Tag Archive: pakaian


Selamat pagi semua…
Hehe… Ini adalah hari pertama buka lapak sendiri. Pagi-pagi begini biasanya masih males-malesan di sofa sekarang duduk di ruang praktik, rapi.

Nah sembari menunggu pasien, saya mau berbagi tulisan. Mau? Maauu? Alhamdu… lillaaah. Eh, salah. Misfokus. Hehe…

Teman-teman pembaca sekalian, beberapa saat yang lalu, lagi-lagi akun (at)triomacan2000 men-jlentreh-kan dosa para dokter. Dalam twitnya, dokter, secara tersirat adalah sosok yang tidak profesional, menghisap uang pasien (macam vampir saja), malas visite, kalau visite tak ditengok pula itu pasien. Hemmm… berat. Sungguh berat. Bahasa kerennya nih, Bedside manner yang sangat buruk. Bahkan ada yang bilang dehumanisesyen (dehumanization kali ya. Hehe…)

Seperti apa sih Dok, yang kita bilang bedside manner yang buruk atau dehumanisesyen itu?

Continue reading

Advertisements

Dokter Itu Karakter

Beberapa pekan sebelumnya, saya berkesempatan menjadi tutor modul skill. Kali ini tentang history taking. Karena materi ini diberikan kepada mahasiswa semester satu, maka di awal, saya mengawali tutorial kali itu dengan sebuah pesan, bahwa menghafal checklist itu perlu. Wajib bahkan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana keluwesan kita dalam “menanya-nanyai” pasien. Bagaimana pasien tidak merasa di-‘interogasi’ oleh dokternya.

Seperti biasa, saya me-review secara keseluruhan dan men-‘coba’ beberapa mahasiswa untuk role play dengan saya sebagai pasien. Terlihat beberapa canggung bahkan sambil tersenyum bingung. Setelah mahasiswa saya lepas untuk mandiri role play, semakin terlihat kebingungan dan kecanggungan. Kalimat-kalimat bernada diktasi, seperti membaca urutan checklist, banyak jeda untuk recall –pertanyaan apa lagi yang belum saya tanyakan, apa pertanyaan saya sudah cukup, apakah pasien nyaman.

Setelah kami diskusi, muncul sebuah keluhan. Betapa sulitnya memposisikan diri sebagai dokter. Saya tersenyum.

“Dok, menanyakan pertanyaan standar saja begitu susah. Bagaimana kalau pasien dengan penyakit seksual yang mungkin semakin tidak mau terang-terangan menjelaskan kondisi sakitnya?”

Continue reading

Ini memang jaga ujian pertama.
Dan mungkin yang paling mengejutkan.

Karena saya menemukan sosok mahasiswa dengan menggunakan daster jingga setinggi betis nan tipis dilapisi cardigan kuning, dan flat-shoes merah. Rambut diikat kruwel-kruwel ke atas kepala. Seperti orang akan berangkat mandi. Atau mungkin ibu-ibu yang akan belanja di tukang sayur kompleks.

Oh come on, Stud. Anda boleh cuek dengan penampilan anda. Tetapi tolong dijaga dan dipertahankan wibawa profesi anda.

Continue reading

%d bloggers like this: