Archive for 20/06/2014


Sang Madakaripura (1)

Pose di depan Patung Gajah Mada

Pose di depan Patung Gajah Mada

Canon EOS 550DCanon EF 50mm f/1.8 II

1/250s f/2.5 at 50mm

Akhir minggu kemarin saya berkesempatan Tadabbur Alam. Hehe… ya, saya diajak senior PPDS Andrologi untuk berjalan-jalan ke Air Terjun Madakaripura. Ada yang pernah dengar? Bagi teman-teman pembaca yang tinggal di Jawa Timur saya rasa pernah sesekali mendengar nama air terjun yang katanya disebut sebagai air terjun terbagus di Jawa Timur.

Saya pribadi sangat tertarik dengan tawaran ini. Saya lama tinggal di Malang dan sering bermain ke air terjun sekitar Malang. Pernah juga ke Air Terjun Sedudo yang terkenal di daerah Nganjuk sewaktu stase di RS Kusta Kediri. Rasa penasaran pun menggelitik saya. Lagipula saya sudah terlalu lama memanjakan badan saya. Badan ini perlu diregangkan dengan sedikit petualangan alam. Maka saya terima tawaran senior saya ini, dan berangkatlah kami.

Kami berangkat pukul 7.00 dan sampai sekitar pukul 9.30. Masih relatif sepi. Adanya patung Maha Patih Gajah Mada menggoda kami untuk berfoto bersama sejenak sebelum memulai perjalanan yang cukup melelahkan untuk sampai di Sang Madakaripura.

Air Terjun Madakaripura berada di Probolinggo. Tepatnya di desa Sapih, Kecamatan Lumbang. Kalau kita menuju Probolinggo dari Pasuruan kita akan menemui pertigaan Tongas menuju ke Lumbang. Sesampainya di pasar Lumbang, kita belok kanan dan jalan masih naik lagi sekitar 10 km (meskipun ada tulisan di pinggir jalan yang menyebutkan jarak tinggal 5 km, saya rasa itu hanya pemberi harapan palsu. hehe…). Area Madakaripura berada di sekitar 620 m di atas permukaan laut. Ketinggian Air Terjun Madakaripura sekitar 200 m. Tetapi yang membuat saya tercengang adalah deretan air terjun yang menyambut kami sebelum sampai di Sang Madakaripura.

Bagaimana perjalanan kami menuju Sang Madakaripura? Tunggu posting selanjutnya.

Tautan yang berhubungan:

Jeram Madakaripura (2)

Buih Kapas Madakaripura (3)

Sweet Spot Madakaripura (4)

Tari Penyambutan Madakaripura (5)

Mengintip  Madakaripura (6)

Inilah Sang Madakaripura (7)

Osteoarthritis lutut

Osteoarthritis lutut (OA lutut) adalah penyebab paling umum dari nyeri lutut pada orang lanjut usia (lansia). Sebagian besar OA lutut disebabkan karena penggunaan sendi lutut yang terus-menerus dan akhirnya sendi lutut sampai pada kondisi aus, terutama mereka yang memiliki berat badan ekstra. Pada beberapa kasus, OA lutut dapat disebabkan karena trauma dan infeksi pada sendi lutut bahkan bagi beberapa penderita, OA lutut adalah kondisi yang bersifat genetik (diturunkan).

Wah, sampai genetik juga ya, Dok. Apa gejalanya, Dok?

Penderita OA lutut memiliki keluhan nyeri pada lutut, terutama ketika jongkok dan naik turun tangga. Pada beberapa kasus yang berat bahkan berjalan biasa juga menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini berlangsung beberapa lama hingga akhirnya akan memberikan keterbatasan. Sendi lutut sering kaku dan sulit digerakkan. Berjalan jarak jauh atau dengan durasi yang lama yang biasanya tanpa masalah, mulai menjadi masalah. Nyeri lutut ini biasanya mereda dengan istirahat.

Begitu ya, Dok. Bagaimana kok bisa OA lutut menjadi rasa nyeri, Dok?

Oke. Sendi lutut adalah sendi terbesar di tubuh kita. Dan sangat kompleks. Sendi lutut ini harus kuat untuk menopang tubuh kita (dengan berat badan kita) sehingga kita bisa berdiri tegak, sekaligus berfungsi sebagai engsel agar kita bisa berjalan, dan fungsi ekstra sebagai peredam kejut bagi tubuh kita kita bisa melakukan aktifitas lainnya, seperti olah raga.

Pada OA lutut, proses yang terjadi adalah kartilago yang merupakan bantalan alami dari lutut tidak berfungsi dengan baik karena permukaannya menipis dan kasar. Hal ini seperti yang telah disebutkan di atas, bisa disebabkan karena banyak hal, diantaranya trauma, penggunaan terus menerus, berat badan yang berlebih, bahkan genetik.

Continue reading

%d bloggers like this: