Nah. Setelah posting Sejarah Sumpah Dokter, Saya baru sempat melaksanakan tugas untuk membuat posting Sumpah Dokter saya. Kenapa kok Sumpah Dokter sendiri saja di-posting? Karena Blog ini merupakan memorabilia kehidupan saya. Dan proses diri untuk sampai pada tahap ini (Sumpah Dokter) merupakan sebuah proses berharga untuk dikenang.

Dokter baru, Mejeng dulu

Saya melaksanakan prosesi Sumpah Dokter pada tanggal 27 Desember 2011. Prosesi yang jujur saja saya telah alami sekian belas kali. Karena saya merupakan tim Paduan Suara FKUB, maka menjadi rutinitas untuk mengiringi prosesi Sumpah Dokter. Namun, berdiri di ruangan itu sebagai tim paduan suara dengan sebagai dokter baru yang melaksanakan Sumpah Dokter, ternyata sangat berbeda rasanya. Syahdu dan Menegangkan.

Berfoto Dengan Tim Paduan Suara (Dulu Mengiringi Sumpah, Sekarang Yang Disumpah)

Apalagi saya bertugas memimpin teman-teman dokter baru mengucapkan sumpah. Tiap diksi memiliki tekanan tersendiri pada nurani saya. Di sinilah segalanya dimulai. Pada detik Sumpah itu selesai dibacakan, itulah momentum semesta berhenti berputar menyaksikan kumpulan kecil kami. Di titik inilah langkah kami dimulai. Dengan arah yang berbeda-beda. Namun tetap sebagai rekan sejawat.

Tri Cowok Surgery Jayyeee

Kelompok kecil kami kini adalah kepingan puzzle. Ada yang telah tersusun pada tempatnya, namun masih ada pula yang masih bergelitak-gelituk mencari arah. Semoga di masa depan, kepingan puzzle kami menjadi sebuah gambaran utuh dimana menjadi impian setiap teka-teki semesta. Indah. Cantik. Saling melengkapi.

Inilah patah kata saya. Untuk jemejak kenangan indah.

Dicky.

Dokter Baru FKUB (271211)