Persiapan IELTS

Ah, sudah lama tidak menulis. Pikiran rasanya buntu karena tidak pernah diasah (bukan buntu, Dok, tapi tumpul. Hehehe…)

Kali ini saya mau sharing dengan rekan pembaca semua tentang IELTS. Wuih, makanan apa itu Dok? Huehehehehe… ini bukan sembarang makanan. Makanan yang satu ini ndak akan bikin perut kita kenyang. Malah lapar membahana ditambah mules. Hehehe… kenapa? Karena memang susah sekali. Eits, jangan khawatir. Posting kita kali ini akan membahas tips dan trik agar tes IELTS kita bisa lebih baik.

Oke, mari kita kembali ke laptop!!

IELTS adalah sebuah ujian untuk menakar kemampuan bahasa Inggris kita.

Lho, kan ada TOEFL, Dok?

Weits, jangan disela dong. Hehehe… Nah, itulah bedanya. TOEFL (The Test of English as a Foreign Language) ini meskipun diakui oleh dunia, namun memiliki keterbatasan, terutama bila kita ingin melanjutkan studi atau pindah ke Negara-Negara Persemakmuran Inggris. Negara-negara Commonwealth ini biasanya lebih suka menggunakan standar IELTS atau kepanjangannya International English Language Testing System. Kenapa? Karena IELTS memang lebih komprehensif. Tidak seperti TOEFL yang hanya terdiri dari tiga sesi, Reading, Listening, dan structure, IELTS memiliki empat sesi, selain reading dan listening, IELTS meleburkan penilaian structure dalam sesi ‘pengamalan’ langsung melalui sesi writing dan speaking. Harapannya, kalau structure oke, seharusnya writing dan speaking juga oke. Tapi… yah, harapan tinggallah harapan (putus asa saking susahnya speaking dan writing. Hehehe…).

Perbedaan mendasar dari kedua tes ini memang di content-nya. IELTS jauh lebih lengkap dalam menakar kemampuan bahasa Inggris kita. Untuk teknis tes IELTS bisa dilihat di sini: Information For Candidates Booklet. Untuk tips dan gambaran lebih lengkap mari kita bahas satu per satu.

Sesi Listening.

Listening ini sesi yang sangat mengandalkan kemampuan pemahaman dari pronunciation. Terutama untuk British English. Dan sangat bisa dilatih. Bagaimana cara melatihnya?

Saya sarankan untuk mencari di internet pelatihan-pelatihan IELTS online. Pakai kata kunci IELTS, simulation, test, dan yang lain, akan sangat banyak muncul situs yang menyediakan latihan IELTS gratis. Saya lebih suka mendengarkan sesi listening (sebagian besar bisa di-download). Kenapa? Karena ini sudah sesuai standar British English, tidak seperti mendengarkan film yang kadang pelafalannya terpengaruh sedikit aksen American.

Ketika ujian bagaimana, Dok?

Perhatikan instruksi. Ada yang instruksinya: the answer must be in three words, maka patuhi aturan ini. Meski dalam rekaman kita mendengar ada empat kemungkinan jawaban, bila diminta hanya maksimal tiga kata, ya hanya tiga yang bisa kita tuliskan. Ada juga yang jawaban hanya satu kata. Dan yang perlu diingat, ‘a’ dan ‘the’ dihitung satu kata.

Sebentar, Dok. Tulis? Bukan pilihan ganda, Dok?

Hehehe… memang IELTS tidak melulu pilihan ganda. Ada soal isian juga, maka spelling kita harus benar.

Yang kedua, bagi dan fokus. Sesi listening dibagi menjadi empat seksi cerita. Nah, masing-masing seksi cerita ini masih akan dibagi lagi menjadi beberapa grup. Missal seksi pertama tentang percakapan antara seorang penelpon yang protes dengan ruwetnya lalu lintas kota dengan penyiar radio. Seksi ini terdiri dari 10 soal. Nah rekaman akan memberikan rambu berupa: ‘look at the question one to four’. Maka, kita diberi waktu untuk menelaah soal satu sampai empat. Lihat pilihan jawaban bila itu soal pilihan berganda, perhatikan isian apa yang harus kita dengar, nama orang, nomor telepon, atau lokasi. Kita harus fokus pada soal nomor satu sampai empat saja. Jangan sekali-kali melirik nomor berikutnya karena kita akan kehilangan momentum dan itu berbahaya.

Yang ketiga, maju terus. Jawaban soal datang secara berurutan. Dalam rekaman, jawaban untuk nomor satu selalu lebih dulu daripada nomor dua. Bila kita kehilangan momentum, jangan menoleh ke soal sebelumnya, lanjut terus, pasrahkan soal yang terlewat. Ini penting agar soal selanjutnya juga tidak ikut hilang. Tips ini juga menuntut kita harus langsung menulis jawaban begitu terdengar di rekaman. Jangan menunda karena mungkin kita bisa lupa.

Keempat, jangan perhatikan gangguan-gangguan yang diselipkan dalam rekaman. Setiap rekaman akan memberikan distraksi yang berbeda, suasana bandara yang berisik, suara penelpon di radio, gema di auditorium kuliah, logat Inggris yang berbeda-beda, semua didesain untuk mengganggu kita. Fokus pada percakapan saja. Dan perhatikan pada kata atau kalimat yang sepertinya lebih nyaring dan lebih jelas. Biasanya itu merupakan  clue atau bahkan mungkin jawaban.

Terakhir, perhatikan jebakan yang mungkin muncul. Misalkan, ada percakapan petugas sensus yang bertanya: ‘what do you now?’. Lawan bicara akan menjawab: ‘I am a salesman. But three months ago I was working as a lecturer, and I plan to start my career as a tailor in two weeks.’ Inilah jebakan yang sering muncul. Tiga pekerjaan itu dalam rekaman bisa sangat cepat dan kita sering terjebak pada pekerjaan yang disebutkan terakhir. Jebakan juga muncul dalam pengecualian-pengecualian yang sering tidak kita perhatikan misal pada: ‘this course is must for all the first year students, excluding foreign students’. Kata-kata excluding sering kali tidak kita perhatikan. Begitu juga dengan kelompok kata seperti: ‘I like to swim, hike, camp – to be involved in outdoor activities’. Di akhir kalimat ada kesimpulan aktifitas yang biasanya menjadi jawaban, dan biasanya sering tidak kita perhatikan.

Oke, mungkin sekian dulu tips IELTS. Kita baru bisa membahas tentang listening. Masih akan kita lanjutkan dengan masing-masing sesi lain.