Kepemimpinan Muda, Kebutuhan Di Tengah Kericuhan Sosial

 

It took a heart, soul and brains to lead a people

-Patricia Patton-

Berbicara tentang pemimpin muda, maka pembicaraan itu akan bermuara pada sebuah kata, yaitu pemuda. Ya, karena pemimpin muda lahir dari rahim gerakan pemuda. Ia digembleng dalam kawah candradimuka gerakan pemuda. Pemimpin muda adalah pusat arah gerak pemuda.

Lalu, untuk semua pemuda Indonesia, akan muncul sebuah pertanyaan ‘spesies apakah kaum muda itu?’ (Indra Jaya Piliang, dalam Maum Muda Tanpa Kaum), lalu apakah jawaban kita?

Kenapa kita harus merenungi pertanyaan di atas? Karena di jaman ini, pemuda hanyalah sebuah kelompok umur manusia yang sudah kehilangan identitasnya. Pemuda yang sekarang muncul di permukaan adalah pemuda yang terkungkung gaya hidup modern yang hedonis dan konsumtif. Bahkan dalam sebuah komunitas dunia maya, ada yang menyimpulkan profil sebuah kaum muda sekarang adalah kaum muda yang lebih hura-hura, bahkan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang carut-marut. Kenapa? Karena lingkungan sekarang memberi penghargaan manusia dengan standar yang telah bergeser dari sebuah kacamata moral menjadi sebuah kacamata mode. Dia yang mengikuti mode akan dihargai meskipun berperilaku buruk dan berlaku pula sebaliknya. Mereka adalah kaum muda yang hidup tanpa keringat, tanpa semangat mudanya.

Sungguh sebuah kondisi yang mengkhawatirkan. Lalu bagaimana mungkin muncul seseorang yang mampu menjadi sebuah pemimpin muda di tengah chaos sosial ini?

Harapan kita ada pada sosok pemuda yang berasal dari kaum muda yang sebenarnya. Kaum muda yang masih mempertahankan identitas kepemudaannya. Pemuda yang muncul hanya sebagai kilasan dalam pemberitaan. Pemuda yang benar-benar berjuang untuk mengubah nasibnya. Pemuda-pemuda ini terkucil di hutan-hutan Papua, terbenam di keruhnya lumpur lapindo, beberapa bahkan terjebak rutinitas pertambangan nun jauh di Kalimantan. Mereka ada, sayang kita terlalu malu untuk membuktikan keberadaan mereka. Mereka mau, sayang kita terlalu angkuh untuk memberi mereka kesempatan. Mereka mampu, sayang kita terlalu besar kepala dan meremehkan mereka. Mereka inilah pemimpin muda yang sebenarnya. Ia yang mampu menggabungkan semangat berubah yang berkobar dan fisik yang mumpuni. Merekalah yang layak untuk menjadi seorang pemimpin.

Bila kepemimpinan adalah sebuah seni, maka pemimpin adalah seorang konduktor. Ya, seni dalam memainkan harmoni yang indah dalam mengorganisasi sekelompok sumber daya. Ia membutuhkan lebih dari sekedar ketegasan, atau wajah yang galak. Kepemimpinan lebih membutuhkan sebuah sentuhan magis. Lalu, apakah seorang pemimpin harus menjadi penyihir atau pesulap?

Tentu saja tidak. Sentuhan magis disini berarti ada sebuah kecerdasan dalam berpikir, berbicara dan bertindak. Tidak hanya pandai memilih sikap dan tindakan, tapi juga harus pandai dalam memilih waktu yang tepat mendayagunakannya. Daniel Goleman mengelompokkan tipe pemimpin kedalam enam golongan, yaitu visionary (memiliki visi), coaching (mendidik), affiliate (mengedepankan keharmonisan dan kerja sama), democratic (menghargai pendapat orang lain), pacesetting (memberikan contoh dan tindakan), commanding (tegas dan berani mengambil resiko).

Namun tipe pemimpin paling ideal adalah mereka yang mampu menerapkan keenam tipe tersebut sesuai dengan kebutuhan secara benar dan tepat. Dan kaum yang tepat untuk melaksanakan peran tersebut adalah kaum muda. Karena kaum muda pantang menyerah, penuh pertimbangan namun penuh semangat. Kaum muda inilah, yang tiap tetes darahnya penuh dengan semangat dinamis adalah sosok yang tepat untuk mengisi peran sebagai seorang pemimpin ideal. Pemimpin muda.

 

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan.

Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.

 

Diinterpretasikan dari pemikiran agung Harun Yahya (Edensor, 2007)

 

Dunia mahasiswa merupakan sebuah dunia baru bagi keseluruhan jalan hidup manusia. Ia adalah sebuah kepingan kehidupan, yang akan mengubah selamanya rentetan bola-bola nafas kehidupan kita sekalian. Kenapa begitu? Seperti yang tersirat dalam ilustrasi di atas, tidak ada yang namanya sebuah ’kebetulan’. Dimana kita berada sekarang, merupakan sebuah kepingan kehidupan, hanya bagian kecil dari rencana besar Tuhan untuk kita semua. Oleh karena itu, di tangan kita semualah bentuk kepingan itu nantinya. Apakah akan menjadi bagian dari puzzle yang indah? Ataukah menjadi serakan tak beraturan?

Maka nukilan kalimat indah di atas menjadi sebuah semangat pelecut pemuda agar selalu berubah untuk terus survive menemukan potongan-potongan puzzle-nya. Bukan sebagai sosok yang hidup nyaman dalam dinding kemewahan. Itulah pemimpin sejati. Pemimpin muda.