Archive for 27/04/2012


Vaksin. Tentangmu. (1)

Pertama kali, saya tergelitik membaca sebuah tweet kawan. Beliau me-retweet posting seorang dokter spesialis anak dari FKUI, dr. Piprim tentang imunisasi. Saya tertarik karena di sana muncul sebuah proses diskusi antara Ustadz Felixsiauw dengan beliau. Lalu muncul pula nama Dirgarambe. Setelah mengamati proses diskusi (yang belum mencapai kesimpulan diantara Ustadz Felixsiauw dan dr. Piprim), juga menjelajah linimasa dari kedua tokoh kedokteran ini, dan juga linimasa beberapa orang, muncul sebuah kesimpulan pribadi. Apa itu?

Bahwa ternyata kini muncul dua komunitas terkait dengan imunisasi. Yang pro dan kontra. Pihak yang pro diwakili oleh dua narasumber. Yang kontra diwakili oleh Ustadz Felixsiauw. Kedua belah pihak memiliki argumen yang sama kuat, menurut penilaian saya. Dan berdasarkan pengamatan saya terhadap persimpangan linimasa, pendukung keduanya sama besar, secara kuantitas.

Continue reading

Sudah baca posting Vaksin saya yang pertama? Di sana kita lebih fokus pada apa sih vaksin itu? Pemaparan langsung oleh ahli vaksin yaitu Dirgarambe.

Posting ini masih mengenai vaksin. Saya hanya (lagi-lagi) ingin bersikap terhadap adanya sikap antivaksin. Dalam posting sebelumnya, saya sempat menjelaskan sikap masyarakat Indonesia (bahkan dunia) kini terbelah menjadi dua kutub. Yang pro dan yang anti.

Dan karena (lagi-lagi) saya berlatar belakang medis, maka saya mencoba memahami sudut pandang perbedaan ini dari sudut pandang medis.

Akhir-akhir ini muncul kembali penyakit yang sebenarnya telah lama berhasil kita tekan frekuensinya. Di US, batuk rejan yang selama bertahun-tahun dapat ditekan pada angka kejadian minimal, meningkat. Begitu juga dengan diphteri. Di Indonesia sendiri, karena kita (selalu) lemah dalam rekam catat, maka tidak bisa ditemukan apakah meningkat atau menurun.

Namun para dokter di berbagai daerah sepanjang kesaksiannya kepada saya mengakui banyaknya penyakit-penyakit yang selama kuliah diinformasikan sebagai ‘penyakit yang berhasil ditangani’ sehingga angka insidensi-nya rendah. Diphteria dan tetanus adalah dua diantaranya.

Continue reading

An infant is born to a woman who has received very little prenatal care. The mother is anxious, complains of heat intolerance and fatigue, and reports that she has not gained much weight despite having an increased appetite. On examination the mom is tachycardic, has a tremor, and has fullness in her neck and in her eyes. The infant is most likely at risk for development of which of the following?

a. Constipation

b. Heart failure

c. Macrocephaly

d. Third-degree heart block

e. Thrombocytosis

the answer is below…

Continue reading

%d bloggers like this: