Tag Archive: attitude


Dokter Itu Karakter

Beberapa pekan sebelumnya, saya berkesempatan menjadi tutor modul skill. Kali ini tentang history taking. Karena materi ini diberikan kepada mahasiswa semester satu, maka di awal, saya mengawali tutorial kali itu dengan sebuah pesan, bahwa menghafal checklist itu perlu. Wajib bahkan. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana keluwesan kita dalam “menanya-nanyai” pasien. Bagaimana pasien tidak merasa di-‘interogasi’ oleh dokternya.

Seperti biasa, saya me-review secara keseluruhan dan men-‘coba’ beberapa mahasiswa untuk role play dengan saya sebagai pasien. Terlihat beberapa canggung bahkan sambil tersenyum bingung. Setelah mahasiswa saya lepas untuk mandiri role play, semakin terlihat kebingungan dan kecanggungan. Kalimat-kalimat bernada diktasi, seperti membaca urutan checklist, banyak jeda untuk recall –pertanyaan apa lagi yang belum saya tanyakan, apa pertanyaan saya sudah cukup, apakah pasien nyaman.

Setelah kami diskusi, muncul sebuah keluhan. Betapa sulitnya memposisikan diri sebagai dokter. Saya tersenyum.

“Dok, menanyakan pertanyaan standar saja begitu susah. Bagaimana kalau pasien dengan penyakit seksual yang mungkin semakin tidak mau terang-terangan menjelaskan kondisi sakitnya?”

Continue reading

Advertisements

Karl Menninger, a well known American psychiatrist, had many conceptualizations regarding the mentally ill and treating them. Amongst them, was the concept that when it comes to treating our patients, our goal should be to “care” for them, rather than to “cure” them. He believed this approach to be valid for both psychiatric and medical patients.

Kesan pertama saya terhadap statement di atas adalah: WOW. Karena saya menemukan jawaban atas ke-galau-an saya beberapa saat lalu. Tentang profesi saya. Tentang bagaimana saya terhadap profesi ini.

Dokter memang memiliki tujuan utama menyembuhkan. Cure. Kita belajar empat tahun plus dua tahun di fakultas kedokteran. Belajar apa? Menyembuhkan penyakit. Kita belajar anatomi fisiologi biokimia untuk memahami how human body works. Lantas kita belajar patologi, dan berbagai macam penyakit klinis berdasarkan sistem, anatomi, untuk menyembuhkannya. Kita harus tahu how to diagnose, apa obatnya, dan bagaimana serta ke siapa merujuknya. Residen atau PPDS? Sama. Kita diajarkan bahwa tugas utama kita, tujuan utama kita, adalah melenyapkan disease. Mengobati sakit fisik pasien. To cure patient.

Continue reading

%d bloggers like this: