalah kartilago yang merupakan bantalan alami dari lutut tidak berfungsi dengan baik karena permukaannya menipis dan kasar. Hal ini seperti yang telah disebutkan di atas, bisa disebabkan karena banyak hal, diantaranya trauma, penggunaan terus menerus, berat badan yang berlebih, bahkan genetik.

Continue reading

Advertisements

Pengalaman menyetir di Surabaya ya seperti yang tergambar di foto ini.

Klakson dibunyikan setiap saat, bahkan tepat saat lampu merah menjadi hijau. Saat jalan sedang lengang pun klakson tetap terdengar. Untuk memastikan tidak ada yang menghalangi jalannya?
Entahlah.
Lampu hazard jadi senjata untuk dapat berhenti semaunya sendiri di pinggir jalan dalam waktu yang lama.
Bila ditegur akan dibalas kilahan ketus.
Dan kita memang sering lupa ada fasilitas lampu sein. Kedua lampu ini memang lebih sering mati, mau bermanuver seperti apapun.

Sikap kita dalam berlalu lintas sering dapat dijadikan gambaran sikap kita dalam kehidupan sehari-hari. – with Nina

View on Path

Spinal Stenosis

“Dok, betis saya nyeri ketika berjalan dan saya yang biasanya jalan jauh tidak pernah bermasalah sekarang kok jadi tidak dapat berjalan jauh. Jalan agak lama sedikit, sudah nyeri. Kadang terasa nyeri di punggung setelah mengangkat barang dari lantai. Kenapa ya Dok?”

Nyeri betis ketika berjalan dapat disebabkan aliran darah yang terganggu ke tubuh bagian bawah. Namun, sedikit yang tahu bahwa nyeri pada betis ini juga dapat disebabkan adanya penyempitan kanal spinal yang menyebabkan kompresi saraf tulang belakang pada tulang belakang lumbal. Kondisi ini disebut spinal stenosis. Penderita spinal stenosis kadang memiliki keluhan nyeri betis setelah berjalan beberapa saat, dan mereda saat istirahat (duduk). Bila tidak ditangani dengan tepat, jarak tempuh berjalan ini kian lama kian pendek.

Apa sih, spinal stenosis itu, Dok?

Spinal stenosis adalah proses penyempitan kanal spinal yang berupa terowongan berisi saraf. Pada umumnya disebabkan proses degeneratif (penuaan) dari tulang belakang kita. Seiring dengan bertambahnya usia, diskus (bantalan) tulang belakang menipis dan melebar. Diskus yang melebar ini terkadang masuk ke kanal dan memberikan tekanan pada jaringan saraf yang melalui kanal dari pusat (otak) sampai ke tulang duduk kita. Diskus yang menipis juga menyebabkan sendi faset membesar dan ligament tulang belakang longgar hingga akhirnya menyebabkan kanal spinal semakin sempit.

Spinal stenosis dapat terjadi di tulang belakang servikal (leher) dan lumbal (punggung bawah). Tetapi pada umumnya terjadi pada bagian lumbal.

Penyebabnya apa ya, Dok?

Penyebab spinal stenosis yang paling sering adalah diskus yang melebar dan membuat kanal spinal menyempit. Selain itu, penyempitan kanal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: pertumbuhan tulang karena pengapuran, tumor, dan infeksi.

Figure 1 Spinal stenosis disebabkan penyempitan kanal spinal  [ sumber: http://www.mayoclinic.org/condition/seo/multimedia/spinal-stenosis/IMG-20006360 ]

Figure 1 Spinal stenosis disebabkan penyempitan kanal spinal
[ sumber: http://www.mayoclinic.org/condition/seo/multimedia/spinal-stenosis/IMG-20006360 ]

Gejalanya spinal stenosis ini apa ya Dok?

Kadang spinal stenosis bisa tanpa gejala sama sekali. Pada umumnya, penderita mengeluhkan nyeri pada betis, terutama setelah berjalan jauh, dan reda dengan istirahat, yaitu duduk, atau membungkukkan badan ke depan. Seiring dengan proses spinal stenosis, jarak tempuh semakin pendek. Pada kondisi spinal stenosis yang berat, keluhan nyeri dapat muncul bahkan saat istirahat, kadang menimbulkan nyeri, kesemutan, dan kelamahan otot. Apabila saraf yan tertekan adalah saraf yang bertugas mengontrol buang air, maka akan muncul gangguan fungsi buang air kecil dan besar. Gangguan ini disebut cauda equine syndrome. Kondisi ini membutuhkan operasi secepatnya.

Continue reading

UPPER CROSS SYNDROME

Upper cross syndrome adalah salah satu sindrom (kumpulan gejala) yang disebabkan ketidakseimbangan otot. Ketidakseimbangan otot ini sering disebabkan postur leher yang tidak benar. Pada orang yang memiliki postur tubuh atas yang benar, telinga dan bahu terletak dalam satu garis lurus. Pada orang dengan upper cross syndrome, kepala maju ke depan tubuh.

Figure 1 Kepala yang bergeser dari sumbu tubuh normal  [ sumber: http://www.drserbinski.ca/blog/wp-content/uploads/2012/09/upper-crossed.jpg ]

Figure 1 Kepala yang bergeser dari sumbu tubuh normal
[ sumber: http://www.drserbinski.ca/blog/wp-content/uploads/2012/09/upper-crossed.jpg ]

Loh, kan Cuma maju beberapa senti Dok?

Memang hanya maju beberapa sentimeter. Tetapi bayangkan tubuh kita seperti sebuah sistem yang saling terkait, termasuk otot. Ketika kepala kita maju sekian sentimeter, maka seharusnya kepala kita cenderung menunduk. Hal ini karena dengan bergesernya sumbu kepala, berat kepala kita menjadi lebih berat daripada berat kepala sebenarnya. Nah tubuh kita merespon dengan cerdas, bahwa tidak mungkin kita beraktifitas dengan kepala menunduk, maka otot leher akan bekerja keras untuk mengangkat kepala kita. Posisi leher yang sedang dalam mekanisme ini disebut hiperekstensi.

Continue reading

Ekspresi dr. Onny Pieters Sono SpAnd

Ekspresi dr. Onny Pieters Sono SpAnd

Continue reading

Keluarga Besar SMF Andrologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Keluarga Besar SMF Andrologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya

Continue reading

Salah satu keunikan memotret kembang api adalah kita tidak pernah tahu akan jadi seperti apa hasil foto kita. Ke arah mana cahaya bergerak, berbentuk apa, dan bagaimana segala ketidakpastian itu membeku dalam lensa kamera kita. Sudah cukup lama kah Shutter Speed kita? Apakah terlalu lama? Atau mungkin terlalu sebentar? Bagaimana fokusnya? Bukankah sulit menentukan fokus saat malam?

Itulah menariknya memotret kembang api. Dalam frame ini, salah satu favorit saya, tampak peri cahaya dengan sayap warna-warni berpendar seolah menari dengan gemulai diiringi pengawal-pengawalnya berwarna putih bagai ubur-ubur. Peri cahaya yang turun ke bumi. Indah!

Continue reading

SKOLIOSIS

Skoliosis adalah gangguan berbentuk lengkungan menyamping pada tulang belakang yang awalnya tegak lurus. Apabila dilihat tampak belakang, tulang belakang pada penderita skoliosis akan terlihat seperti huruf “S” atau “C”, sedangkan tulang belakang yang normal  terlihat seperti huruf “I”. Skoliosis biasanya mempengaruhi dua kelompok usia: anak-anak atau remaja dan orang tua.

Kok bisa terjadi skoliosis ya Dok?

Skoliosis dapat terjadi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kongenital, degeneratif, dan idiopatik. Skoliosis kongenital adalah kondisi dimana terjadi defek pada tulang belakang  yang mengalami kelainan perkembangan. Defek ini dapat terjadi pada dua kondisi yaitu defek segmentasi dan defek formasi. Penyebab defek ini belum diketahui. Skoliosis degeneratif adalah kondisi dimana terjadi trauma (kecelakaan maupun penyakit) yang menyebabkan kelainan bentuk tulang belakang.

Continue reading

Beautiful Spectrum

Beautiful Spectrum

Continue reading

Surabaya do the celebrate!!

Surabaya do the celebrate!!

Continue reading

%d bloggers like this: