ANKYLOSING SPONDYLITIS

Ankylosing spondylitis adalah sebuah penyakit inflamasi kronis dari tulang belakang. Kondisi inflamasi kronis ini menyebabkan lapisan terluar dari diskus intervertebral (jaringan serupa bantal yang berfungsi sebagai pegas dan penahan beban di struktur tulang belakang) dan ligamen tulang belakang secara perlahan bertransformasi menjadi tulang dan bergabung dengan tulang vertebra atas dan bawah. Pada tulang belakang normal yang terdiri dari banyak tulang vertebra dan diskus intervertebral, sehingga tulang belakang kita menjadi struktur yang sangat dinamis. Sedangkan pada kondisi ankylosing spondylitis, bersatunya vertebra menyebabkan tulang belakang menjadi kaku dan fleksibilitasnya menjadi berkurang drastis.

Figure 1 Kondisi ankylosing spondylitis yang membentuk struktur tulang baru sebagai respon tubuh menghadapi inflamasi. Tulang baru akan menyatukan vertebra dan membentuk tulang belakang yang kaku.  [ sumber: http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM03685 ]

Figure 1 Kondisi ankylosing spondylitis yang membentuk struktur tulang baru sebagai respon tubuh menghadapi inflamasi. Tulang baru akan menyatukan vertebra dan membentuk tulang belakang yang kaku.
[ sumber: http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM03685 ]

Ankylosing spondylitis lebih sering berpengaruh pada laki-laki daripada perempuan. Meskipun proses penyakitnya bisa bermula pada usia remaja, tetapi tanda dan gejala sering baru disadari saat awal fase dewasa muda. Tanda dan gejala yang sering muncul adalah nyeri dan rasa kaku pada punggung bawah dan panggul, terutama ketika pagi hari atau setelah posisi diam yang cukup lama. Tanda dan gejala ini berkembang sangat perlahan diselingi periode membaik, kadang memburuk, kadang hilang dengan interval yang tidak pasti.

Waduh, Dok, penyebab ankylosing spondylitis ini apa ya?

Penyebab spesifik dari ankylosing spondylitis masih belum diketahui. Tetapi penelitian membuktikkan keterlibatan genetik dalam proses penyakit ankylosing spondylitis. Keberadaan gen HLA-B27 menunjukkan kecenderungan terjadinya penyakit ankylosing spondylitis. Sebagian besar penderita ankylosing spondylitis memiliki gen HLA-B27, meskipun ada beberapa orang yang memiliki gen HLA-B27 namun tidak terjadi proses ankylosing spondylitis.

Figure 2 Proses Inflamasi dan penyatuan tulang belakang pada Ankylosing Spondylitis [ sumber: http://media.web.britannica.com/eb-media/68/158468-004-9894F462.jpg ]

Figure 2 Proses Inflamasi dan penyatuan tulang belakang pada Ankylosing Spondylitis
[ sumber: http://media.web.britannica.com/eb-media/68/158468-004-9894F462.jpg ]

Dengan terjadinya inflamasi yang terus menerus, maka untuk mengatasi inflamasi, tubuh merespon dengan membentuk struktur tulang baru yang menjadi jembatan antar vertebra dan membuat tulang belakang menyatu. Kondisi ini akan membuat tulang belakang yang seharusnya memiliki kurva normal (untuk fungsi sendi yang dinamis dan peredam kejut) menjadi lebih lurus, lebih kaku dan tidak fleksibel. Proses penyatuan vertebra ini berlangsung dari bawah (lumbosacral) menuju ke atas sehingga pada fase tertentu akan dapat mempengaruhi tulang rusuk dan menyebabkan terganggunya fungsi pernapasan.

Oke, Dok. Lantas apa yang bisa terjadi selanjutnya?

Tulang belakang yang perlahan menyatu akan membentuk struktur tulang belakang yang kaku dan cenderung membungkuk (kifosis). Kondisi ini membuat otot penyangga tulang belakang bekerja lebih keras untuk mempertahankan postur badan yang benar. Akhirnya penderita akan sering merasa lelah, nyeri punggung dan nyeri leher, nyeri di daerah pantat, dan nyeri di paha depan dan belakang. Bila deformitas tulang semakin berat, penderita akan semakin sulit untuk melihat ke depan karena dengan kondisi membungkuk, sendi leher juga bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi kepala melihat ke depan.

Beberapa komplikasi yang dapat muncul adalah uveitis, fraktur kompresi, kesulitan bernapas, dan masalah jantung. Uveitis dikarenakan proses inflamasi ankylosing spondylitis yang dapat muncul di organ lain, diantaranya uvea di mata. Gejalanya adalah sensitif terhadap cahaya dan pandangan kabur. Fraktur kompresi lebih disebabkan karena berkurangnya fleksibilitas sendi sehingga bila terjadi trauma yang membebani tulang belakang memperbesar kemungkinan terjadinya fraktur. Kesulitan bernapas terjadi bila progres penyakit telah sampai di tulang rusuk sehingga fleksibilitas tulang rusuk berkurang dan akan menghambat paru-paru mengembang. Masalah jantung disebabkan adanya inflamasi di aorta sehingga kian lama aorta kian membesar dan akhirnya akan membebani kerja jantung.

Terus kita harus bagaimana, Dok?

Yang paling utama adalah deteksi dini. Semakin dini kita menyadari semakin besar kemungkinan dapat memperlambat progres penyakit. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah Xray sederhana untuk melihat kondisi tulang. Hanya di fase awal mungkin Xray belum dapat mendeteksi ankylosing spondylitis. CT scan dan MRI dapat dilakukan untuk melihat lebih detil struktur internal dari tulang belakang.

Bagaimana dengan pemeriksaan laboratorium, Dok?

Tidak ada pemeriksaan laboratorium spesifik untuk ankylosing spondylitis. Pemeriksaan inflamasi dapat dilakukan meskipun tidak spesifik untuk ankylosing spondylitis. Pemeriksaan genetik juga bisa dilakukan untuk mengetahui keberadaan HLA-B27 meskipun keberadaan gen ini tidak selalu berarti terjadi proses ankylosing spondylitis.

Lantas, bagaimana pengobatannya, Dok?

Tujuan penanganan penderita ankylosing spondylitis adalah mengurangi nyeri dan kekakuan, dan mencegah atau menghambat komplikasi dan progres deformitas tulang belakang.

Untuk penanganan inflamasi sebaiknya ditangani oleh ahli rheumatologi. Fisioterapi dibutuhkan untuk meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas tulang belakang. Setiap pasien memiliki kebutuhan latihan yang berbeda, bergantung pada progres ankylosing spondylitis. Latihan yang tepat dapat mempertahankan postur dan fleksibilitas. Pada beberapa penderita dengan gangguan bernapas dapat dilakukan latihan bernapas. Dengan fisioterapi, diharapkan kualitas hidup penderita ankylosing spondylitis dapat meningkat.

Untuk kondisi deformitas tulang dan kerusakan sendi yang berat, penanganan terbaik adalah operasi dengan dokter bedah tulang dengan kekhususan keahlian tulang belakang yang memiliki pengalaman koreksi deformitas kifosis.

Figure 3 Xray penderita Ankylosing Spondylitis sebelum dan sesudah operasi [ sumber: Spine 2012 ; 37 : E1017 – E1021 ]

Figure 3 Xray penderita Ankylosing Spondylitis sebelum dan sesudah operasi
[ sumber: Spine 2012 ; 37 : E1017 – E1021 ]

Figure 4 Xray dan foto penderita Ankylosing Spondylitis yang mengalami deformitas berat; sebelum dan sesudah operasi [ sumber: Spine 2012 ; 37 : E1017 – E1021 ]

Figure 4 Xray dan foto penderita Ankylosing Spondylitis yang mengalami deformitas berat; sebelum dan sesudah operasi
[ sumber: Spine 2012 ; 37 : E1017 – E1021 ]

 

Diadaptasi dengan perubahan dari tulisan dr. Tony Setiobudi BMedSci (Sydney), MBBS (Flinders), MMed (NUS), FRCS (Ortho) (Edinburgh)

Bethesda Clinic
(031) 99001242
www.bethesda-clinic.com