Mars FKUB

Bangkit panji hijau muda… di depan telah menanti tanggung jawab kemanusiaan…
Derap langkah kakimu beriring ketulusan… serta penuh dengan pengorbanan…
Mengabdi pada bangsa negeri yang tercinta… Indonesia jaya sejahtera…

Putra FK Brawijaya… maju terus tanpa ragu untuk masyarakat semua…
Yang butuh pertolongan serta uluran tangan… ‘tuk lepas dari penderitaan…
Walau dimana saja ataupun kapan saja… engkau slalu siap sedia…

O FK Brawijaya… kau lahirkan putra abdi bangsa…
O FK Brawijaya… namamu agung selama-lamanya…

Hehe… Maaf untuk teman-teman semua. Karena lebaran jadi saya agak malas menulis. Aduh! Hehe… Dan kali ini saya kembali. Untuk menyambut PK2Maba adik-adik kelas saya FKUB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya) angkatan 2012. Bukan tips dan trik detil sih, tapi semoga bisa membantu.

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru a.k.a PK2Maba adalah sebuah program transisi paling dini untuk mengenalkan mental dan sikap mahasiswa. Waduh, kok muluk-muluk begitu, Dok? Benar. Memang sangat idealis dan sangat sulit diterapkan. Tetapi percayalah, sesuatu yang kita lakukan dengan serius akan memiliki impact yang baik bagi kita ke depannya. Saya menjalani PK2Maba dengan sangat serius. Dan bahkan membawa keluarga Surgery saya tercinta menjadi keluarga terbaik.

Tips nomor satu. Serius. PK2Maba di FKUB di desain untuk mengenalkan sedini mungkin etos belajar di FK. Coba bandingkan dengan tugas dari fakultas lain. Ketika saya menjadi mahasiswa baru saya mengenal. Ketika saya menjadi panitia PK2Maba tahun berikutnya, saya observasi. Ketika saya menjadi ketua panitia PK2Maba tahun berikutnya, saya berinovasi.

Saya pastikan setiap detil tugas memiliki reasoning yang memang pantas dikerjakan maba FK. Bahkan tahun itu (2007) karena terjadi kehebohan STPDN, maka setiap ketua panitia PK2Maba fakultas wajib presentasi di depan Pembantu rektor bidang kemahasiswaan. Maka ini bukan sekedar tugas asal-asalan (entah untuk PK2Maba berikutnya).

Maka, serius. Kerjakan semua tugas dengan maksimal. Saya bahkan dulu print untuk setiap tugas berulang-ulang sampai semua margin sesuai yang disyaratkan. Toleransi dua milimeter. Why Doc? Menjadi tenaga kesehatan bukan profesi sembarangan. We will keep in touch with people. Human being. Itu yang membedakan profesi kita. Kebutuhan ketelitian. Dosis obat bukan sebuah angka yang bisa meleset. Variabel berat badan saja kadang belum cukup, masih bisa terkait dengan jumlah lemak (gemuk atau kurus).

Tips nomor dua. Sehat. Lakukan apa yang bisa kita lakukan agar tetap fit. Madu boleh. Multivitamin juga boleh. Sarapan harus. Bergantung bagaimana kebiasaan kita selama ini. Karena kegiatan PK2Maba akan menuntut energi yang tidak sedikit. Aktifitas otak dan mental akan bertanggung jawab secara lebih dominan dalam menghabiskan cadangan energi kita.

Tips nomor tiga. Kerja Sama Tim. Begitu tahu keluarga kita siapa saja, segera hubungi. Konsolidasi. Jalan bareng atau makan bareng. Kumpulkan info dari segala lini (kakak kelas, dosen, teman, siapapun) dan share dengan anggota lain. Begitu juga dengan kelompok tugas lain seperti penyuluhan kesehatan dan seminar ilmiah. Intinya bekerja sama.

Lakukan semua tugas dengan kerja sama tim itu artinya dalam hal yang positif tentunya. Jangan seperti yang dulu pernah dilakukan. Seminar ilmiah dalam satu keluarga isinya sama semua. Nah kalau yang ini ya pantas dihukum. Hehe…

Selain itu? Harus kerja sama. Bahkan untuk hal sepele seperti tugas bekal, tugas ilmiah, seragam. Saat seperti ini yang mendapat dukungan keluarga akan sangat memegang peranan seperti tinggal sama orang tua atau sanak keluarga di Malang. Bila masih ada yang salah dalam print tugas, bisa dibantu. Kenapa? Karena seperti itulah kondisi kerja kita nantinya. Dokter tidak akan bekerja sendiri. Kita membutuhkan perawat, ahli gizi, bidan, dokter gigi, farmasi. Bahkan analis lab, fisioterapis sampai radiografer. Maka di sinilah teman-teman dikenalkan pada betapa pentingnya kerja sama tim.

