image

Hooo.. judulnya romantis banget yak!!
Hehe.. memang. Yogyakarta ini kota tua nan romantis. Tiap sudut menawarkan eksotisme Java, suasana beraura kuning emas terserak dimana-mana, dan keramahan hangat mengambang di udara kota klasik ini.

Yogyakarta.

Klasik. Saya selama lima hari di Yogyakarta. Menginap di hotel Melia Purosani. Hotel yang bagus. Sstt.. saya menumpang menginap di hotel ini. Hehe.. mana mampu dokter baru macam saya menyewa kamar hotel yang rate nya hampir tujuh digit ini.

Eh, meski ndak bisa menyewa kamar mahal begini, saya punya cukup pengalaman tidur di hotel berbintang macam ini. Lagi-lagi karena menumpang. Papa saya yang dulu sering berangkat tugas rapat acara kantor. Dapat jatah satu kamar hotel. Saat itu (sekitar 15 tahun yang lalu) saya dan adik-adik sering ikut. Sekalian liburan. Hehe.. sayang sekarang tidak bisa seperti itu lagi. Selain kesibukan kami bersaudara yang sudah beranjak dewasa (cieeee..), kebijakan kantor papa juga menetapkan satu kamar hotel untuk berdua sesama peserta rapat.

Ah ya. Flight of idea.

Hehe..
Kembali ke laptop!

Ya. Saya sudah ceritakan tadi. Jogja ini benar- benar kota yang ramah. Hampir setiap orang yang kami temui, mulai dari karyawan hotel, panitia di pelatihan, sampai penjual nasi kucing kaki lima, ramah bukan main. Apa ini efek Jogja? Yang terkenal halus dalam tutur kata, lembut dalam tingkah laku?
Mungkin.

Yang jelas saya dan teman-teman cukup kaget. Bahasa kerennya shock culture gitu.

Kesan kami yang lain, perjalanan hotel-kantor Dinas Sosial sebagai tempat pelatihan, sebenarnya tidak terlalu jauh. Tapi lamaaaa sekali. Kenapa?

Karena sepanjang jalan yang hanya tiga kilometer itu ada sekitar delapan lampu merah!! Oh My God!!

Bahkan ada dalam 200 meter ada dua lampu merah. Dan yang bikin kami pusing adalah: durasi lampu merahnya itu lho, bisa menyentuh ratusan detik!! Haha..

Kami sempat bercanda. Lampu merah seperti ini hanya akan bertahan di Yogya. Dimana masyarakatnya lemah lembut sopan santun. Coba di Malang, pasti sudah diakalin. Hehe..

Bagaimanapun, Yogya ini menyimpan banyak kenangan. Ada cerita kami ke pantai Kukup. Akan saya ceritakan di posting berikutnya.

Besok, we will say goodbye to Yogya. We’re happy. Thank you.

image