Ah. Ndak seru!!
Judulnya sudah sangat informatif.
Bikin ndak pengen baca.

Ahahaha..

Biar saja deh. Lima hari ke depan saya mengikuti pelatihan Hiperkes di Jogja. Saya sedari awal memang sudah meniatkan diri untuk ikut pelatihan (yang katanya jadi anak tiri) ini.

Ada yang mengatakan, pelatihan hiperkes itu pelatihan paling omong kosong. Ups?

Hehe..

Iya. Pelatihan yang paling tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Hehe.. kok bisa?

Hiperkes merupakan pelatihan Higiene Perusahaan dan Kesehatan plus K3 yaitu Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Sebuah pelatihan yang luar biasa menurut saya.

Luar biasa padat (21 materi dalam lima hari plus kunjungan ke perusahaan dan membuat resume hiperkes).
Luar biasa melelahkan (durasiiiii).
Luar biasa ramai (peserta 79 orang dibagi dua kelas)
Luar biasa membosankan dan melelahkan.

Lho?

Yup! Poin terakhir itulah yang saya sebut paling tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Dalam pelatihan ini dijelaskan betapa posisi dokter perusahaan itu sangat krusial!!

Saya bold dan cetak miring.

Karena memang dokter okupasi kesehatan (pernah denger SpOK?) Itu superduper keren. Dokter perusahaan itu merupakan tokoh sentral dalam proses industri. Dokter perusahaan nya oke, proses produksi mantap, hasil produksi optimal, kesejahteraan dan kesehatan pekerja mencapai peak-nya. Kalikan dengan jumlah industri yang bertopangkan jutaan manusia Indonesia.

Indonesia akan menjadi raja industri!!

Sebentar, sebentar.. Muluk-muluk nih. Bo’ongan.

Eitz.
Ini serius. Karena dokter spesialis kedokteran okupasi itu benar-benar menyentuh segala aspek pekerja. Mulai dari pembuatan policy kesehatan dan keselamatan kerja, pengorganisasian, perencanaan dan implementasi, evaluasi, dan perbaikan.

Dokter perusahaan (yang sebenarnya) tidak hanya diam di poli perusahaan. Ia masuk dan bergerilya di dalam. Mengamati, menganalisis, dan membuat sebuah formula pencegahan kecelakaan kerja, mempertahankan performa pekerja, dan evaluasi yang dilanjutkan pada sebuah peneluran kebijakan yang komprehensif.

(Saya yakin membaca paragraf terakhir itu teman-teman pasti sudah mengantuk. Membosankan. Teori.)

Hehe.. benar. Itulah yang saya bilang membosankan. Dan melelahkan.

Materi ini sangaaaat bagus. Tetapi juga tertinggal dalam ranah teori.

Kenapa?

Karena sangat mahal. Perusahaan mana yang bersedia menerapkan teori Hiperkes ini secara paripurna?

Nol.

Ideal tapi diaplikasikan secara minimal.

Fundamental dan Teracuhkan.