Nah. Saya kapan hari diminta menulis tentang Sumpah Dokter. Sempat bingung mau menulis apa. Lantas saya melakukan riset kecil tentang Sumpah Dokter atau secara internasional dikenal sebagai The Hippocratic Oath. Saya akan membuat tulisan serial tentang Sumpah Dokter.

The Hippocratic Oath
Barangkali, inilah barisan kalimat paling dahsyat dalam sejarah medis dunia. Melintasi ribuan tahun, tatanan kata yang menjadi tonggak profesi Dokter ini tetap lestari, bertransformasi, berganti tajuk, berintas bahasa, namun maknanya aman awet dan tetap getas.

Barisan kalimat ini dinamakan dari yang katanya penemunya. Hippocratic Oath. Sumpah Hippocratic. Berasal dari Hippocrates, seorang penyembuh (healer) Yunani kuno yang terkenal. Sumpah ini konon ditulis sebagai pedoman untuk etikomedis profesi penyembuh. Telah saya katakan tadi, meski telah berganti teks, namun intisarinya selalu sama. Sebuah sumpah untuk memberikan penghormatan terbaik kepada mereka yang telah diberi anugerah ilmu pengetahuan sebagai penyembuh (guru kita), juga kepada pasien dengan mengerahkan segenap kemampuan sebagai penyembuh.

Siapakah Hippocrates itu? Benarkah beliau yang menulis sumpah itu?

Engraving by Peter Paul Rubens, 1638, courtesy of the National Library of Medicine

Saya sempat heran. Sangat sulit menemukan artikel mendalam tentang Hippocrates. Padahal beliau dikenal sebagai ‘Bapak Kedokteran’. Hippocrates hidup sekitar tahun 460-377 sebelum masehi. Banyak yang mengaitkan beliau dengan Asclepiad, sebuah kelompok penyembuh pada masa itu. Nama Asclepiad berasal dari Asclepius, Dewa Penyembuh yang juga disebut kakek buyut Hippocrates.

Telah banyak risalah kedokteran yang dikaitkan dengan Hippocrates. Lebih dari 60 risalah yang disebut sebagai Corpus Hippocrates disebut sebagai karya Hippocrates. Masih kontroversial, dikarenakan risalah-risalah ini ditulis sekitar 510-300 sebelum masehi, maka tidak semua risalah ini ditulis Hippocrates.

Penamaan Sumpah Hippocrates itu sendiri masih banyak dipertanyakan, meskipun dari pihak yang berwenang atas sejarah kedokteran menyatakan, sumpah itu ditulis selama abad keempat sebelum masehi. Dan mengacu pada doktrin Phytagoras yang ditulis Hippocrates, maka disimpulkan bahwa sumpah itu ditulis Hippocrates.

Aelius Galenus or Claudius Galenus (September AD 129 – 199/217), better known as Galen of Pergamon (modern-day Bergama, Turkey)

Di tengah hiruk pikuk kontroversial, pandangan Galen cukup memberikan pencerahan. Galen adalah penyembuh Yunani terkenal dan terakhir. Beliau menguasai anatomi, fisiologi, neurologi, farmakologi, dan patologi. Dalam pendidikan Kedokteran, beliau mengacu pada para pendahulunya dari Yunani Kuno. Beliau menyadari adanya keraguan tentang Corpus Hippocrates. Beliau memastikan salah satu risalah ini, The Nature Of Man memang bukan ditulis Hippocrates, melainkan Polybus. Namun kepastian ini justru menguatkan Hippocrates. Karena polybus adalah menantu Hippocrates. Polybus bahkan mewarisi tugas Hippocrates dalam mendidik para penyembuh muda. Fakta yang paling penting adalah tidak sedikit pun Polybus mengubah doktrin Hippocrates dalam tulisannya. Maka dapat diambil kesimpulan,
Meskipun mungkin risalah tersebut tidak ditulis langsung oleh Hippocrates, namun mewakili pandangan dan opini beliau. Terkait dengan Hippocratic Oath, apakah ditulis langsung atau tidak oleh Hippocrates tetapi isi sumpah itu merefleksikan pandangan Hippocrates terhadap etikomedik.

Oke. Demikian sekilas tentang sejarah Sumpah Hippocrates. Tidak pernah memikirkan untuk mencari tahu. Untunglah ada yang meminta saya membuat tulisan tentang Hippocrates Oath ini.

Di artikel berikutnya saya akan lebih mengulas sejarah panjang perjalanan Sumpah Hippocrates ini dalam melintas sejarah, ribuan tahun. Dan di akhir posting ini saya mengutip versi asli Sumpah Hippocrates dari Wikipedia. Saya berusaha mencari versi bahasa latin, tapi tidak menemukan. Ada yang bisa bantu? Versi bahasa Inggris nya pun tidak semua sama dalam hal redaksional. Dan saya kesulitan menentukan mana yang paling mendekati bahasa latinnya. Tapi kira-kira seperti ini redaksionalnya dengan translasi Indonesia.

The Original Version

I swear by Apollo Physician and Asclepius and Hygieia and Panaceia and all the gods and goddesses, making them my witnesses, that I fulfil according to my ability and judgement this oath and this covenant.

Saya bersumpah demi (Tuhan) … bahwa saya akan memenuhi sesuai dengan kemampuan saya dan penilaian saya guna memenuhi sumpah dan perjanjian ini.

To hold him who has taught me this art as equal to my parents and to live my life in partnership with him, and if he is in need of money to give him a share of mine, and to regard his offspring as equal to my brothers in male lineage and to teach them this art-if they desire to learn it-without fee and covenant; to give a share of precepts and oral instruction and all the other learning of my sons and to the sons of him who instructed me and to pupils who have signed the covenant and have taken an oath according to medical law, but to no one else.

Memperlakukan guru yang mengajarkan ilmu (kedokteran) ini kepada saya seperti orangtua saya sendiri dan menjalankan hidup ini bermitra dengannya, dan apabila ia membutuhkan uang, saya akan memberikan, dan menganggap keturunannya seperti saudara saya sendiri dan akan mengajarkan kepada mereka ilmu ini bila mereka berkehendak, tanpa biaya atau perjanjian, memberikan persepsi dan instruksi saya dalam pembelajaran kepada anak saya dan anak guru saya, dan murid-murid yang sudah membuat perjanjian dan mengucapkan sumpah ini sesuai dengan hukum kedokteran, dan tidak kepada orang lain.

I will use treatment to help the sick according to my ability and judgment, but never with a view to injury and wrongdoing. neither will I administer a poison to anybody when asked to do so, not will I suggest such a course.

Saya akan menggunakan pengobatan untuk menolong orang sakit sesuai kemampuan dan penilaian saya, tetapi tidak akan pernah untuk mencelakai atau berbuat salah dengan sengaja. Tidak akan saya memberikan racun kepada siapa pun bila diminta dan juga tak akan saya sarankan hal seperti itu.

Similarly I will not give to a woman a pessary to cause an abortion. But I will keep pure and holy both my life and my art. I will not use the knife, not even, verily, on sufferers from stone, but I will give place to such as are craftsmen therein.

Juga saya tidak akan memberikan wanita alat untuk menggugurkan kandungannya, dan saya akan memegang teguh kemurnian dan kesucian hidup saya maupun ilmu saya. Saya tak akan menggunakan pisau, bahkan alat yang berasal dr batu pada penderita(untuk percobaan), akan tetapi saya akan menyerahkan kepada ahlinya.

Into whatsoever houses I enter, I will enter to help the sick, and I will abstain from all intentional wrongdoing and harm, especially from abusing the bodies of man or woman, slave or free.

Ke dalam rumah siapa pun yang saya masuki, saya akan masuk untuk menolong yang sakit dan saya tidak akan berbuat suatu kesalahan dengan sengaja dan merugikannya, terutama menyalahgunakan tubuh laki-laki atau perempuan, budak atau bukan budak.

And whatsoever I shall see or hear in the course of my profession, as well as outside my profession in my intercourse with men, if it be what should not be published abroad, I will never divulge, holding such things to be holy secrets.

Dan apa pun yang saya lihat dan dengar dalam proses profesi saya, ataupun di luar profesi saya dalam hubungan saya dengan masyarakat, apabila tidak diperkenankan untuk dipublikasikan, maka saya tak akan membuka rahasia, dan akan menjaganya seperti rahasia yang suci.

Now if I carry out this oath, and break it not, may I gain for ever reputation among all men for my life and for my art; but if I transgress it and forswear myself, may the opposite befall me.

Apabila saya menjalankan sumpah ini, dan tidak melanggarnya, semoga saya bertambah reputasi dimasyarakat untuk hidup dan ilmu saya, akan tetapi bila saya melanggarnya, semoga yang berlawanan yang terjadi.

Link:

Sejarah Sumpah Dokter (2)

Sejarah Sumpah Dokter (3)

Sejarah Sumpah Dokter (4)