Pertama kali, saya tergelitik membaca sebuah tweet kawan. Beliau me-retweet posting seorang dokter spesialis anak dari FKUI, dr. Piprim tentang imunisasi. Saya tertarik karena di sana muncul sebuah proses diskusi antara Ustadz Felixsiauw dengan beliau. Lalu muncul pula nama Dirgarambe. Setelah mengamati proses diskusi (yang belum mencapai kesimpulan diantara Ustadz Felixsiauw dan dr. Piprim), juga menjelajah linimasa dari kedua tokoh kedokteran ini, dan juga linimasa beberapa orang, muncul sebuah kesimpulan pribadi. Apa itu?

Bahwa ternyata kini muncul dua komunitas terkait dengan imunisasi. Yang pro dan kontra. Pihak yang pro diwakili oleh dua narasumber. Yang kontra diwakili oleh Ustadz Felixsiauw. Kedua belah pihak memiliki argumen yang sama kuat, menurut penilaian saya. Dan berdasarkan pengamatan saya terhadap persimpangan linimasa, pendukung keduanya sama besar, secara kuantitas.

Saya? Saya tidak akan memposisikan diri di kedua kelompok. Dalam tulisan ini saya menyertakan fakta yang dipaparkan ahli vaksin, Dirgarambe dalam salah satu kultwitnya. “Katanya tidak memihak, tapi kok yang disertakan hanya dari satu pihak?”

Latar belakang saya adalah medis. Maka saya berusaha memaparkan dari sudut pandang bidang yang saya kuasai. Tidak berarti saya menjadi pihak yang pro. Tetapi sejauh ini, inilah fakta ilmiah tentang imunisasi langsung dari pakarnya. Dan memang sisi agama tidak bisa dilepaskan. Islam memiliki rujukan yang jelas dan tegas. Al Quran dan sunnah. Dua rujukan ini memiliki solusi melampaui batas waktu, masa lalu, masa kini dan di masa depan.

Dan di masa kini, perkembangan ilmu pengetahuan terutama penyakit telah demikian menggila sehingga setiap detik dicurahkan demi mengatasi satu demi satu penyakit yang muncuk pada manusia. Banyak pula penyakit yang telah lenyap dari muka bumi. Dan untuk saat ini, imunisasi, pada beberapa penyakit, merupakan salah satu langkah prevensi terefektif. Itu tidak bisa kita pungkiri.

Lantas bagaimana pertimbangan agama? Di sini bukanlah area saya untuk berpendapat. Namun memang keterlibatan enzim tripsin dalam pembuatan vaksin telah membuat vaksin disebut haram. Dan keterlibatan sudut pandang agama tidak boleh dilepaskan dari pertimbangan kita, memang.

Ah tapi saya rasa saya tidak akan menggiring pembaca sekalian pada opini saya. Silakan masing-masing kita mencari. Follow ketiga narasumber di atas. Cari informasi. Dan semoga bisa menemukan pencerahan.

Di bawah adalah kumpulan tweet dirgarambe. Saya copy dari Chirpstory. Ini linknya.

1) Sebagaimana kita ketahui, #Vaksin dibuat utk mencegah penyakit. Lalu isinya 1 zat saja atau banyak? Fungsi & cara kerjanya spt apa?

2) Kandungan #Vaksin terdiri dr berbagai zat. Zat utama disebut ANTIGEN. Zat2 lain disebut ADITIF. Kita bahas dulu ANTIGEN

3) ANTIGEN, kandungan utama #vaksin, berfungsi merangsang sist imun tubuh, agar tubuh kenal “Oh, si antigen X ini udh pernah datang nih”🙂

4) ANTIGEN ini dpt merupakan bakteri/virus yg dilemahkan, mati total atau rekayasa genetika. Setiap bakteri/virus punya antigen yg KHAS

5) Contoh: #Vaksin Flu. ANTIGEN nya tentu khas utk virus Influenza. Nggak mungkin pakai antigen Polio, misalnya.

6) Saat ANTIGEN tsb disuntikkan ke tubuh, sist imun akan mengenali: INI NIH SIH VIRUS FLU. Lalu tubuh akan inget SEUMUR HIDUP. Efeknya apa?

7) Saat ada virus Influenza BENERAN yg menyerang, tubuh sudah kenal. Langsung dimusnahkan sebelum jd penyakit. Keren kan?🙂

8) Utk org yg belum divaksin Flu, saat no 7 terjadi, tubuh nggak punya memori apa2, Virus masuk, sistem imun kerepotan, kalah, sakit deh!

9) Prinsip umum ANTIGEN berlaku spt itu utk semua penyakit yg tersedia #vaksin nya. Flu sekadar contoh. ANTIGEN selesai ya.

10) Dari penelitian, diketahui bahwa ANTIGEN hrs “ditemenin” sama zat2 lain agar kerjanya selalu OPTIMAL. Kualitas ttp terjaga. Hrs sempurna

11) Tau gak kao ANTIGEN rentan sekali rusak? Semua #Vaksin WAJIB disimpan suhu 2-8 C (bahkan vaksin Polio – 20 C). Lebay ya antigen ini?🙂

12) ANTIGEN ini harus dilengkapi dgn ZAT-ZAT ADITIF/tambahan. Apa saja zat2 tsb? Apa fungsinya masing2?

13) ZAT ADITIF dibagi 3: ADJUVANTS, PRESERVATIVES & STABILIZER. Semua punya fungsi yg unik. Kita bahas satu persatu

14) ADJUVANTS. Fungsinya memaksimalkan respons sistem imun tubuh. ANTIGEN+ADJUVANT dikenali jauh lbh cepat oleh tubuh drpd ANTIGEN saja

15) ADJUVANT yg plg sering digunakan: Garam Aluminium. Alum ini udh dipakai lbh dari 70 tahun, jauh sebelum kita lahir. Aman nggak sih?

16) Dosis garam alum yg diizinkan 1.14 mg/dosis vaksin (ketentuan FDA, Badan POM Amerika). Tdk ada 1 pun #vaksin yg alumnya lbh dr nilai ini

17) Pnh dengar Alum merusak ginjal, otak, dll? Benar demikian? Dosis yg diizinkan itu KECIL SEKALI dibanding DOSIS YG DPT DITOLERANSI TUBUH

18) Krn isunya berkembang terus, Mei 2000, FDA undang ratusan ahli #vaksin dr seluruh dunia. Baik yg pro/kontra thd Alum. Saling adu data.

19) Kesimpulan FDA (Tahun 2000, hingga kini tak berubah): PENGGUNAAN GARAM ALUMINIUM PADA #VAKSIN DINYATAKAN AMAN DAN EFEKTIF. Titik.

20) Sampai skrg, Alum msh dipakai di mayoritas #Vaksin. Tak perlu khawatir krn sdh dinyatakan aman o/ RATUSAN AHLI, bukan orang2 sok tahu🙂

21) ADJUVANT kelar. Yuk sekarang kita tengok PRESERVATIVES. Fungsinya: mencegah tumbuhnya bakteri/jamur selama proses pembuatan #Vaksin

22) Tidak semua #vaksin gunakan PRESERVATIVES. Terutama digunakan di kemasan vaksin multidosis. Utk cegah pertumbuhan mikroorganisme.

23) Saat ini, hanya ada 4 jenis PRESERVATIVES yg diizinkan digunakan. Yg paling ngetop: THIMEROSAL (turunan merkuri). Jreng jreng jreng…

24) Isu aman tidaknya Timerosal ini mulai awal 1990 di neg2 Barat. Bbrp ahli menduga: merkuri sebabkan autisme & ADHD

25) Spt biasa, klo ada isu gini, ahli2 dr SELURUH DUNIA kumpul. Diskusi ilmiah. Adu data. Tnp prasangka, apalagi teori konspirasi #nomention

26) Badan POM nya USA ingin main aman. Thn 2000, keluar rekomendasi: pabrik2 #vaksin sebisa mungkin jangan pakai Timerosal.

27) Penelitian lanjut. 2001, organisasi IOM blg: data yg ada tak cukup kuat utk simpulkan apakah ADA/TIDAK hub Timerosal dgn autisme

28) 2004, keluar KESIMPULAN FINAL dari IOM: TDK ADA HUB SEBAB AKIBAT ANTARA VAKSIN YG MENGANDUNG TIOMEROSAL DGN KEJADIAN AUTISME, ADHD, dll.

29) Namun, sejalan dgn promosi kesehatan dunia bebas merkuri pd produk apapun (kosmetik, obat, dll), DIANJURKAN produksi #Vaksin tnp merkuri

30) WHO tetap bolehkan gunakan Tiomerosal khususnya utk #vaksin multidosis. Vaksin yg diproduksi di AS & Eropa saat ini bebas merkuri.

31) PRESERVATIVES selesai, kita tengok yg terakhir: STABILIZER. Dari namanya aja udah ketauan apa kira2 fungsinya.

32) Fungsi STABILIZER: menstabilkan #vaksin saat berada pd kondisi ekstrem, misal. panas. Dosis yg digunakan AMAT KECIL: fermentasi – panen – inaktivasi – purifikasi – ultrafiltrasi – formulasi/kemasan

44) Izinkan sy gunakan bahasa ilmiah sedikit ya. Maaf kalo membuat bingung. Tak dpt dihindari agar terang benderang. Lihat baik2 alur no 43

45) Saat proses kultur substrat utk menumbuhkan bibit BEBERAPA (tak semua) #vaksin, diperlukan penggunaan enzim, namnya TRIPSIN.

46) Reaksi kimia takkan mungkin berjalan tanpa bantuan TRIPSIN. Akibatnya proses produksi #vaksin pasti gagal tanpa Tripsin.

47) Saat ini, SATU-SATUNYA Tripsin yg bisa digunakan utk proses ini bersumber dari organ pankreas babi. Di sini letak perdebatannya.

48a) Baca no. 43. Ada ULTRAFILTRASI. Di sini secara kimiawi, unsur tripsin babi td HILANG krn DISARING sedemikian kecilnya dgn NANOPARTIKEL

48b) Pendapat lain: sekali bersinggungan dgn unsur dr babi, ya seterusnya akan tetap babi. Lalu bagaimana?

49) Soal ini, sudah ada Fatwa Ulama seluruh dunia, termasuk negara2 Arab. Apa kata ahlinya? @dr_piprim mohon bantu juga dgn dalil-dalil

50) Ulama: #Vaksin ttp HALAL. Krn tanpa #vaksin, byk penyakit infeksi MEMATIKAN. Manfaat lbh besar dr mudarat. Ingat pula ULTRAFILTRASI td.

51) Ulama: #vaksin HALAL krn pengganti Tripsin babi BELUM ADA. Ulama terus anjurkan TEMUKAN Tripsin non-babi. Tidak mudah

52) Saya tahu persis, ilmuwan di seluruh dunia, termasuk ilmuwan NON MUSLIM, terus berusaha temukan Tripsin baru. Sejauh ini msh nihil.

53) Sy pribadi prcy pd proses ULTRAFILTRASI (hilang unsur babi) & tunduk pula pd Fatwa mayoritas ulama seluruh dunia. SERAHKAN PADA AHLINYA!

54) Tak semua #vaksin gunakan Tripsin Babi. Yg gunakan antara lain: Vaksin Rotavirus (diare), beberapa vaksin Flu & MMR.

55) Alhamdulillah, sy berkesempatan menyaksikan LANGSUNG proses pembuatan #vaksin sejak tahap sangat awal hingga akhir.

56) Kesimpulan: #vaksin memiliki profil keamanan yg sangat baik. Sdh terbukti manfaatnya. Jgn ragu. Sy sendiri sdh divaksin puluhan kali🙂

57) #vaksin tdk bertentangan dgn ajaran Islam/agama manapun. SEMUA VAKSIN YG ADA DI INDONESIA SUDAH DINYATAKAN HALAL O/ MUI. Pegangan kita

58) TDK ADA TEORI KONSPIRASI, BARAT/YAHUDI ingin singkirkan ORANG ISLAM. Nyatanya, mereka divaksin dgn #vaksin YG SAMA. Sy saksikan sendiri

59) Demikian informasi yg dapat saya bagi. Bila ada kawan2 yg ingin tambahkan, silakan. Kita sama2 belajar lagi. Niat kita mulia.

60) Bila ada salah informasi, semata2 datangnya dr diri pribadi sy. Bila ada kebenaran, maka datangnya pasti dari Allah swt. Ayo diskusi🙂

Demikian. Ada yang mau urun pendapat, teman-teman?

Link:

Vaksin, Tentangmu. (2)

Vaksin, Tentangmu. (3)

Vaksin, Tentangmu. (4)