Sedih sekali dalam satu kesempatan diskusi ada seorang mahasiswa pendidikan dokter yang mengomentari pendapat koleganya, mahasiswa keperawatan:

“Halah kamu cuma perawat aja!”

Well, itu bagi saya sangat menyedihkan.

Tips nomor empat. Respek. Memang kita hanya bisa duduk diam mendengarkan. Dan itu sangat-sangat membuat ngantuk. Hehe… tetapi bukan berarti kita menyerah dalam kantuk. Apalagi bila pemateri membosankan, slide yang tidak menarik, plus keterbatasan ruang dan multimedia sehingga suasana panas, layar tidak kelihatan dari belakang.

Sebagai mantan panitia, sedikit share bahwa sangat sulit mempersiapkan materi-materi PK2Maba. Di dalamnya ada materi fakultas (yang otomatis super membosankan). Dibawakan pemateri yang telah kami (panitia) beri kisi-kisi materi, tetapi ternyata materi yang disampaikan bisa jauh berbeda dari kisi-kisi kami. Belum lagi karakter pemateri yang memang berbeda-beda. Maka saat saya menjadi ketua panitia, kami benar-benar memilih pemateri yang bisa menaikkan suasana. Dan itu sulit. Hehe… (curcol)

Lantas bagaimana kita menyikapinya? Saya dulu punya cara. Agar keluarga saya tidak ngantuk, sambil menyimak saya membuat satu lembar kertas dengan satu kalimat pemicu diskusi:

“eh, Rek. Ayo tulis nama, TTL, email, no HP.”

Nah nanti akan muncul coretan-coretan yang bisa kita komentarin via tulisan karena mereka pasti mati bosan jadi begitu ada sesuatu yang dikerjakan, otak akan terstimulus dan tadaaa… muncullah banyak coretan kreatif. Dijamin ndak jadi ngantuk. Tapi tetap mendengarkan materi (teteup).

Tips nomor lima. Proporsional. Hehe… percayalah teman-teman. Panitia sadar sekali bahwa maba itu belum tahu apa-apa tentang medis. Maka tidak usah terlalu bingung bila memang tidak sangat menguasai materi. Usaha harus. Maksimal semaksimal mungkin. Tetapi jangan terlalu terbebani. Harus fun ya. Penyuluhan kesehatan santai saja. Jangan gugup. Seminar ilmiah pun sama. Panitia itu proporsional kok (minimal jaman saya jadi panitia, hehehe…).

Bentakan, marah saat evaluasi itu pun saya tetap bersikeras harus proporsional. Bukan dalam frame mencari kesalahan. Bahkan jaman saya jadi panitia, kartu hijau dapat motivasi sebagai salah satu cara evaluasi. Asyik, kan?

Nah mungkin itu saja yang bisa saya bagi. Untuk persiapan kuliah FK, bisa cari posting saya di First Things First, Second Things Second, Third Things Third. Juga masih banyak posting yang lain. Intinya, PK2Maba itu menyiapkan kita menjalani kehidupan mahasiswa FKUB. Dengan cara yang paling sederhana sampai kadang kita tidak bisa memahami benarkah PK2Maba itu penting.

Maka ayo kita laksanakan PK2Maba dengan menyenangkan karena pasti akan menjadi momen yang tidak terlupakan. Di PK2Maba saya juga bertemu teman-teman yang akan menjadi rekan seperjuangan di dunia aktivis mahasiswa. Salah satunya Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Pada akhirnya saya punya banyak kolega di luar Universitas Brawijaya melalui ISMKI. Luar biasa, bukan? Jadi ingat lagu ini.

Totalitas Perjuangan

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan

Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpang jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan

Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Ingin beberapa masukan lain? Saya coba search dan menemukan dua blog yang menceritakan tentang PK2Maba FKUB. Coba klik di MySteps dan Aku Seorang Pemudi.

Semangat ber-PK2Maba. Kenangan saya: berlari-lari jam setengah lima pagi bersama satu teman SMA dan dua teman asal Malaysia dari Cibogo (dekat Mall MX) ke kampus. Keluarga terbaik-Surgery Jayyeee. Maba terbaik. Seru!

Posted from WordPress for Android