Hemm… kemarin kita baru saja menjalani hari Ulang Tahun ke-97 bagi kota Malang. Tetapi saya lebih tergelitik untuk membahas sebuah perayaan yang mungkin jarang kita laksanakan di Indonesia. April Mop.

Ya. Saya menyebutkan ‘jarang’, karena memang suasana April Mop tidak terlalu terasa. Kalau di Luar negeri, April Mop bisa menjadi event yang ‘menjual’. Lantas apa sih April Mop itu?

April Mop, atau April Fools’ Day dirayakan setiap tanggal 1 April. Setiap tahun. Memang 1 April bukanlah hari libur seperti 1 Januari yang kita rayakan sebagai tahun baru. Tetapi 1 April dikenal luas sebagai hari dimana kita merayakan kebebasan dalam bercanda dan membodohi orang lain.

The day is marked by the commission of good humoured or funny jokes, hoaxes, and other practical jokes of varying sophistication on friends, family members, teachers, neighbors, work associates, etc.

Sejarah

Saya berusaha mengadakan riset kecil tentang April Mop. Ternyata beberapa ada yang berpendapat bahwa 1 April itu berasal dari sebuah kesalahan penafsiran tanggal pada sebuah manuskrip The Canterbury Tales (1392), “The Nun’s Priest’s Tale” – “Chaucer in the Twenty-First Century“, University of Maine at Machias. Dalam manuskrip itu, hari pertunangan King Richard II of England to Anne of Bohemia, tertulis: 32 days after March yang dimaksudkan tanggal 2 Mei, kemungkinan terjadinya kesalahan penulisan sehingga 32nd of March, yang lantas diartikan 1 April.

Ada juga yang berpendapat bahwa di jaman pertengahan, masyarakat Eropa merayakan tahun baru pada 25 Maret. Dan perayaan tahun baru dilaksanakan seminggu penuh dengan puncak perayaan pada 1 April. Namun, tidak dapat dijelaskan kenapa orang melaksanakan banyak hal bodoh di tanggal tersebut.

Selanjutnya, terjadi beberapa kejadian kebetulan yang menguatkan tradisi April Fools’ Day ini. 1539, mencatat beberapa orang memerintahkan tugas-tugas bodoh khusus kepada budaknya, di tanggal 1 April. 1968, masyarakat London tertipu dengan berbondong-bondong ke Tower of London untuk “see the Lions washed”. Dan akhirnya April Fools mulai populer.

Namun, ternyata ada sebuah kisah yang lebih tua. Kisah ini berasal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Kisah ini saya kutip dari Eramuslim.com. kisah ini mungkin berkaitan dengan Agama Islam dan Nasrani. Dan tidak ada maksud untuk bersikap SARA. Saya hanya berusaha objektif dalam memaparkan kemungkinan asal muasal April Mop ini. Maka saya sertakan beberapa sumber. Saya persilakan kepada teman-teman untuk memilih sikap.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Hemm… terlepas dari bagaimana April Mop itu berasal, sesungguhnya merupakan sikap yang lebih baik bila kita tidak serta-merta ikut budaya yang kita tidak tahu asal muasalnya. Apalagi bila itu sebuah budaya dimana kita bisa bebas mengerjai orang lain.

Deep thinking…