Tag Archive: malang


Ini nih. Saya sedang pengen nulis ringan. Mau cerita tentang pengalaman dua tahun lebih praktik sebagai dokter. Cih, baru juga dua tahun, Dok. Hehehe… ndak papa lah ya… kan namanya juga bagi pengalaman. Sedikit memang, yang penting berbagi. Oh ya, kali aja ada yang belum tahu, saya praktik di dua tempat lho selama dua tahun ini.

Setelah lulus dokter (Agustus 2011), saya menjadi dokter tetap di klinik rawat inap di Desa Udanawu, Blitar. Ada yang tahu? Ini desa di ujung Blitar berbatasan dengan Kediri, sangat terisolir menurut saya, dimana untuk beli koran saja, saya harus naik motor dulu 10 km ke Srengat, Blitar atau ke luar kota, ke Kediri, malah cuma 3 km. Saya bertahan sampai dengan Agustus 2012, saya resign tepat saat saya mulai bertugas sebagai dosen di FK Universitas Brawijaya.

Nopember 2011, saya mulai mengisi klinik YDSF-BSMI Malang sampai sekarang. Nah mau cerita apa sih, Dok? Selama praktik, banyak pengalaman berkesan. Ini yang mau saya share.

1. Udanawu. Bukan dibayar dengan buah, tapi sering dikirim buah hasil ladang pasien. Rambutan, mangga, jambu, buah naga, dan… kesemek! Ha. Baru kali itu saya makan buah kesemek yang sering muncul di serial Doraemon. Haha…

2. Udanawu. Pernah saya libur praktik karena pelesir caving ke Goa Jomblang selama 5 hari. Sepulangnya pelesir, perawat dan bidan bilang: Dokter, banyak dicariin pasien lho. Saya: lha kan ada dokter pengganti, mbak. Perawat-bidan: pasiennya maunya diperiksa sama dokter yang berewokan. Ya dokter Dicky lah. Saya: -___-

Continue reading

Advertisements

Di Car Free Day (CFD) Malang, sahabat saya Praba membawa Danbo. mari saya share  beberapa foto dengan model: Danbo. Memotret menggunakan danbo sedikit tricky. Hal ini mungkin dikarenakan kita lebih fokus pada suasana untuk membentuk nuansa foto. Dan keterbatasan gerak danbo, tentunya.

Selamat menikmati…

Continue reading

Naaah, kali ini saya potret dua orang sedang bersepatu roda. Lumayan juga kan hasilnya? Menggunakan tripod memang agak menyulitkan untuk mengatur ketinggian, terutama saat saya menggunakan fixed lens. Tetapi setelah beberapa kali mencoba, hasilnya tidak terlalu mengecewakan.

Foto ini saya ambil saat sang adik berusaha meraih tangan kakaknya untuk menjaga keseimbangan.

Selamat menikmati dan saya tunggu kritiknya…

Continue reading

Ini adalah posting tentang panning photography. Masih di lokasi yang sama, CFD Malang di jalan Ijen. Kali ini yang menjadi sasaran latihan panning  saya adalah tiga anak yang bersepeda ini. Hmmm… saya rasa lumayan juga hasilnya. Hehehe…

Selamat menikmati dan saya tunggu kritiknya…

Continue reading

Di Car Free Day (CFD) Malang, sahabat saya Praba membawa Danbo. mari saya share  beberapa foto dengan model: Danbo. Memotret menggunakan danbo sedikit tricky. Hal ini mungkin dikarenakan kita lebih fokus pada suasana untuk membentuk nuansa foto. Dan keterbatasan gerak danbo, tentunya.

Selamat menikmati…

Continue reading

Beberapa saat lalu, saya sempat menemani sahabat saya ke Car Free Day (CFD) Malang. Sekalian hunting foto deh. Hehe… kali ini saya berlatih teknik panning. Agak sulit untuk menghasilkan foto panning yang baik. Tetapi dengan beberapa kali percobaan, hasilnya agak lumayan.

Foto ini saya ambil di penghujung acara ketika matahari telah cukup menyengat. Seorang ibu sedang mendorong kereta bayi. Saya coba panning dan voila, jadilah Bionic Mother. Seolah ibu ini mendorong kereta bayinya dengan kecepatan tinggi. Blur di objek utama? Fokus objek di kereta bayi, bukan pada ibunya agar kesan kecepatan semakin terasa. Saya rasa masih bisa diterima karena di situlah menariknya teknik Panning.

Selamat menikmati dan saya tunggu kritiknya…

Continue reading

Naah.
Setelah sekian lama saya bisa jalan-jalan juga. Kali ini berawal tidur bersama (lho?!) dengan baba dan pepe, dua sahabat saya yang secara hitungan nasib di tahun naga air ini bisa berkumpul di Malang (hanya terjadi sekian tahun sekali).

Bangun pagi, baba sudah siap dengan DSLR nya. Mengajak ke CFD. Cuci mata (bilas di kamar mandi aja napa? Hehe..). Baiklah. Dengan segera kami melakukan persiapan (sebenarnya cuma bangkit dari berbaring dan manasin motor) dan segera berangkat.

Well. Hari cukup siang ketika kami sampai. 7.30. Perlahan kami menyusuri jalan Ijen yang romantis bertiga. Ingin rasanya menggenggam kedua tangan sahabatku. Pepe di kiri. Baba di kanan. Indah. (Woy, kok jadi gini ceritanya! Skip!!)

Continue reading

%d bloggers like this: