INSTABILITAS TULANG BELAKANG LUMBAL

Instabilitas tulang belakang lumbal adalah penyebab umum untuk nyeri punggung. Biasanya muncul pada kelompok usia dewasa muda dan tua. Pada kelompok usia dewasa muda sekitar 30 tahun, instabilitas tulang belakang lumbal biasanya disebabkan cederanya tulang belakang lumbal, yaitu di bagian pars interarticularis. Cedera ini biasanya terjadi jauh sebelum muncul instabilitas, yaitu pada usia remaja. Kondisi ini disebut spondylolytic spondylolisthesis. Pada kelompok usia tua, instabilitas tulang belakang lumbal disebabkan perubahan degeneratif (penuaan).

Figure 1 Pars Interarticularis Pada Tulang Belakang Sehat, Spondylolysis, Dan Spondylolisthesis [ sumber: http://www.flickr.com/photos/66863767@N07/6087292898/sizes/o/in/photostream/ ]

Figure 1 Pars Interarticularis Pada Tulang Belakang Sehat, Spondylolysis, Dan Spondylolisthesis
[ sumber: http://www.flickr.com/photos/66863767@N07/6087292898/sizes/o/in/photostream/ ]

Bagaimana cedera pada pars interarticularis bisa terjadi, Dok?

Cedera pada pars interarticularis (pars defect) muncul pada usia remaja pada mereka yang sangat aktif di beberapa olah raga yang membutuhkan hiperekstensi punggung (menekuk punggung ke belakang) seperti senam, basket, dan voli. Gerakan hiperekstensi yang berulang ini secara perlahan akan melemahkan pars interarticularis dan sering berujung pada kondisi fraktur stres (fraktur tulang yang disebabkan penekanan yang berulang).

Trus Dok, apa keluhan yang muncul ketika terjadi fraktur?

Pada usia muda, biasanya tidak merasakan adanya keluhan. Hal ini dikarenakan fraktur ini disebabkan gerakan yang berulang, bukan karena kecelakaan. Kadang ada perasaan tidak nyaman sesaat, lalu hilang dengan sendirinya. Pada akhirnya, sebagian besar orang bahkan tidak tahu kapan fraktur ini terjadi.

Trus kalau ada fraktur ini, Dok, akan menyebabkan tulang belakang kita tidak stabil (instabilitas)?

Setelah terjadi fraktur, tulang belakang kita tidak langsung mengalami ketidakstabilan (instabilitas). Tulang belakang lumbal kita akan tetap stabil karena masih di’pegang’ dengan baik oleh otot-otot punggung kita yang kuat. Selain otot, masih ada sendi facet dan diskus intervertebral yang menstabilkan tulang belakang. Tetapi, adanya kelainan struktur berupa fraktur pars interarticularis, menyebabkan baik otot, sendi, dan diskus bekerja lebih keras untuk mempertahankan stabilitas tulang belakang. Ketiga struktur ini akan lebih cepat melemah dan mengalami degenerasi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami fraktur. Maka di kisaran usia 30 tahun, diskus dan sendi facet mulai menunjukkan tanda-tanda degeneratif (penuaan). Kondisi ini diiringi kondisi otot yang mulai tidak bugar dan tidak sekuat sebelumnya. Pada tahap ini, instabilitas tulang belakang lumbal mulai muncul.

Figure 3 Diskus Intervertebra [ sumber: http://indyspinemd.com/Images/normalAnat/motionSegment.jpg ]

Figure 3 Diskus Intervertebra [ sumber: http://indyspinemd.com/Images/normalAnat/motionSegment.jpg ]

Bagaimana bila instabilitas ini muncul pada usia tua, Dok?

Pada usia tua, instabilitas lebih disebabkan karena proses degeneratif, tanpa adanya fraktur. Seiring dengan berjalannya waktu, sendi-sendi kita dan diskus intervertebral akan mengalami proses penuaan. Diskus akan lebih menipis dan akan berpengaruh terhadap pergerakan sendi tulang belakang.

Lantas apa keluhan yang akan muncul akibat instabilitas tulang belakang lumbal?

Penderita instabilitas tulang belakang lumbal akan mengeluh nyeri punggung bawah (Low Back Pain–LBP) yang menjalar ke pantat atau paha belakang bagian atas. Nyeri punggung ini akan meningkat ketika penderita mengubah posisi dari tidur ke duduk dan dari duduk ke berdiri.

Kadang, dapat terjadi iritasi saraf akibat gerakan maju mundur dari tulang belakang kita. Gerakan-gerakan tulang belakang ini diakibatkan ketidakstabilan tulang belakang yang pada akhirnya akan membuat kanal saraf menyempit. Gejala iritasi saraf adalah adanya nyeri yang menjalar ke kaki bagian bawah.

Apakah ada penyebab lain untuk instabilitas tulang belakang lumbal?

Salah satu penyebab instabilitas tulang belakang lumbal adalah deformitas congenital (dysplatic) dimana tulang belakang lumbal dan sacral tidak terbentuk dengan normal. Kasus ini cukup jarang ditemui, tetapi biasanya muncul pada anak usia dibawah 10 tahun. Postur punggung tampak aneh, dan ditemukan pelambatan (delay) ketika jalan. Maka sebaiknya orang tua dapat segera mengenali kelainan yang tampak dari postur punggungnya dan segera dilakukan pemeriksaan. Selain deformitas congenital, instabilitas tulang belakang lumbal bisa disebabkan oleh tumor, infeksi, dan fraktur. Kasus-kasus ini akan berkaitan dengan prosedur bedah tulang belakang.

Bagaimana dokter bisa mengetahui terjadinya instabilitas tulang belakang lumbal?

Figure 4 Defek (fraktur) Pars Interarticularis Pada Xray Tulang Belakang Lumbal Ditunjukkan Dengan Anak Panah Hijau. Defek Menyebabkan Spondylolisthesis.

Figure 4 Defek (fraktur) Pars Interarticularis Pada Xray Tulang Belakang Lumbal Ditunjukkan Dengan Anak Panah Hijau. Defek Menyebabkan Spondylolisthesis.

Instabilitas tulang belakang lumbal dapat dideteksi dengan pemeriksaan rontgen (Xray) sederhana. Bila instabilitas derajat ringan, maka teknik Xray tulang belakang lumbal dengan fleksi dan ekstensi. Xray tulang belakang lumbal lebih unggul dalam mendeteksi instabilitas tulang belakang dibandingkan MRI. Namun pemeriksaan MRI diperlukan pada kasus-kasus dimana melibatkan jaringan lunak seperti diskus, sendi, dan saraf untuk menegakkan diagnosis.

Bagaimana terapi instabilitas tulang belakang lumbal?

Instabilitas tulang belakang lumbal dapat dilakukan terapi stabilitas tulang belakang. Tulang belakang dapat stabil bila ditopang otot-otot punggung yang kuat, maka fisioterapi dan latihan penguatan otot menjadi kunci utama. Mayoritas penderita dapat mengalami progres yang bagus dalam hal intensitas dan frekuensi keluhan dengan metode ini. Operasi dapat dilakukan, tetapi sebaiknya dilakukan apabila keluhan tidak membaik setelah terapi konservatif (non-operatif), dan mengganggu aktifitas sehari-hari.

Instabilitas tulang belakang lumbal yang disebabkan kelainan congenital, tumor, infeksi, fraktur, dan operasi tulang belakang sebelumnya, akan lebih baik bila dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk operasi.

Figure 5 Foto Klinis Preoperative Dan 3-Bulan Postoperative Menggambarkan Hasil Koreksi Kosmetik Yang Baik Dan Restorasi Profil Sagital Pada Anak Dengan Congenital Spondylolisthesis

Figure 5 Foto Klinis Preoperative Dan 3-Bulan Postoperative Menggambarkan Hasil Koreksi Kosmetik Yang Baik Dan Restorasi Profil Sagital Pada Anak Dengan Congenital Spondylolisthesis

Diadaptasi dengan perubahan dari tulisan dr. Tony Setiobudi BMedSci (Sydney), MBBS (Flinders), MMed (NUS), FRCS (Ortho) (Edinburgh)

Bethesda Clinic
(031) 99001242
www.bethesda-clinic.com