Ha!
Ini dia yang menjadi momok bagi sebagian koass a.k.a dokter muda. Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hampir setiap koass malas melakukannya. Sebagian karena lelah. Sebagian karena bosan karena terlalu sering. Sebagian merasa itu tidak penting karena jarang diakui hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik kita. Sebagian merasa canggung karena merasa menginterogasi pasien. Sebagian lagi merasa kita tidak membantu pasien dengan hanya menanyai dan memeriksa fisik pasien.

Pernah di suatu klinik. Saya praktek dan pasien antri panjang. Karena sangat terburu-buru kuatir pasien tidak nyaman, maka saya mengalokasikan waktu lebih banyak di anamnesis dan KIE obat. Hingga satu waktu, salah seorang pasien, jelas dari anamnesis ini adalah pasien myalgia. Saya pun segera memberi resep lantas terkejut dengan pertanyaan pasien, “saya ndak diperiksa, Dok?”

Begitulah. Pasien ternyata sangat menghargai usaha kita dalam bertanya dan memeriksa, sesederhana apapun metodenya. Apalagi bila peran kita sebagai dokter muda. Jangan salah. Kita justru punya banyak kelebihan dibandingkan supervisor ataupun PPDS. Apa itu?

Continue reading

Advertisements