Minggu lalu adalah pengumuman SNMPTN. Seleksi nasional untuk memasuki perguruan tinggi negeri. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Fakultas Kedokteran (FK) tetap menjadi primadona. Saya mengenang ketika malam pengumuman tujuh tahun yang lalu dan betapa bersyukurnya saya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB). Cita-cita saya selalu spesifik sejak kelas tiga di sekolah dasar di Madrasah Ibtida’iyah I Madiun. Cita-cita saya: sekolah di SMAN 3 Malang dan kuliah di FKUB. Alhamdulillah tercapai.

Saya mengenang saat saya masuk, lalu saat saya lulus, dan kini telah menjalani profesi dokter selama (baru) hampir satu tahun. Saya berpikir mungkin ada gunanya juga saya bagi beberapa hal dalam menyiapkan diri masuk FK. Beberapa hal yang dulu saya harap saya tahu, atau ada yang memberi tahu saya, saat pertama kali memulai kehidupan mahasiswa FK. Dan beberapa hari ke depan insya Allah saya akan membuat serial posting tentang ini. Sesuatu yang akan saya bagi ke siapapun yang akan terjun ke dalam kelompok profesi gila yang kita sebut dokter.

Dokter itu profesi yang kejam. Bayangkan kita harus menguasai banyak hal terkait hidup dan sehat manusia. Salah kata, salah makna, kita digugat. Masyarakat kini kian pragmatis. Dokter tidak lagi sebagai Guardian Angel. Berkat jasa beberapa oknum, yang sayangnya, teman sejawat, kini profesi dokter menjadi profesi penyedot uang, antek farmasi, angkuh nan sombong, tidak peduli pasien, hamba materialisme.

Dan kini teman-teman tetap ingin menjadi dokter? Rela tidak tidur semalaman demi menghafal muskuloskeletal? Rela bercucur peluh demi menjelaskan kondisi pasien, rencana pemeriksaan laboratorium, rencana terapi? Bila iya, ayo kita berjuang. Menjadi dokter terbaik yang kita bisa. Dan langkah besar itu diawali teman-teman dengan satu langkah kecil, mendaftarkan diri di FK, dan akhirnya diterima.

Maka, pertama, nikmati kebebasanmu sejenak. Saat ini. Sebelum benar-benar masuk kuliah FK. Tidak perlu coba-coba membaca textbook kedokteran macam Ganong atau Sobotta. Nikmati waktumu. Waktu akan menjadi sangat berharga kelak. Jadi gunakan waktu luang saat ini sebaik-baiknya. Lakukan hobimu, apapun itu. Renang, baca buku, jalan-jalan, camping.

Dan ketika kuliah dimulai, total! Berikan usaha 110%. Tidak. Kalau bisa 200%. Ingat. Kuliah FK tidaklah ringan bila benar-benar ingin menjadi dokter. Dan setiap orang menghadapi tekanan itu dengan caranya sendiri-sendiri. Setiap orang akan dan harus menemukan cara yang paling cocok bagi dirinya melahap lautan materi medis. Saat kuliah inilah kita harus all-out, karena memang akan lebih mudah untuk mengendurkan semangat daripada mempertahankannya.

So, first things first. Istirahat dan rileks selagi kamu bisa. Lantas berjuang keras ketika waktunya berjuang.

“Work hard, play hard.”

Tunggu posting berikutnya.

 

Second Things Second

Third Things Third