Nah. Beberapa saat yang lalu kita sudah memulai tips untuk teman-teman yang diterima kuliah di Fakultas Kedokteran (FK). Yaitu: menikmati hari-hari terakhir kita sebelum memulai kuliah kedokteran.

Maka ketika kita sudah melalui fase menikmati waktu bebas, kita memasuki dunia baru. Kuliah kedokteran. Wow! Bayangkan teman-teman yang dulu harus pakai seragam ke sekolah. Pelajarannya itu-itu saja. Kini kuliah! Kedokteran lagi. Gairah itu akan muncul. Membayangkan belajar tubuh manusia, anatomi dan fungsi-fungsinya. Lantas apa tips berikutnya?

Satu hal lagi yang menjadi hasil dari evaluasi kuliah kedokteran yang saya jalani. Kita diterima di FK itu… salah satu bukti IQ kita jempolan. Maka untuk menyeimbangkan itu, kita butuh SQ yang juga mumpuni. Spiritual quotient.

Ikuti kegiatan-kegiatan rohani di kampus kita. Itu adalah salah satu cara untuk me-refresh qolbu kita. Kalau dalam konteks Islam ada Halqah dan sebagainya. Ada juga OMEK (organisasi mahasiswa ekstra kampus) yang bisa dipilih seperti HMI, KAMMI dan sebagainya. Kalau yang nasrani mungkin kegiatan komunitas atau di unit kegiatan mahasiswa. Begitu juga dengan agama lain. Disana kita bisa menimba ilmu agama dan juga menjaga semangat untuk mengamalkan ilmu.

Bagi teman-teman yang mungkin tidak setuju, saya harap teman-teman dapat memahami pemikiran saya. Karena menurut pengalaman saya, dengan mengikuti kegiatan-kegiatan rohani, akan mampu menyeimbangkan dan melengkapi ilmu yang kita dapat. Apalagi profesi kita nanti adalah dokter dimana menjadi perantara kesembuhan pasien kita. Sentuhan religius menjadi hal mutlak dibutuhkan pasien.

Memang saya rasa bagi sebagian orang kegiatan-kegiatan seperti ini tidak menarik. Tidak ada manfaatnya untuk kepandaian dan keahlian dokter kita. Tapi mari kita lihat dari sudut pandang lain. Kuliah kedokteran itu brutal. Seolah waktu 24 jam sehari belum cukup bagi kita untuk belajar. Maka kita butuh bantuan untuk beradaptasi. Tentor maupun kakak kelas di masing-masing kegiatan rohani akan bisa menjadi pemberi dukungan. Dalam banyak bentuk. Pengalaman banyak teman sejawat saya membuktikan. Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan melaksanakan refreshing qolbu.

Inilah hal kedua yang saya sadari ternyata memiliki implikasi besar terhadap perjalanan kuliah kedokteran saya. Bagi beberapa orang mungkin mudah. Tapi bagi beberapa yang lain ini tidaklah mudah. Hanya yakinlah, belajar kedokteran itu penting. Amanah orang tua. Tetapi hati kita juga perlu nutrisi bukan? Refreshing qolbu inilah jawabannya. Dan percayalah, apa yang teman-teman tabur di masa kuliah, akan sangat bermanfaat saat berprofesi dokter kelak. It’s worth it.

 

First Things First

Third Things Third