Sudah baca posting Vaksin saya yang pertama? Di sana kita lebih fokus pada apa sih vaksin itu? Pemaparan langsung oleh ahli vaksin yaitu Dirgarambe.

Posting ini masih mengenai vaksin. Saya hanya (lagi-lagi) ingin bersikap terhadap adanya sikap antivaksin. Dalam posting sebelumnya, saya sempat menjelaskan sikap masyarakat Indonesia (bahkan dunia) kini terbelah menjadi dua kutub. Yang pro dan yang anti.

Dan karena (lagi-lagi) saya berlatar belakang medis, maka saya mencoba memahami sudut pandang perbedaan ini dari sudut pandang medis.

Akhir-akhir ini muncul kembali penyakit yang sebenarnya telah lama berhasil kita tekan frekuensinya. Di US, batuk rejan yang selama bertahun-tahun dapat ditekan pada angka kejadian minimal, meningkat. Begitu juga dengan diphteri. Di Indonesia sendiri, karena kita (selalu) lemah dalam rekam catat, maka tidak bisa ditemukan apakah meningkat atau menurun.

Namun para dokter di berbagai daerah sepanjang kesaksiannya kepada saya mengakui banyaknya penyakit-penyakit yang selama kuliah diinformasikan sebagai ‘penyakit yang berhasil ditangani’ sehingga angka insidensi-nya rendah. Diphteria dan tetanus adalah dua diantaranya.

Sesungguhnya, sakit tertentu yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi memiliki tingkat kematian yang tinggi. Tetanus, radang otak (meningitis), diphteri, bahkan batuk rejan (pertussis) memiliki angka kematian yang tinggi. Maka saat kita memutuskan untuk back to nature dengan memberi nutrisi alam (seperti madu dan ramuan herbal lain) pada anak kita, tanpa memberinya imunisasi, kita sedang berjudi dengan taruhan nyawa anak kita.

Kenapa? Karena kita kini hidup di masa di mana penyakit berkembang dengan dahsyat dan mampu masuk dari berbagai lini. Benar, sikap hidup yang dilakukan mencontoh pada sunnah Rasul. Dan masalah sehat sakit itu kita harus menyerahkan pada Allah. Tetapi kita tetap harus ikhtiar.

Pembuktian yang paling sederhana dan aktual adalah: ketika kita sakit maka kita ke dokter sebagai bagian dari ikhtiar untuk sembuh. Pada beberapa kasus penyakit, ikhtiar ini menjadi titik kritis di masa depan atas keputusan medis: sembuh atau sembuh dengan cacat atau tidak sembuh sama sekali (yang berujung pada kematian). Maka dalam konteks pemaparan ini, seharusnya kita sepakat diperlukan langkah ikhtiar yang tepat guna dan signifikan dengan bukti empiris yang memadai. Pada beberapa penyakit, ikhtiar ini dapat ditempuh dengan imunisasi.

Namun ada yang menyampaikan bahwa vaksin imunisasi pun juga tidak aman, dengan menyebutkan beberapa komplikasi. Dalam posting ini, saya (lagi-lagi) ingin mengutip kultwit Dirgarambe tentang keamanan vaksin.

Sila membaca, dan berikan komentar. Sumber dari chirpstory. Ini link-nya.

1) Bismillahirrohmanirrohim. Sy ingin berbagi informasi lagi, kali ini mengenai keamanan #Vaksin. Hashtag nya #Aman.

2) Bagi teman2 yg baru bergabung, sebelum baca uraian ini, amat sangat saya sarankan baca dulu “MENGENAL VAKSIN” (di posting saya sebelumnya, -dic)

3) Sekali lg, penting utk membaca no. 2, agar pemahaman kita mengenai #Vaksin utuh. Di situ saya jelaskan aspek teknis halal/haram

4) Okay, kita kembali ke topik Vaksin #Aman. Ini salah satu hal yg terus menjadi perdebatan, sehingga perlu dibahas

5) Sebelumnya sy ingin mengajak teman2 memahami logika berpikir dlm Ilmu Kedokteran. Ini logika berpikir universal juga kok, sama aja #Aman

6) Setiap tindakan/keputusan medis, SELALU berdasar pd risk-benefit analysis. Menimbang manfaat-mudharat. Tiap pilihan ada konsekuensi #Aman

7) Dan bukankah setiap saat dalam kehidupan, kita dihadapkan pada pilihan2? Memutuskannya hrs secara rasional & gunakan hati juga #Aman

8) Saya mau kasih contoh yg sangat sederhana ya… #Aman

9) Anda kelaparan di rumah. Hrs ke warung beli nasi. Risiko ttp di rumah: kelaparan& sakit. Risiko ke warung: ditabrak mobil pas nyeberang

10) Anda pilih ttp di rumah atau ke warung? Sy yakin 99% ke warung. Risiko kelaparan LBH NYATA & BESAR drpd risiko ditabrak. Setuju?

11) Kembali ke topik kita: Apakah vaksin #Aman atau tidak? Pertanyannya: APA YG ANDA MAKSUD DENGAN VAKSIN YG AMAN?

12) Bila yg anda maksudkan, vaksin yg #Aman adalah tanpa kemungkinan efek samping 100%, maka anda mendefinisikan aman secara keliru.

13) Adakah produk medis (obat, operasi, Vaksin, dll) yg 100% pasti tanpa efek samping? Mau produk herbal atau apapun, sama saja! Ttp ada

14) Adakah tindakan/keputusan dlm keseharian kita yg tak mengandung risiko? Yg sifatnya pasti-pasti itu hanya milik Allah. Kt WAJIB ikhtiar

15) Vaksinasi a/ IKHTIAR/usaha manusia mencegah penyakit infeksi. Mayoritas penyakit2 ini fatal, bs sebabkan kecacatan kematian #Aman

16) Byk sekali data yg tunjukkan keberhasilan Vaksin cegah penyakit infeksi. Bahkan penyakit Smallpox MUSNAH TOTAL dr muka bumi krn Vaksin

17) Sebaliknya, saat cakupan vaksinasi di suatu daerah menurun, penyakit2 yg tersedia vaksinnya ini seketika mewabah #Aman

18) Silakan analisis data US CDC 2011. Ini DATA PENELITIAN PULUHAN TAHUN. Data itu fakta. Ilmiah. http://t.co/Mp4APhnm

19) Teman2 harus baca, bagaimana sistem Imunitas tubuh kita bekerja. Bacalah dr sumber yg terpercaya, tdk semua artikel dr Google itu benar

20) Hati2 menyaring informasi. Lbh percaya blog/artikel majalah atau jurnal ilmiah/textbooks dr para ahli di bidang tersebut? #Aman

21) Sy sudah jelaskan efektivitas vaksin ya. Sekarang saya bandingkan “risiko kena penyakit” Vs “risiko efek samping vaksin” #Aman

22) FYI, “efek samping” vaksin ini dikenal dgn KIPI (Kejadian Ikutan PascaImunisasi)/ AEFI (Adverse Events Following Immunizations). #Aman

23) Vaksin itu diberikan ke orang sehat, sehingga keamanannya harus mencapai “the highest possible standards”. Nggak ada kompromi.

24) Pembuatan 1 jenis vaksin perlu waktu 8-15 tahun, melalui uji praklinis & uji klinis fase 1-2-3-4 yg melelahkan. Tujuannya: KEAMANAN.

25) KIPI didefinisikan sbg segala kejadian medik yg terjadi setelah Imunisasi, nggak peduli ada hub sebab akibatnya atau tidak #aman

26) Anda lihat, bahkan yg blm tentu miliki hub sebab akibat dgn vaksin, dimasukkan jg KIPI. Ini bukti standar keamanan vaksin tinggi sekali

27) Seorg anak diberikan permen o/ temannya di sekolah. Lalu ia pulang. Di jln, ia ditabrak mobil. Apakah permen yg menyebabkan ia ditabrak?

28) Tidak semua KIPI disebabkan oleh vaksin. Bisa koinsidens (terjadi secara kebetulan dlm waktu bersamaan). Perlu investigasi #Aman

29) 99,3% KIPI ini ringan. Paling sering: nyeri lokal di tempat suntikan dan demam. Kenapa takut berlebihan? Jangan lebay, plis🙂 #Aman

30) Demam akibat vaksinasi umumnya tdk tinggi. Demam tanda sistem imun bekerja. Jgn panik. Bila lbh 38,5 C, kasih Parasetamol. Selesai.

31) Sekali lagi, demam BUKAN tanda Vaksin tidak aman! Dan, soal KIPI, akan kita bicarakan di lain kesempatan ya #Aman

32) Sekarang sy mau tunjukkan perbandingan data “risiko kena penyakit” Vs “risiko efek samping vaksin”. Saya hanya contohkan bbrp penyakit

33) Sengaja saya berikan data KIPI yg berat, krn KIPI ringan (demam, nyeri dll) seharusnya nggak jadi masalah, bukan?

34) Penyakit DIFTERI menyebabkan 1 KEMATIAN dlm 20 kasus (1:20). KIPI Vaksin DTP: Alergi berat 1: 50.000. #Aman http://t.co/iRuU6nxI

35) Penyakit TETANUS menyebabkan 2 KEMATIAN dlm 10 kasus (2:10). KIPI Vaksin DTP: Kejang 1: 14.000. #Aman http://t.co/5YJWrRGz

36) Penyakit CAMPAK menyebabkan 1 RADANG OTAK dlm 1000 kasus (1:20). KIPI Vaksin MMR: Alergi berat 1: 1.000.000. #Aman http://t.co/3yJnoxpQ

37) Penyakit POLIO menyebabkan 1 KELUMPUHAN dlm 50 kasus (1:50). KIPI Vaksin Polio: VAPP 1: 3.400.000. #Aman http://t.co/2lyCapSB

38) Saya perjelas: angka kemungkinan terjadinya KIPI diperoleh dr penelitian puluhan tahun. Silakan bandingkan dgn risiko kena penyakitnya

39) Kesimpulan 1: #Vaksin adalah USAHA kita utk mencegah penyakit infeksi yg dpt berakibat kematian #Aman

40) Kesimpulan 2: #Vaksin yg aman BUKAN berarti 100% tanpa efek samping. Setiap produk medis & apapun keputusan dlm hidup, mengandung risiko

41) Kesimpulan 3: #Vaksin yg #Aman: risiko terkena penyakit yg dpt dicegah oleh vaksin JAUH LEBIH BESAR drpd risiko efek samping vaksin

42) Kesimpulan 4: Vaccines’ benefits clearly and definitively outweigh their risks. #Aman

43) Demikian penjelasan saya mengenai #Vaksin yg #Aman. Semoga bermanfaat. Wassalam.

Link:

Vaksin, Tentangmu. (1)

Vaksin, Tentangmu. (3)

Vaksin, Tentangmu. (4)

Posted from WordPress for Android