Tag Archive: harapan


(Cinta) Realitas VS Impian

Cinta adalah satu kata paling absurd di dunia. Nyaris tanpa definisi. Meski para pujangga tak pernah berhenti berusaha memaknainya.

Bagi saya, cinta adalah kontrak hubungan satu arah. Tidak berlaku hubungan timbal balik. Pun membutuhkan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, cinta di dunia ini hanya ada dua bentuk utama.

Pertama. Cinta kepada Tuhan, maupun esensi pencipta yang dipercayainya. Lihat saja betapa kita memohon, menumpahkan curahan hati, kadang berkeluh kesah dalam sisipan doa kita. Cinta yang tanpa syarat dan tak meminta balasan.

Kedua. Cinta berdasarkan darah. Cinta kepada orang tua dan anak. Lihat saja, tanpa menuntut apapun, kita telah jatuh cinta pada anak kita bahkan di detik pertamanya menghirup udara. Lagi-lagi cinta tanpa syarat. Tak menuntut kembali cinta.

Lantas bagaimana bentuk cinta yang lain?

Entahlah. Kadang, cinta yang lain itu tidak pernah berhenti dihiasi keinginan, tuntutan, dan nuansa manusiawi lainnya.

Kadang, itu membuatnya begitu berwarna dan tampak berharga.

Kadang, itu membuat perih dan kepahitan sempurna. Ketika impian tak menemui realitas. Atau realitas yang menghantam. Telak.

Maka, cinta itu seharusnya tak bersyarat.

Tapi, kita akan selalu mementingkan cinta. Begitulah manusia. Begitulah juga saya.

Dicky, 2014

Sudah lama sekali tidak menulis. Masih dalam proses adaptasi kehidupan di Surabaya ini. Tapi kali ini saya ingin posting tulisan yang saya buat untuk tugas MKDU.

Pada sebuah kuliah MKDU PPDS di FK-Unair, ada mata kuliah Filsafat Ilmu. Dalam mata kuliah itu, kami diberikan sebuah parameter pengukuran kualitas sumber daya manusia. Apa itu? Tiga variabel. Moralitas, Soft skills, dan Hard skill. Tiga parameter inilah yang ditarik ke ranah profesi medis, yaitu dokter, menjadi sebuah konsep impian Dokter Indonesia. Apa saja itu?
Continue reading

%d bloggers like this: