“Saya sudah berobat ke dokter, bidan, mantri selama 1 tahun ini. Semua bilang saya punya masalah lambung. Tapi kenapa saya tidak sembuh-sembuh, Dokter?” Ny. A, 45 th, diduga gastric ulcer.

Pengalaman pasien biasanya dipengaruhi beberapa faktor. Seperti diagnosis yang tepat, pengobatan yang efektif, alat yang bagus, juga suasana terapeutik yang oke. Dan masih banyak lagi. Dan ternyata ada beberapa faktor yang ternyata lebih ringan secara keilmuan, seperti sikap kita terhadap pasien, mendengarkan curahan hati pasien, melibatkan pasien dalam keputusan terapi. Dimanakah posisi faktor-faktor ini? Bukankah seharusnya ia sama pentingnya dengan faktor keahlian klinis?

“Saya tidak tahu, Dok, anak saya dikasih obat apa. Pokoknya puyer gitu lho. Dokternya juga tidak bilang anak saya sakit apa.” Ny. F, 39 th, ketika saya tanya apa yang dikatakan dokter sebelumnya tentang sakit anaknya dan diberi obat apa.

Continue reading