INFERTILITAS DENGAN PROBLEM INFEKSI PADA LAKI-LAKI

Wah, infeksi bisa menyebabkan problem infertilitas, Dok?

Secara garis besar, adanya infeksi atau inflamasi pada kelenjar asesoris reproduktif laki-laki dapat berimbas pada kemampuan fertilitas. Secara logika, akibat proses infeksi dan inflamasi, konsentrasi sitokain dan ROS yang meningkat, akan menyebabkan abnormalitas membran sperma dan bahkan DNA sperma. Untuk DNA, sudah kita bahas sekilas pada tulisan Uji Fragmentasi DNA direk.

Keberadaan ROS dalam proses infertilitas yang disebabkan infeksi, akan berimbas pada metode terapi. Terapi antibiotik saja sering tidak cukup mengembalikan fungsi kelenjar asesoris, tapi dibutuhkan suplemen antioksidan dan bahkan teknologi reproduksi berbantu (TRB) atau yang sering kita kenal sebagai bayi tabung untuk mengatasi problem infertilitas yang muncul.

Walah, sampai harus bayi tabung ya. Kok, bisa infeksi Dok?

Pada dasarnya, sistem urogenital laki-laki jauh lebih bagus dalam hal pertahanan terhadap infeksi, dibandingkan perempuan. Terutama disebabkan adanya blood testis barrier. Namun, infeksi dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu: endogen (MAGI) dan eksogen (PMS dan iatrogenik). MAGI adalah Male Accessory Glands Infection yaitu infeksi pada kelenjar asesoris. PMS adalah penyakit menular seksual. Iatrogenik adalah infeksi yang disebabkan tindakan medic seperti pemasangan kateter.

Pada laki-laki, kondisi infertilitas sering dikaitkan dengan MAGI. Keterkaitan ini, menurut WHO, tetap harus dibuktikan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan tentu saja analisis sperma. Secara prinsip, adanya infeksi akan menyebabkan meningkatnya sel darah putih. Sel darah putih, sebagian besar makrofag, akan menghasilkan sitokain inflamasi sebagai respon adanya antigen asing, pathogen (infeksi), dan juga bila terjadi radang kronik. Infeksi bisa dipicu pathogen yang berasal dari traktus urinarius atau penularan secara seksual (sexual transmitted disease).

Kalau kumannya apa saja, Dok?

Pathogen yang berasal dari traktus urinarius yang paling umum ditemukan menginvasi kelenjar asesoris adalah Escherichia coli, Proteus species, Klebsiella dan Streptococcus group D. kondisi infeksi akut dari bakteri ini dapat menyebabkan gangguan pada sperma, diantaranya motilitas dan morfologi sperma, kapasitas fertilitas, dan petanda biokimia dari seminal plasma.

Pathogen lainnya yang cukup penting adalah Chlamydia trachomatis, mycoplasmata, staphylococci dan enterococci. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa adanya E. coli, mycoplasmata dan Chlamydia trachomatis mengganggu reaksi akrosom dari sperma.

Secara imunologis, keberadaan infeksi dan inflamasi ini menyebabkan meningkatnya sitokain interleukin-8 (IL-8) oleh makrofag. IL-8 disebut memiliki dampak negative terhadap kapasitas fertilitas laki-laki dan meningkatnya konsentrasi IL-8 pada seminal plasma merupakan petanda sensitive adanya infeksi genital yang tersembunyi (silent genital infection).

Figure 1 Patomekanisme imunologi MAGI dan infertilitas [ sumber: Schill-Andrology for Clinician hal: 324]

Figure 1 Patomekanisme imunologi MAGI dan infertilitas [ sumber: Schill-Andrology for Clinician hal: 324]

Diawali dari keluarnya IL-1 yang merupakan reaksi inflamasi oleh kerusakan jaringan. IL-1 inilah yang menyebabkan banyak reaksi berantai. Diantaranya sekresi PMN netrofil, IL-8 dan ROS, makrofag (yang juga salah satu secretor terbesar untuk IL-8), IL-6 dan HGF (Hepatocyte Growth Factor). IL-6 akan berinteraksi dengan Limfosit-B memproduksi antibodi. Antibody inilah yang akan berpengaruh pada fungsi sperma.

Organ reproduksi laki-laki kan banyak Dok. Semuanya infeksi atau bagaimana, Dok?

Continue reading

Advertisements