Tag Archive: medis


“What profession would you pursue if you couldn’t do anything related to medicine?”

Nah!
Pernah mikir seperti ini?

Saya? Sering. Bahkan dulu ketika saya belum masuk FK pun, meski bercita-cita menjadi dokter, saya harus siap kalau-kalau saya tidak diterima di FK. Pilihan saya saat itu, menjadi psikolog!!

Hehe… sama dengan dokter kan? Sama-sama menghadapi manusia. Saya mengenal diri saya sepenuhnya bahwa saya suka berhadapan dengan manusia. Sebagai rekan tim, rekan kerja, bahkan pasien.

Setelah menjalani pendidikan di FK, saya menyadari satu lagi gairah yang membakar semangat saya. Passion saya adalah menjadi seorang speaker alias pembicara. Berdiri di depan banyak orang, menyampaikan banyak hal, mengubah pola pikir banyak orang dengan kekuatan kata-kata kita, menyaksikan para pendengar kita tersenyum, tertawa, menangis mendengar lontaran kata kita.

Berawal dari aktif di banyak kegiatan mahasiswa, beberapa kali diminta adik kelas mengisi materi motivational training ataupun materi-materi kemahasiswaan, saya begitu mencintai kesempatan untuk berbicara di depan banyak orang. Sayang kesibukan koass sempat membuat saya kesulitan menerima tawaran mengisi materi.

Continue reading

Yup.
Datanglah posting ketiga alias terakhir dari serial posting selamat datang untuk mahasiswa FK. Kita telah bahas tentang apa yang harus kita lakukan sebelum benar-benar kuliah di FK. Selanjutnya langkah awal ketika kuliah di FK. Sekarang kita akan membahas tentang bagaimana hidup di FK.

Kuliah di FK itu keras. Benar. Bagi mereka yang belum menjalani mungkin kesannya berlebihan. Tapi cobalah bayangkan apa saja yang harus ada di kepala kita sebagai dokter yang baik. Jaringan, organ, sampai sel harus kita kenali. Baik bentuk, fungsi, maupun kelainannya. Jumlah kelainannya pun ribuan. Masing-masing kelainan memiliki tanda dan gejala. Tanda dan gejala ini tidak lantas langsung muncul sa’grenjengan pada satu pasien. Kadang hanya dua gejala yang arahnya ke satu kelainan. Tiga yang lain “punya”nya kelainan yang lain. So semrawut, tho?

Continue reading

Wah. Cape bahas vaksin terus. Ayo kita bahas sesuatu yang lebih ringan. Judulnya bisa dibaca. Saya mengamati ada perubahan tren di kalangan mahasiswa kedokteran. Bahkan di kalangan dokter. Yaitu munculnya fenomena tablet.

Kok bisa? Karena teknologi kini semakin murah dan lengkap. Evolusi pun muncul. Dari awal zaman dimana kita bergantung pada mesin ketik, komputer, laptop, hingga kini tablet. Mengingat kini kita ada di zaman tablet, jelas evolusi ini menawarkan yang semua orang cari, simpel, mudah dibawa, lengkap, dan bergaya. Tapi perlu nggak sih tablet itu bagi mahasiswa kedokteran atau dokter?

Di US, 30% dokter telah menenteng iPad®. Wow! Ini spesifik pada produk dari raksasa elektronik berlogo apel tergigit. Dan Apple sendiri berani mengklaim bahwa lebih dari 80% dokter di RS Top US menggunakan iPad. Meski tidak dijelaskan RS mana yang disebut Top.

Continue reading

%d bloggers like this: