Lha ini dia. Sebuah artikel yang mencengangkan.

Terinspirasi oleh film franchise Warner Bros yang menghebohkan, Harry Potter, sejumlah ilmuwan membuat terobosan dalam pemeriksaan golongan darah. Dari Harry Potter? Golongan darah? Dari mana nyambung-nya coba?

Ternyata teknologinya yang terinspirasi oleh kisah Harry Potter. Yaitu penggunaan kertas bioaktif yang dapat langsung memberikan informasi golongan darah seseorang. Penelitian yang dipatenkan oleh Monash University dan dipublikasikan baru-baru ini pada Angewandte Chemie, secara cepat dapat mengidentifikasi tipe darah ABO dan rhesus.

Profesor Wei Shen dan koleganya di Faculty of Engineering, Monash University, menjelaskan bahwa penelitian ini diinspirasi oleh film adaptasi novel J.K. Rowling, Harry Potter and the Chamber of Secrets. Teknologi ini sangat sederhana, hanya menggunakan kertas bioaktif dan dengan cepat menunjukkan hasil pemeriksaan. 

“In the film Harry Potter interrogates Tom Riddles’ diary by writing on a page of paper in the Diary “Do you know anything about the Chamber of Secrets?”; and the paper responded with a “Yes” in writing,” Professor Shen said.

Munculnya respon pada kertas, memunculkan ide untuk menciptakan proses pemeriksaan interaktif yang melibatkan kertas nan praktis dan cepat. Sistemnya? Tetap sama. Menentukan golongan darah dengan mempertemukan sampel darah dengan reagen antibodi. Selanjutnya, kita menunggu reaksinya.

Teknologinya? Menggunakan kertas dengan reagen hidrophobic (menolak air) kecuali area dimana tertera huruf golongan darah (A-B) dan rhesus (‘+’ atau ‘-‘). Pada area tes ini lah diberi paparan reagen antibodi. Antibodi A pada huruf A, angibodi B pada huruf B.

Metodenya, sampel darah diteteskan di semua area huruf golongan darah dan rhesus. Lantas dibilas dengan salin. Jika sel darah merah pada huruf A bereaksi dengan antibodi A, akan terbentuk gumpalan-gumpalan darah memenuhi area huruf yang tidak akan larut saat pembilasan dan akhirnya terbaca sebagai huruf A. Jika tidak ada reaksi, maka baik sampel darah maupun antibodi akan larut air dan tidak akan terbaca hurufnya.

Cara Mudah Tes Darah

Professor Shen mengatakan pemeriksaan ini harusnya sangat murah, mudah dimengerti dan dapat digunakan sebagai sarana skrining dalam kegawatdaruratan dan bencana.

“Where sensors such as these are used in developing regions for large-scale disease screening, even if we can fabricate sensors that are robust enough to function under unsupported field conditions, misinterpretation of results may be a significant factor compromising the value of low-cost diagnostic sensors,” Professor Shen said.

Nah. Pertanyaannya: kapan ya teknologi ini masuk Indonesia? Hehe… dan apakah semurah yang dibayangkan? Semoga. Karena teknologi ini sangat membantu di Indonesia dengan karakter geografisnya yang berpulau-pulau dan banyak yang belum tersentuh teknologi.

Yang mengusik saya lagi: seharusnya ide yang sangat sederhana ini bisa muncul dari Indonesia. Hehe… kok bisa ya punya ide seperti itu saat nonton Harry Potter.

Be smart and creative.

Pesan Sponsor:
The research was funded by the Australian Research Council, and the technology is being developed for the market in partnership with an Australian company, Haemokinesis.