Kita tahu, banyak sekali dokter yang menginspirasi.

Kita kenal dr. Singgih SpPD yang mengajarkan pada kita tentang passion yang luar biasa terhadap pasien. Beliau juga sangat care dengan kita, para koass. Tidak bosan mengingatkan kita untuk mengerjakan tugas ilmiah (4 responsi dan 1 makalah yang luar biasa itu…). Hemm… selama koass IPD jumlahnya ‘cukup target’, rasanya ndak masalah ya. Tapi gimana kalo koass nya Cuma 10? Hehehe…

Ada juga dr. Aunur Rofiq SpKK. Beliau selalu mengajarkan kepada kita bagaimana belajar di kedokteran, dan bagaimana membuat belajar itu menjadi sebuah rutinitas yang menyenangkan (yang sampai sekarang belum juga bisa saya praktekkan… hehehe… maaf dokter).

Atau, dr. Isngadi. Yang selalu mengaku sombong (dr. Isngadi sendiri yang bilang lho… hehehe…) tapi juga selalu mengaku pantas sombong karena beliau mengaku pandai… (oalah…). Tapi yang jelas, beliau care sekali sama kita. Tentiran selalu ada. Ilmu melimpah ruah. Bahkan operasi pun bisa ditunda (bila memungkinkan tentunya), bila sedang mengajar koass.

Dan banyak sekali dokter yang luar biasa yang mengajarkan banyak hal pada kita. Namun, trlintas di hati saya, pantas kah saya menjadi kolega beliau-beliau yang hebat itu?

Apakah saya se-pandai dr. Singgih atau dr. Isngadi? Atau saya punya semangat belajar seperti dr. Rofiq? Ataukah saya ini care dengan pasien saya?

Pernahkah terlintas di benak kita yang kini menjalani pendidikan sebagai calon dokter?

Saya, sedari kecil memang sangat ingin menjadi dokter. Tidak ada keraguan sedikitpun. Bahkan ketika pada banyak try out yang saya jalani di LBB dulu, saya seringkali tidak lolos FK, saya tetap yakin. Kini, setelah menjalani hampir enam tahun pendidikan—tinggal 2,5 bulan—saya pun kembali berpikir, benarkah saya mampu menjadi kolega dokter-dokter senior saya?

Dan saya membaca, inilah poin dimana kita tidak pantas menjadi dokter bila motivasi kita adalah:

  1. Mendapatkan banyak uang
  2. Menjadi terkenal
  3. Membuat orang tua kita bahagia
  4. God complex—menurut kang Google, merujuk pada Wikipedia: A god complex is a non-clinical term generally used to describe an individual who consistently believes he or she can accomplish more than is humanly possible or that their opinion is automatically above those with whom he or she may disagree

Yup… begitulah. lantas, Sekarang, pendidikan dokter berarti mahal. Mengeluarkan banyak biaya.

Yang perlu saya garis bawahi, motivasi disana bukanlah sebagai motivasi utama kita menjadi dokter. Karena: apakah saya tidak boleh mendapatkan banyak uang dengan menjadi dokter?

Lalu, bagaimana menjadi cara menjadi dokter yang baik?

  1. Intelegensia yang sesuai. Dalam hal ini, kita tidak perlu menjadi anggota Mensa dulu, baru mejadi dokter, tetapi menjadi dokter memang diharuskan untuk menyerap, memproses, dan memahami kepingan informasi dalam jumlah besar. dan, yang lebih penting, menjadikan kepingan informasi itu menjadi sebuah gambaran besar—sering kita sebut, holistik dan komprehensif.
  2. Dedikasi dan kerja keras. Inilah poin yang paling penting. Ingat, pendidikan kedokteran adalah pendidikan yang sangat lama. Mayoritas 5-6 tahun. Dan kita tidak ingin berhenti sampai di titik itu. Pasti aka ada jenjang yang lebih tinggi, bukan? Residensi (PPDS-Program Pendidikan Dokter Spesialis) misalnya. Atau meneruskan ke S2. Itu semua merupakan sebuah jalan yang sangat panjang dan lama. Terkadang, jalannya gelap total, berbatu tajam, dan sebaginya. Semua itu membutuhkan dedikasi dan kerja keras. Tanpanya, hemm… mungkin sekalinya jatuh, kita akan terus merangkak… sampai entah berapa lama.
  3. Compassion. Jelas, dan memang sangat penting kita memiliki compassion (terus terang saya bingung mengartikan compassion… hehehe…) dalam menghadapi pasien kita.
  4. Mencintai apa yang kita kerjakan. Inilah aspek yang paling mendasar. Dan rasanya ini berlaku untuk semua pekerjaan.
  5. Kreativitas. Ilmu pengetahuan itu penting. Tapi ia akan membatasi imajinasi dan kreativitas. Maka, bebaskan kreativitas kita, dibimbing oleh pengetahuan kita, kombinasi yang luar biasa.

Ada yang punya pendapat lain?

^^