Dalam sebuah mitos Yunani, pernahkah kita mendengar tentang Chiron?

Yup, Chiron adalah centaur (makhluk setengah manusia-setengah kuda) yang menurut kisah, paling bijaksana. Tidak seperti centaur lain yang pemabuk, kasar, dan brutal, Chiron adalah centaur yang sangat cerdas, ramah, dan sangat beradab, dan dikenal sebagai mentor bagi banyak pahlawan-pahlawan Yunani.

Chiron adalah centaur yang menguasai ilmu obat-obatan dan penyembuhan, astrologi, dan oracle yang sangat dihormati.

Chiron yang juga merupakan centaur terakhir yang immortal karena ayahnya adalah Cronus/Kronos itu sendiri (Cronus the Titan), dan ibunya adalah dewi Philyra, dewi penyembuhan, parfum, dan yang mengajarkan manusia cara membuat kertas (maka, tidak heran, Chiron juga sangat beradab).

Chiron adalah mentor bagi pahlawan-pahlawan Yunani? Diantaranya adalah:

Achilles. Achilles mewarisi hampir semua ilmu bela diri yang dikenal saat itu, dan ia dapat menyerap semuanya dengan sangat baik, dan Chiron juga tidak lupa untuk memberi makan Achilles dengan jeroan singa dan babi liar, dan rahim serigala betina.

Asclepsios. Lambang yang kita kenal sebagai lambing apotik, adalah lambang Asklepsios, healer terhebat sepanjang masa (menurut mitologi Yunani), ilmu penyembuhan itulah yang dia dapat dari Chiron (selain berburu).

Jason the Argonauts. Jason dilatih oleh Chiron dari ia masih kecil.

Patroclus. Teman “se-angkatan” Achilles, tapi beda dengan Achilles, Patroclus lebih ahli dalam bermain harpa dan hanya ahli melempar lembing.

Peleus. Bapak dari Achilles, Chiron pernah menyelamatkan Peleus saat ia hampir dibunuh oleh centaur-centaur. Chiron juga lah yang menjodohkan Peleus dan Thetis, yang keduanya memperanakan Achilles, dan sebagai hadiah pernikahan, Chiron menghadiahkan sebuah tombak kepada Peleus, yang diwariskan kepada Achilles, dan menjadi tombak kesayangan Achilles (juga dibawa di perang Troy) karena memiliki kekuatan penyembuh.

Dari mana Chiron mendapatkan ilmu pengobatan? Chiron mendapatkan ilmu pengobatan terbaik dari Apollo (Dewa Musik, Ramalan, Puisi, dan Penyembuhan). Bagaimana ceritanya?

Suatu ketika, Cronus yang kejam, berencana melahap beberapa “baby Zeus kabob”, untuk makan malam. Namun di tengah pencariannya, ia bertemu dengan Philyra, dan tertarik setengah mati. Cronus pun mengejar Philyra. Saying, Philyra tidak tertarik dengan Cronus.

Maka, Philyra pun berubah jadi kuda, untuk menghindari Cronus. Saying, Cronus mengetahui rencana Philyra dan berubah jadi kuda jantan. Akhirnya, terwujudlah keinginan Cronus untuk bersatu dengan Philyra. Setelah puas, Cronus pergi dan tak pernah kembali.

Ketika Chiron lahir, sebagai centaur, sang ibu terkejut dan meninggalkannya. Chiron muda pun sebatang kara. Namun, ternyata ia diadopsi oleh Apollo, Dewa Matahari Yunani.

–meskipun ini agak membingungkan. Karena setahu saya Apollo merupakan cucu dari Cronus. Jadi sebenarnya Apollo merupakan keponakan dari Chiron sendiri. Tapi, baiklah, namanya juga mitos…–

Maka, Chiron pun mendapatkan segala ilmu yang dimiliki oleh Apollo, sang Dewa Musik, Ramalan, Puisi Dan Penyembuhan. Maka tumbuhlah Chiron menjadi seorang guru bagi para anak raja dan banyak pahlawan Yunani, seperti yang disebutkan di atas.

Luka yang melegenda dan menjadikannya seorang The Wounded Healer adalah buah dari ketidaksengajaan.

Suatu ketika, Hercules sedang dalam perjalanan. Lalu dengan ketidaktahuannya, ia membuka botol anggur milik para centaur. Maka berkumpullah para centaur mencium anggur mereka secara lancang dibuka. Di antara mereka yang berkumpul terdapatlah Chiron. Perselisihan antara Hercules dan para centaur semakin memanas dan cenderung adu fisik.

Di tengah keributan dan chaos yang terjadi, busur panah Hercules secara tidak sengaja mengenai lutut sahabat sekaligus gurunya, Chiron. Sebuah busur panah yang telah dilumuri darah monster hydra, menyebabkan lukanya tidak akan pernah sembuh.

Chiron adalah makhluk immortal—abadi. Maka luka itu tidak akan pernah sembuh, selalu menyakitkan, sedang ia pun tidak dapat mati.

Disini, terdapat dua versi.

Versi 1. Hercules yang merasa bersalah, membujuk Zeus untuk menolong Chiron. Maka Zeus membebaskan Chiron dari rasa sakit, dan memberikan tempat peristirahatan yang tenag di langit, sebagai Sang Pemanah—yang kita kenal sebagai Sagittarius.

Versi 2. Cerita versi kedua melibatkan Prometheus. Prometheus adalah dewa yang dihukum Zeus di-rantai di batu akibat mencuri api hadiah dari Olympia untuk manusia.

Setiap hari elang Zeus datang dan makan liver dari Prometheus. Tapi, tiap hari, sembuh sendiri. Prometheus akan dilepaskan jika makhluk immortal mau pergi ke Tartarus, dan melepaskan keabadiannya, menggantikan tempat Prometheus.

Chiron bersedia, dan mati, lalu akhirnya dikenal sebagai Sagittarius.