UPPER CROSS SYNDROME

Upper cross syndrome adalah salah satu sindrom (kumpulan gejala) yang disebabkan ketidakseimbangan otot. Ketidakseimbangan otot ini sering disebabkan postur leher yang tidak benar. Pada orang yang memiliki postur tubuh atas yang benar, telinga dan bahu terletak dalam satu garis lurus. Pada orang dengan upper cross syndrome, kepala maju ke depan tubuh.

Figure 1 Kepala yang bergeser dari sumbu tubuh normal  [ sumber: http://www.drserbinski.ca/blog/wp-content/uploads/2012/09/upper-crossed.jpg ]

Figure 1 Kepala yang bergeser dari sumbu tubuh normal
[ sumber: http://www.drserbinski.ca/blog/wp-content/uploads/2012/09/upper-crossed.jpg ]

Loh, kan Cuma maju beberapa senti Dok?

Memang hanya maju beberapa sentimeter. Tetapi bayangkan tubuh kita seperti sebuah sistem yang saling terkait, termasuk otot. Ketika kepala kita maju sekian sentimeter, maka seharusnya kepala kita cenderung menunduk. Hal ini karena dengan bergesernya sumbu kepala, berat kepala kita menjadi lebih berat daripada berat kepala sebenarnya. Nah tubuh kita merespon dengan cerdas, bahwa tidak mungkin kita beraktifitas dengan kepala menunduk, maka otot leher akan bekerja keras untuk mengangkat kepala kita. Posisi leher yang sedang dalam mekanisme ini disebut hiperekstensi.

Figure 2 Kepala semakin berat dengan bergesernya kepala dari sumbu tubuh  [ sumber: http://www.fitworksutah.com/storage/forward%20head%204.JPG?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1341546699622 ]

Figure 2 Kepala semakin berat dengan bergesernya kepala dari sumbu tubuh
[ sumber: http://www.fitworksutah.com/storage/forward%20head%204.JPG?__SQUARESPACE_CACHEVERSION=1341546699622 ]

Sekarang coba kita mendongak selama sekian menit, pasti leher terasa pegal. Nah dalam kondisi upper cross syndrome, leher kita dipaksa mendongak sepanjang waktu untuk mengkompensasi geseran sumbu kepala yang hanya maju sekian sentimeter. Posisi hiperekstensi dari tulang belakang cervical inilah yang menyebabkan otot-otot leher (otot trapezius dan levator scapula) menjadi sering lelah, bahkan kadang ngambek. Kadang kita merasakan lelah di leher dan bahkan nyeri. Bahkan pada beberapa penderita ada yang sampai merasa sesak di bagian dada, atau pusing yang berpusat di kepala belakang. Sekali lagi, otot-otot tubuh kita saling berhubungan.

Ada efeknya untuk tulang belakang kita, Dok?

Pada kondisi hiperekstensi yang telah berjalan sekian tahun, maka sendi tulang belakang pun terganggu. Biasanya terjadi gangguan pada sendi atlanto-occipital (sendi tulang belakang dengan kepala), sendi faset cervical, bahkan sendi glenohumeral (sendi bahu). Gangguan ini berupa pergerakan sendi yang kian terbatas.

Kalau saya sudah menderita upper cross syndrome trus bagaimana Dok?

Penanganan pertama adalah memeriksakan diri untuk kesehatan tulang belakang. Hal ini penting untuk memastikan diagnosis dan mengetahui apakah masalah muncul pada otot saja atau sampai pada struktur (baik tulang belakang maupun saraf tulang belakang). Upper cross syndrome dapat ditangani dengan fisioterapi. Bila hanya bermasalah pada otot-otot leher maka koreksi postur dan latihan penguatan otot akan dapat menyembuhkan keluhan. Penanganan yang cepat dan tepat akan sangat berpengaruh pada prognosis penderita.

Figure 3 Upper Cross Syndrome, sebelum dan sesudah terapi

Figure 3 Upper Cross Syndrome, sebelum dan sesudah terapi

Diadaptasi dengan perubahan dari tulisan dr. Tony Setiobudi BMedSci (Sydney), MBBS (Flinders), MMed (NUS), FRCS (Ortho) (Edinburgh)

Bethesda Clinic
(031) 99001242
www.bethesda-clinic.com